
"Gue sepertinya mulai mengalami hal aneh deh. Ko bisa - bisanya buat anak orang kesel dan emosi. Ck... ini juga salah tuh cewek sih. Kenapa harus pindah sekolah ke sini. Jadi gue buat kesel kan. Hahaha... besok gue kerjain lagi deh. Seru kayanya, apalagi denger ucapan juteknya itu. Beh... menantang banget." Kata Reyhan yang ternyata diam - diam membicarakan Elmi.
Tiba - tiba saja telinga Elmi pun langsung berdengung.
"Ah... ini pasti karena ada orang yang lagi bicarain gue. Parah banget tuh orang, dia yang bicarain gue. Eh, malah gue juga yang kena imbasnya." Kata Elmi yang lagi dan lagi malah mengumpat.
Di saat itu, tiba - tiba Kanya Larasati teman baru Elmi di kelasnya pun mengagetkan Elmi.
"DOR..." Kata Laras dengan penuh semangat.
"Buset, kaget nya gue. Lo nih Ras malah ngagetin gue lagi. Untung gue nggak punya penyakit sawan. Kalau punya udah gue jamin, gue langsung kambuh." Kata Elmi yang langsung memegang dadanya.
"Ca ela lebay banget sih lo El, lagian lo nih duduk sendiri terus ngelamun. Kalau gue nggak kagetin lo, takutnya lo malah kemasukan arwah. Terus, jadi heboh deh satu sekolah. Apalagi pas sadar aja, kelakuan lo udah buat orang sawan. Gimana kalau lo kemasukan arwah. Makin kacau deh kayangan. Bisa - bisa satu sekolah di buat heboh sama lo." Kata Laras yang sepertinya sengaja di lebih - lebihkan ucapannya itu.
Elmi tak langsung menjawab ucapan Laras karena saat ini ia sepertinya sedang mencerna ucapan Laras yang terbilang panjang itu.
__ADS_1
"El... ko diem sih, jangan bilang kalau lo nggak paham sama ucapan gue." Kata Laras yang mulai curiga.
"Hehehe... sebenernya... sebenernya... iya sih, gue nggak terlalu paham. Hehehe... sorry ya." Kata Elmi yang kemudian menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal. Mungkin karena ia refleks, sehingga ia pun langsung menggaruk belakang kepalanya itu.
"Lah buset, pantesan aja lo malah diem. Ternyata lo nggak begitu mendengarkan ucapan gue. Lo emang lagi mikirin apa sih sampai diem kaya tadi." Kata Laras yang tak habis pikir.
"Abis ngatain orang yang tiba - tiba sok akrab sama gue." Kata Elmi yang langsung jujur, walau masih tak ia sebutkan nama orang yang di maksudnya itu pada Laras.
"Emang siapa sih? siswa di sini juga? atau, atau siapa?" Kata Laras yang mulai kepo dan penasaran.
"Ca ela, baru juga kepo udah di larang aja. Hem... ya sudah lah, yuk kita ke kelas aja. Tapi ada syaratnya ya?" Kata Laras menjawab ucapan Elmi.
"Hem... ko pake syarat sih." Kata Elmi menjawab ucapan Laras.
"Ya nggak papa dong biar gue nggak rugi - rugi amat." Kata Laras menjawab ucapan Elmi.
__ADS_1
"Ya udah apaan syaratnya." Kata Elmi yang langsung mengalah.
"Nah, gini kek dari tadi." Kata Laras menjawab ucapan Elmi.
"Ya udah cepet kasih tau gue syaratnya." Kata Elmi yang tak sabar.
"Nanti aja gue kasih tau syarat nya setelah kita di kelas." Kata Laras menjawab ucapan Elmi.
"Pake di lamain lagi. Hem... ya udah ayo kita ke kelas." Kata Elmi menjawab ucapan Laras.
"Ya udah, ayo." Kata Laras kemudian pergi meninggalkan Elmi lebih dulu.
"Ca ela Ras, tungguin gue napa. Jangan main pergi - pergi aja." Kata Elmi yang protes.
Bersambung...
__ADS_1