Menunggu Penantian Tanpa Batas

Menunggu Penantian Tanpa Batas
Bebek Comberan


__ADS_3

"Udah lah Ras, lupain aja." Kata Elmi akhirnya memilih untuk tak membahas lagi ucapannya.


"Ih... lo, El. Suka gini deh, gue kan penasaran. Eh, malah di suruh di lupain. Ck... gini amat sih." Kata Laras yang mengungkapkan ketidak puasannya.


"Cup... cup... inces yang baik. Jangan kaya ginian ya. Ntar, dayang lo ini bisa ketar ketir takut kalau inces jadi stres. Hahaha... ko gue masih bilang stres ya. Ooppss sorry ya, gue keceplosan Ras." Kata Elmi yang sebenarnya sengaja berkata seperti itu pada Laras.


Sebagai tujuan agar pembicaraan mereka saat ini tidak serius - serius amat.


"Argh... El, lo ko malah bilang gue stres sih. Sebel deh gue." Kata Laras yang langsung membalikan tubuhnya untuk menghindari tatapan Elmi.


"Hem... maafin gue, Ras. Gue nggak bermaksud ko. Beneran deh cius." Kata Elmi dengan memonyongkan bibirnya.


Sehingga hal ini mendapatkan gelak tawa dari Laras seketika.


"Hahaha... El, bibir kamu hahaha... lucu amat sih. Apalagi kalau di monyongin gitu udah mirip kaya bebek comberan. Hahaha..." Kata Laras yang malah berlebihan mengatai Elmi

__ADS_1


"What? bebek comberan? Ras, ko lo tega amat sama gue. Ck... dasar Laras orang stres." Kata Elmi yang tak mau kalah.


"Bebek comberan, bebek comberan." Kata Laras yang malah meledeki Elmi, bahkan ludahnya pun ia julurkan keluar masuk mulut nya.


Elmi yang melihat itu seketika langsung bertindak.


"Ck... Ras, lo kalau terus julurin lidah lo kaya gitu. Gue akan potong sampai pangkal lidah lo. Lo mau gue potong lidahnya, hah..." Kata Elmi yang langsung bertindak.


Laras yang mendengar ucapan Elmi seketika berpura - pura ketakutan. Namun, setelah itu ia malah ketawa.


"Aduh... gue jadi takut nih. Ih, takut deh. Hahaha... tapi bohong, karena gue nggak takut sama sekali dengan ancaman lo itu El. Nih, kalau lo bisa silahkan potong aja lidah gue." Kata Laras yang langsung menjulurkan lidahnya keluar cukup lama.


Karena saat Laras mengetahui reaksi Elmi. Ia langsung memasukan lidahnya dengan cepat. Secepat kilat.


"Em... em.. El, pa... parah amat sih lo. Lepas nggak tangan ko itu. Sakit tau, ntar bibir gue bisa makin monyong kalau lo comot kaya gini." Kata Laras menjawab ucapan Elmi.

__ADS_1


"Hehe... nggak papa dong, biar inces di bilang makin cuan...tik, apalagi kalau bibir nya seksi kaya gini." Kata Elmi yang makin mencomot bibir Laras.


Hal ini membuat Laras mengaduh kesakitan akan comotan Elmi.


"Aw... El, sakit... lepas ih... sakit tau." Kata Laras yang kesakitan.


"Em... nggak mau." Kata Elmi yang menolak permintaan Laras.


"Ck... ntar bibir gue patah. Lo memangnya mau tanggung jawab apa." Kata Laras yang mencoba menakuti Elmi.


"Em... gue nggak akan rugi kali. Lagian kalau gue harus ganti rugi. Gue akan kabur keluar negeri. Jadi, semua sudah akan terkendali." Kata Elmi menjawab ucapan Laras.


"Ih... sebel deh gue sama lo. Kalau tau kaya gini, gue mendingan jauhin lo aja sekalian." Kata Laras menjawab ucapan Elmi.


"Apa lo bilang? mau jauhin gue, Ras. Ck... tega amat sih lo." Kata Elmi menjawab ucapan Laras.

__ADS_1


"Abisnya lo kaya psikopat tau. Main siksa gue aja. Ini baru pertama kali kenal udah di buat kaya gini. Apalagi kalau gue udah lama kenal sama lo. Ck... takut banget deh, ngebayanginnya juga." Kata Laras menjawab ucapan Elmi.


Bersambung...


__ADS_2