
"Ck... ya udah sana keluar." Kata Elmi yang langsung menyuruh Laras segera keluar.
Ayahnya pun langsung menegur Elmi.
"El, kamu ko gitu sama nak Laras. Ayo minta maaf." Kata ayahnya Elmi pada Elmi.
"Hehehe... iya yah, lagian barusan Elmi nggak beneran ko yah. Suer deh." Kata Elmi menjawab ucapan ayahnya sambil menunjukkan telunjuk dan jari tengahnya membentuk huruf V atau lebih tepatnya dua jari.
"Ya udah, ayo minta maaf." Kata ayahnya menjawab ucapan Elmi.
"Besok aja deh ya yah. Minta maaf sama Larasnya. Lagian kan besok juga Elmi pasti ketemu sama Laras juga." Kata Elmi yang tak langsung menyetujui ucapan ayahnya, melainkan ia malah bernegosiasi.
"Sekarang El, sekarang." Kata ayahnya Elmi yang mulai kesal.
"Iya deh iya yah. El minta maaf sekarang ke Laras nya." Kata Elmi yang langsung menyetujui ucapan ayahnya.
__ADS_1
Sedangkan Laras yang mendengar percakapan Elmi dan ayahnya ini. Kembali merasa iri, karena selama ini ia bahkan jarang bicara sama papahnya. Bahkan ketemu pun hanya beberapa saat saja.
Sungguh miris bukan nasib Laras. Begitu sepi tanpa adanya komunikasi dengan kedua orang tuanya lebih intens.
Tak seperti Elmi yang kerap kali selalu bergurau atau bahkan mendapat perhatian lebih dari kedua orang tuanya.
Sehingga perbedaan inilah yang akhirnya membuat Laras iri.
"Enak ya kalau jadi Elmi, bisa bicara sesantai ini sama ayah sendiri. Sementara gue, buat tatap muka tiap hari aja sulit nya minta ampun. Apalagi bicara sesantai ini dengan papah. Ck... bahkan di dalam mimpi pun gue nggak pernah alami ini semua. Miris sekali nasib gue." Kata Laras yang sibuk berbicara di dalam hatinya.
Tiba - Tiba suara Elmi pun menyadarkan Laras yang sedang sibuk berbicara di dalam hatinya itu.
"Eh... El Santi aja ko. Aku juga tau, kamu pasti nggak beneran serius. Jadi, jangan seperti ini ya. Lagian aku udah maafin kamu ko." Kata Laras menjawab ucapan Elmi.
"Ah... beneran Ras kamu udah maafin aku." Kata Elmi mencoba memastikan ucapan yang ia dengar dari Laras benar adanya.
__ADS_1
"Iya El beneran, masa sih aku bohong sama kamu." Kata Laras menjawab ucapan Elmi.
Seketika Elmi langsung memeluk tubuh Laras dengan cukup kencang. Hal ini pun membuat Laras kesulitan untuk bernafas. Sehingga ayahnya Elmi pun langsung memberitahu Elmi untuk melepas pelukannya tersebut dari tubuh Laras.
"Ah... Ras, aku seneng banget kamu mau maafin aku. Makasih ya." Kata Elmi yang kegirangan karena mendapatkan maaf dari Laras.
"Hem... i... i... ya, El." Kata Laras yang tersedat saat menjawab ucapan Elmi.
"El, itu kamu peluk nak Laras kekencangan. Liat, nak Laras sampai tak bisa bernafas deh kayanya." Kata ayahnya Elmi memberitahu Elmi.
Elmi yang mendengar ucapan ayahnya pun tak langsung melepas pelukannya itu. Karena saat ini, ia mulai melihat wajah Laras terlebih dahulu.
Setelah melihat wajah Laras yang ternyata sudah begitu kesulitan untuk bernafas. Elmi pun barulah melepas pelukannya itu.
"Ya ampun Ras, maaf, maaf. Aku udah buat kamu nggak bisa bernafas." Kata Elmi yang panik.
__ADS_1
Laras yang mendengar ucapan Elmi tak langsung menjawab nya. Karena ia sedang sibuk menghirup udara yang banyak untuk mengembalikan nafas nya lagi agar kembali bernafas dengan normal.
Bersambung...