Menunggu Penantian Tanpa Batas

Menunggu Penantian Tanpa Batas
Ngga Rela


__ADS_3

Selain Sofi dan Nita yang membicarakan Reyhan. Ternyata ada juga adik kelas dan kakak kelas yang membicarakan Reyhan.


"Argh... Ren, tuh liat pacar hayalan gue. ganteng banget ih. Pengen deh gue bawa pulang, terus gue kunci agar dia ngga keluar rumah. Soalnya gue ngga rela ke gantengannya dia di lihat sama orang lain. Ah... pokonya gue ngga rela." Kata Gisel dengan penuh dramatis.


"Ya ampun dah Gis, lo mau sampai kapan khayal kaya gitu. Liat noh si Reyhan tuh mana mau di kerem. Eh... maksud gue di kunci di rumah lo. Mending bebas kali. Emang kalau lo di kunci sama orang enak gitu rasanya. Gue mah waktu di kunci tiga jam aja udah suntuk. Apalagi ini semasa hidup harus di rumah terus. Lah, ntar yang beri lo duit siapa. Kalau nih si Reyhan ngga lo izinin keluar." Kata Rena menjawab gemas ucapan Gisel.


"Hahaha... iya juga ya. Kita kan butuh duit, kalau cuman ganteng mah, tapi ngga bisa cari duit buat apa. Em... tapi spesial buat Reyhan sih, ngga papa biar ntar gue yang cari uang terus dia yang urus pekerjaan rumah. Hahaha..." Kata Gisel yang makin aneh.


"Ck... sampai segitu nya cinta. Ini mah namanya dunia terbalik. Lo yang cari uang, lah cowo lo yang diem di rumah. Ada - ada sih lo Gis." Kata Rena yang tak habis pikir dengan jawaban Gisel.

__ADS_1


"Buat cinta mah yang ngga mungkin bisa jadi mungkin dong. Hehehe..." Kata Gisel yang langsung menutup mulutnya dengan telapak tangan miliknya.


"Terserah lo aja deh. Gue yang ngga tau cinta mah bodo amat." Kata Rena menjawab ucapan Gisel.


"Makannya cepet cari, biar lo rasain juga gimana rasanya mencintai seseorang itu." Kata Gisel menjawab ucapan Rena.


Seketika Rena pun mulai berpikir.


"Ca ela Ren, lo jangan terlalu sibuk belajar. Stres ntar lama - lama. Mending lo mulai cari cinta deh. Karena jatuh cinta itu indah tau." Kata Gisel yang malah mempengaruhi Rena.

__ADS_1


Beruntung Rena tak langsung terpengaruh dengan teman yang bucin ini. Karena jika Rena terpengaruh, mungkin saat ini Rena pun mulai memikitkan ucapan Gisel ke depannya.


Tapi, karena prinsip dia mau fokus belajar. Ia tak mungkin menghindari prinsipnya. Malu jika ia mengubah prinsip demi percaya dengan ucapan Gisel.


"Ogah banget gue Gis, mending tetep fokus belajar aja deh yang udah pasti. Kalau cinta yang lo maksud mah masih bersifat abu - abu. Bahkan lo mencintai, nih si Reyhan karena dia ganteng. Tapi, kalau tuh si Reyhan kaya si Ucok emang lo mau." Kata Rena menjawab ucapan Gisel.


"Ih... mana bisa Reyhan yang ganteng selangit di samain sama si Ucok. Lo mah ada - ada aja." Kata Gisel menjawab ucapan Rena.


"Hem... ini nih yang gue maksud barusan. Cinta lo tuh bersifat abu - abu. Kalau si Reyhan udah jelek mah, lo juga ogah kan. Tapi, setau gue yang namanya cinta mah. Mau dia jelek sekali pun kalau lo sama dia mau saling terima mah, ngga akan ada perbedaan lagi. Tapi, kalau saat ini mah cinta lo tuh kaya cinta monyet. Masih abu - abu lah pokok nya mah." Kata Rena menjawab ucapan Gisel.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2