Menunggu Penantian Tanpa Batas

Menunggu Penantian Tanpa Batas
Siswa Baru


__ADS_3

"Hahaha, iya deh iya. Maaf gue salah tanya." Kata Reyhan yang seketika malah tertawa dan langsung meminta maaf.


"Hem... iya gue maafin." Kata Elmi menjawab ucapan Reyhan.


"Makasih. Eh btw lo siswa baru ya di sekolah ini." Kata Reyhan menjawab ucapan Elmi sambil bertanya.


"Menurut lo?" Kata Elmi menjawab jutek ucapan Reyhan.


"Hem... siswa baru sih. Soalnya gue baru liat lo." Kata Reyhan menjawab ucapan Elmi.


"Itu lo tau, kenapa masih tanya?" Kata Elmi yang lagi dan lagi bersikap jutek.


"Buset, baru tanya gini aja. Gue udah kena semprot. Apalagi kalau gue tanya rumah, nama orang tua, umur, mahar. Eh, ko jadi mahar. Rey... Rey... pikiran lo ini udah jauh aja. Awas, ntar nggak tau jalan keluarnya loh. Jadi, kaya terjebak omongan sendiri. Lo emang mau gitu Rey." Kata Reyhan di dalam hatinya.

__ADS_1


"Em... tapi, setelah gue pikir - pikir kayanya menarik juga sih. Kalau gue pikirin lagi ucapan mahar itu. Apalagi setelah gue merasakan hal berbeda ketika pertama kali melihat nih cewe. Ah... gue harus pikirin ulang deh." Kata Reyhan melanjutkan lagi ucapannya.


Karena tak ada respon dari Reyhan. Elmi kemudian kembali fokus pada buku sejarah yang ia pegang.


"Dasar cowok aneh, mau jawab ucapan aja. Harus mikir lama kaya gini. Bosen banget gue nunggunya juga. Mending baca lagi nih buku sejarah. Walau suntuk, setidaknya gue bisa mendapatkan suatu kegiatan." Kata Elmi di dalam hatinya.


Di saat Elmi sudah fokus dan mulai mencoba memahami lembar per lembar dari buku yang ia baca. Tiba - tiba Reyhan kembali mengeluarkan suaranya.


"Sorry lagi deh, gue salah terus kalau bertanya. Lagian lo sensian amat, ntar nggak ada yang nemenin loh, kalau kamu sensian kaya gini." Kata Reyhan menjawab ucapan Elmi setelah cukup lama terdiam.


Hal ini membuat Reyhan kembali mengeluarkan suaranya pada Elmi.


"Hey... lo denger ucapan gue barusan kan. Atau nggak lo dengerin sama sekali. Ko malah diam." Kata Reyhan yang kembali mengeluarkan suaranya.

__ADS_1


Dengan malas Elmi kemudian melirik Reyhan sekilas. Setelah itu, ia pun kembali fokus lagi pada buku sejarahnya.


"Lah, gue kira lo akan jawab ucapan gue. Ini malah lirik aja, terus nunduk lagi. Lo kenapa sih?" Kata Reyhan yang protes pada Elmi.


Elmi yang sudah geram karena Reyhan terus bicara. Kini mulai mengeluarkan suaranya dengan cukup tinggi.


"Lo nggak bisa liat atau apa. Nih, gue lagi baca buku, lo malah ganggu gue. Sana pergi, gue lebih seneng sendiri daripada di temenin sama orang yang bermuka dua." Kata Elmi menjawab ucapan Reyhan dengan emosi, bahkan sampai mengusir Reyhan.


"Hem... jangan marah dong. Iya deh, gue yang salah. Sorry, gue udah buat lo emosi. Tapi, janji ya. Lo jangan pindah sekolah lagi. Karena pindah sekolah tuh, nggak enak rasanya. Bye... gue pergi, besok kita ketemu lagi ya. Dah..." Kaya Reyhan menjawab ucapan Elmi kemudian bangkit berdiri dan langsung pergi meninggalkan Elmi.


Bahkan tanpa menunggu Elmi menjawab ucapan darinya.


"Argh... apes banget gue, kenapa sih harus ketemu sama tuh orang. Udah mah sok akrab, di tambah nyebelin banget lagi. Argh... gue tonjok juga tuh cowok, dasar gila." Kata Elmi yang malah mengumpat.

__ADS_1


Sementara Reyhan yang pergi meninggalkan Elmi pun, tak jauh berbeda dengan Elmi. Iya juga ternyata diam - diam mengumpat mengenai pertemuannya dengan Elmi beberapa saat lalu.


Bersambung...


__ADS_2