
"Masa bodo El, suka - suka gue lah." Kata Laras menjawab ucapan Elmi dengan jutek.
"Hem... ya sudah terserah lo." Kata Elmi yang memilih untuk mengalah saja.
Beberapa menit kemudian, mereka berdua diam tak saling bicara. Sampai akhirnya Laras pun memberanikan diri untuk mulai berbicara lagi.
"El, lo marah sama gue?" Kata Laras pada Elmi setelah cukup lama dalam keheningan.
"Nggak, buat apa gue marah." Kata Elmi tanpa melihat Laras sedikit pun. Karena saat ini Elmi menyibukkan diri membaca lagi buku yang ia pinjam di perpustakaan.
Di dalam hati, Laras pun bertanya - tanya pada dirinya sendiri.
"Ck... katanya nggak marah, tapi liat gue sedikit aja. nggak dia lakuin, dasar pembohong." Kata Laras di dalam hatinya.
Elmi yang menyadari kediaman Laras pasti sedang mengatainya pun, kini mulai mengeluarkan suaranya lagi.
"Jangan terlalu banyak diam lo, Ras. Apalagi kalau lo diam nya sambil menggerutu tentang gue. Ntar, Kuwat baru tau rasa loh." Kata Elmi pada Laras.
__ADS_1
"Ck... lagian siapa yang menggerutu. Lo tuh suka berburuk sangka sama gue." Kata Laras yang langsung melipatkan kedua tangganya di depan dada.
"Hem... gue punya piling sendiri. Udah lah, lo akuin aja." Kata Elmi yang mendesak Laras untuk membenarksn ucapannya.
"Ngapain gue harus setuju ucapan lo, El. Kalau gue sendiri nggak melakukan tuduhan yang lo lontarkan ke gue." Kata Laras yang masih ingin membela dirinya.
"Hem... ya sudah lah, kalau lo nggak mau ngaku juga nggak papa. Biar hukuman alam aja yang balas ucapan lo yang nggak sesuai fakta ini." Kata Elmi menjawab ucapan Laras.
Dengan cepat Laras pun akhirnya mengakui kesalahannya.
"Hehehe... gini kek Ras dari tadi. Jujur aja napa, gue pasti maklumi ko." Kata Elmi menjawab ucapan Laras.
"Iya lo akan maklumi, tapi sebagai ucapan terimakasih. Lo minta gue traktir lo lagi. Iya kan?" Kata Laras yang mulai curiga.
"Benar sekali, lama - lama lo ini Ras mirip kaya orang pintar ya. Bisa tau, sebelum gue kasih tau." Kata Elmi yang langsung menjawab ucapan Laras.
"Kemana aja lo, El. Baru tau kalau gue emang udah pintar dari lahir." Kata Laras yang malah membanggakan dirinya.
__ADS_1
"Ck... bukan itu yang gue maksud, tapi maksud gue, lo kaya peramal gitu." Kata Elmi mencoba menjelaskan ucapannya.
"Hehehe... gue kira lo baru tau tentang gue yang pintar." Kata Laras menjawab ucapan Elmi.
"Bukanlah." Kata Elmi yang langsung menjawab ucapan Laras.
"Iya deh iya, gue percaya." Kata Laras menjawab ucapan Elmi dengan malas.
Hening tak ada lagi yang bicara, karena saat ini mereka berdua malah saling diam.
"Ck.. El, demen banget sih. Bicara bentar, terus diam. Bicara lagi, diam lagi. Nggak suntuk apa lo, diam terus." Kata Laras yang mulai geram dengan keheningan yang tak kunjung ada pembahasan lagi.
"Hehehe... bosen lah Ras, tapi kalau gue mulai duluan bicara takut nya lo malah yang bosen bicara sama gue. Kan jadi nya gue males kalau nanti lo cuekin." Kata Elmi menjawab ucapan Laras.
"Ca ela, harusnya lo tuh, coba dulu El. Bukan malah langsung menyimpulkan kaya gitu." Kata Laras yang tak habis pikir dengan pemikiran Elmi.
Bersambung...
__ADS_1