Menunggu Penantian Tanpa Batas

Menunggu Penantian Tanpa Batas
Nggak Setia Kawan


__ADS_3

Setelah pak Dodi pergi meninggalkan kelas. Tak lama setelah itu bu Sinta pun memasuki kelas.


Jam pembelajaran bu Sinta pun di mulai. Semua siswa dan siswi mulai memperhatikan bu Sinta yang sedang menerangkan pembelajarannya.


Tiga puluh menit telah berlalu, bun Sinta yang telah selesai menerangkan pembelajaran. Mulai memberikan tugas pada siswa siswi.


Saat tugas telah di berikan pada siswa siswi. Mereka semua pun kini mulai fokus mengerjakan tugas tersebut.


Sementara bu Sinta, ia kini sedang duduk menunggu siswa siswi yang telah selesai mengerjakan tugas dari nya.


Reyhan yang sedang nggak mood terpaksa harus mengerjakan tugas dari bun Sinta. Namun, walau dalam keadaan terpaksa ia tak akan membiarkan tugas tersebut tak ia kerjakan sama sekali.


Karena ini lah sikap Reyhan walau dalam keadaan apapun ia masih tak ingin suatu ilmu ia sia - sia kan begitu saja.


Sementara Zidan dan Dino mereka berdua masih sempet - sempet nya berbicara saat mereka berdua masih mengerjakan tugas dari bu Sinta.


"Zid... Zid..." kata Dino memanggil Zidan.


Zidan yang di panggil Dino awalnya tak menghiraukan panggilan tersebut. Namun, saat Dino terus - menerus memanggil namanya, ia pun menjadi geram dan akhirnya memutuskan untuk menjawab ucapan Dino.


"Apa Din?" kata Zidan menjawab ucapan Dino.


Dino yang mendapat jawaban dari Zidan menjadi lega karena pada akhirnya Zidan pun mau menjawab panggilannya itu.

__ADS_1


"Kenapa nggak dari tadi Zid? lho jawab panggilan gue." kata Dino.


"Gue baru sempet jawab, mau apa sih?" kata Zidan menjawab ucapan Dino dengan santainya dan bertanya juga pada Dino.


"Ini gue ada perlu sama lho." kata Dino akhirnya membuat Zidan penasaran.


"Perlu apa ke gue Din?" kata Zidan.


"Em... ini loh biasa." kata Dino.


"Biasa, maksudnya lho apaan sih Din?" kata Zidan yang masih tak paham dengan yang di maksud oleh Dino.


"Ini Zid masa nggak tau yang biasa." kata Dino masih belum mau memberitahukan dengan jelas ucapan nya itu pada Zidan.


"Apa sih yang Dino maksud yang biasa itu. Jadi harus mikir gini kan. Kenapa nggak langsung kasih tau aja sih ini Dino. Bikin orang tambah pusing nih jadinya." kata Zidan di dalam benak nya.


Dua menit kemudian setelah Zidan berpikir akhirnya ia pun mulai memahami yang dimaksud Dino itu terhadap dirinya.


"Din maksud lho yang bisa itu. Lho mau minta jawaban dari soal nomor berapa ke gue." kata Zidan memastikan pada Dino jika yang ia ucapkan saat ini pada Dino apakah benar atau tidak sama sekali.


"Nah, akhirnya Zid lho paham juga yang gue maksud." kata Dino membenarkan ucapan Zidan.


"Kenapa nggak langsung bilang aja sih Din? ini malah buat orang pusing dulu baru deh bilang." kata Zidan yang protes dengan ucapan Dino.

__ADS_1


"Iya, iya maaf Zid. Ya udah gue tanya nomor tiga dong. Lho udah belum isi nomor tiga. Kalau udah mana gue minta jawabannya." kata Dino.


"Udah, tapi gue nggak mau kasih tau lho." kata Zidan.


"Lah ko gitu sih Zid. Lho nggak setia kawan banget masa sama temen sendiri nggak mau kasih tau." kata Dino.


"Temen sih temen Din tapi kalau terus - terusan gue kasih tau jawaban nya ke lho yang ada, ntar malah kebiasaan lho terus - terusan minta jawaban. Dan gue juga yakin selain nomor tiga lho pasti mau tanya nomor yang lainnya. Iya nggak omongan gue itu." kata Zidan yang mulai curiga dengan ucapan Dino.


"Hem... lho tau aja Zid kalau gue beneran mau minta jawaban yang lain selain nomor tiga. Tapi nggak papa Zid sekali - sekali mah minta jawaban ke temen. Yang jangan tuh kalau minta semua jawabannya, itu mah keterlaluan masa iya mau minta semua jawaban. Ntar nilai nya juga sama dong." kata Dino menjawab ucapan Zidan.


"Hem... tetep aja kali Din itu tuh nggak baik." kata Zidan.


"Ya udah biar gampang di baikin aja Zid. Jadi kan beres." kata Dino.


"Beres kepala mu Din. Din, Din kalau urusan minta jawaban kamu mah paling jago bujuk orang. Nih aku kasih tau nomor tiga jawabannya ini." kata Zidan yang mulai memberikan sebuah kertas pada Dino untuk jawaban yang diminta oleh Dino tersebut dari dirinya.


Kenapa hal itu bisa terjadi? karena ternyata sedari tadi Zidan ketika bicara sama Dino telah menyalin jawaban nomor tiga yang diminta oleh Dino pada sebuah kertas. Hingga saat Dino terus membujuknya, ia pun mulai memberikan kertas tersebut pada Dino.


Dino yang mendapatkan kertas dari Zidan tanpa menunggu lama langsung melihat kertas tersebut.


Dan setelah melihat kertas itu ia pun bergegas menyalin jawaban tersebut ke tugas miliknya saat ini.


To be continued

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


__ADS_2