Menunggu Penantian Tanpa Batas

Menunggu Penantian Tanpa Batas
Malah Berkhayal


__ADS_3

"Tak apa lah walau bersifat abu - abu setidaknya gue cinta sama Rey. Ah... andai saja Rey juga mau sama gue. Bahagia bingit gue nanti." Kata Gisel menjawab ucapan Rena.


"Bukannya sadar, lo malah berkhayal. Ckckck... Gis... Gis..." Kata Rena yang tak habis pikir sama teman yang satunya ini.


Mungkin ini kali ya, yang di namakan cinta buta. Sampai di kasih nasehat juga malah gini responnya. Hadeh... parah.


"Ih... gue juga sadar kali Ren, gue tuh cinta makannya jadi gini." Kata Gisel menjawab ucapan Rena.


"Terserah lo aja deh." Kata Rena yang akhirnya menyerah.


"Oke, gini kek dari tadi Ren." Kata Gisel menjawab ucapan Rena.


Itu adalah percakapan kakak kelas untuk Reyhan.

__ADS_1


Tak jauh beda juga dengan adik kelasnya Reyhan.


"Ah... Lun, liat tuh my husband gue. Cakep amat ya." Kata Syiren pada Luna.


"Mana - mana my husband lo. Ko gue baru tau ya, kalau lo tuh udah nikah." Kata Luna yang belum tau kebenaran nya.


"Ih... Lun bukan gue udah nikah, tapi tuh kak Rey calon my husband gue di masa depan. Cocok ngga menurut lo Lun, kalau gue sama kak Rey." Kata Syiren menjawab ucapan Luna.


"What? lo sama kak Rey. Ck... Syi, lo khayal nya ke jauhan." Kata Luna yang terkejut.


"Cup... cup... temen gue yang cantik, manis, imut dan plus nyebelin. Jangan nangis ya, ntar ngga akan di kasih permen kalau nangis." Kata Luna yang sengaja ingin menghibur Syiren.


"Ih... lo Lun, di awal sih iya, lo baik - baikin gue bahkan muji gue. Lah yang terakhir bikin gue patah lagi tau. Masa iya gue yang baik hati sejagat raya. Lo malah bilang kalau gue nyebelin. Ngga asik lo Lun." Kata Syiren menjawab ucapan Luna.

__ADS_1


"Lagian gue ngga lagi dengerin musik makannya ngga asik." Kata Luna yang malah aneh jawabannya.


"Lah kenapa jadi musik sih. Lo belum minum aqua ya sampai ngga fokus gitu jawab ucapan gue." Kata Syiren yang terheran - heran dengan jawaban Luna yang aneh.


"Hehehe... mungkin sepertinya gitu." Kata Luna menjawab ucapan Syiren.


"Pantes kalau gitu. Em... ya udah deh, lo lebih baik minum dulu gih." Kata Syiren menyarankan Luna untuk minum.


"Ogah jalan gue Syi." Kata Luna menjawab ucapan Syiren.


"Lah, minum kan ngga harus jalan Lun. Kenapa lo bilang ogah jalan. Emang kalau lo minum harus jalan dulu apa." Kata Syiren yang terheran dengan jawaban Luna. Sehingga ia pun bertanya pada Luna.


"Bukan gue minumannya sambil berjalan Syi. Tapi, kalau gue minum kan, pastinya gue harus beli dulu. Karena gue lupa bawa minum dari rumah. Jadi, ya gue pasti nya harus jalan dong buat beli tuh minum. Masa iya, minuman nya bisa datang sendiri, kan mustahil. Kecuali kalau ada orang yang ngasih. Baru tak akan di sebut mustahil." Kata Luna menjelaskan apa yang di tanyakan Syiren barusan.

__ADS_1


"Hem... gitu ya. Tapi, setelah gue pikir - pikir lagi sih. Ucapan lo itu memang ada bener nya juga. Air minum kan ngga mungkin jalan sendiri. Sorry deh, gue barusan terlalu fokus sama kak Rey sampai ngga fokus sama percakapan kita." Kata Syiren menjawab ucapan Luna.


Bersambung...


__ADS_2