Menunggu Penantian Tanpa Batas

Menunggu Penantian Tanpa Batas
Berjarak Satu Kelas


__ADS_3

"Nungguin lo mah lama El, yang ada tahun depan baru nyampe ke kelasnya." Kata Laras menjawab asal ucapan Elmi.


"Idih... gitu amat Ras, masa iya gue jalan melebihi keong. Lama bener, nggak sekalian aja empat tahun baru nyampe ke kelas." Kata Elmi yang tak habis pikir saat ia mendengar ucapan Laras barusan.


"Hehehe... canda kali Ras, mana mungkin sih. Lo sampe selama itu ke kelas. Lagian kan kelasnya aja deket ko dari sini. Malah kayanya terbilang deket banget. Kan hanya berjarak satu kelas. Abis itu, kita udah sampe ke kelas." Kata Laras menjawab ucapan Elmi.


"Hem... gue juga bercanda kali Ras." Kata Elmi menjawab ucapan Laras.


"Iya deh iya, itu artinya kita satu sama, saling bercanda. Hahaha..." Kata Laras menjawab ucapan Elmi.


"Iya gitu deh." Kata Elmi menjawab ucapan Laras.


"Hem." Kata Laras menjawab ucapan Elmi hanya dengan deheman saja.


Setelah itu, Tak ada lagi pembicaraan di antara mereka berdua. Karena saat ini mereka berdua sedang fokus berjalan menuju ke kelas.

__ADS_1


Bahkan karena saking fokusnya, Laras sampai menubruk seseorang yang mau keluar kelas.


Bruk...


"Aw... sakit, siapa sih main tubruk - tubruk aja. Punya mata tuh di pake, bukan hanya di pajang." Kata Laras yang malah emosi.


"Ck... gue yang harusnya bilang kek gitu ke lo. Bukan malah lo yang bicara kek gitu ke gue. Dasar cewek aneh." Kata Kevin seseorang yang bertubrukan dengan Laras.


"Hey... apa lo bilang, gue cewek aneh. Lo nggak bisa liat, gue tuh cantik dan nggak aneh. Masa lo nggak bisa liat itu." Kata Laras yang langsung meledak.


"Berani banget nih orang, bilang gue nggak cantik kan. Awas aja, gue nggak akan biarin itu terjadi." Kata Laras di dalam hatinya.


Sehingga di saat Kevin mulai menjawab ucapannya itu. Iya langsung memotong ucapan Kevin dengan cepat.


"Udahlah, lo mah nggak pernah mau liat kecantikan gue. Atau bisa juga mata lo udah katarak, makannya nggak bisa bedain mana yang cantik atau yang nggak cantik sama sekali. Bahkan, lo kayanya nggak bisa bedain juga mana yang aneh sama yang nggak aneh sama sekali." Kata Laras yang memotong ucapan Kevin.

__ADS_1


"Bodo amat. Awas gue mau keluar, badan lo tuh penuhin jalan buat gue lewat. Makannya, punya badan tuh di kecilin bukan di lebarin." Kata Kevin menjawab ucapan Laras dengan sewot.


Plak...


Satu pukulan lolos begitu saja dari tangan Laras untuk Kevin.


"Hey... kenapa lo malah pukul gue." Kata Kevin yang tak terima di pukul oleh Laras.


"Apa? masalah buat lo? terus kalau masalah, lo mau pukul gue balik, hah? nih, kalau lo mau pukul gue balik?" Kata Laras yang langsung memelototkan matanya sambil menyimpan kedua tangannya di bawah dada dan saling melipat. Bahkan Laras pun, memberikan tubuhnya untuk di pukul balik oleh Kevin jika kevin mau memukulnya. Seolah - olah memberikan tubuh nya untuk di pukul oleh Kevin.


"Argh... kalau lo bukan cewek, udah gue pukul balik. Namun, beruntung lo itu cewek. Jadi, gue nggak akan pukul lo." Kata Kevin kemudian pergi meninggalkan Laras sambil menyenggol bahu Laras sedikit.


Sehingga posisi Laras yang melipatkan tangan nya itu, hampir tak bisa menyeimbangkan tubuh nya karena senggolan dari Kevin.


Namun, beruntung Laras tak sampai terjatuh atau oleng akibat senggolan itu. Karena ia langsung bisa membuat diri nya kembali ke posisi semula.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2