
Kini mereka berdua pun mulai saling tatap, setelah itu kembali mengarahkan pandangan mereka ke arah buku yang sedang di pegang bersamaan itu.
"Em... bukunya buat kamu aja." Kata seseorang yang memegang buku itu pada Reyhan.
"Yakin? ngga mau sama kamu aja bukunya?" kata Reyhan menjawab ucapan seseorang tersebut.
"Ngga, saya bisa cari yang lain lagi ko. Silahkan kamu ambil saja bukunya." Kata seseorang itu menjawab ucapan Reyhan
"Baiklah, jika kamu ingin mencari buku yang lain. Buku ini saya yang ambil. Dan makasih ya, udah mau mengalah." Kata Reyhan menjawab ucapan seseorang tersebut.
"Iya." Kata seseorang itu sambil memberikan senyum manisnya.
Sontak hal ini, seketika membuat Reyhan sampai tak berkedip untuk beberapa detik lamanya.
Walau saat ini seseorang yang berhadapan dengannya mengenakan kaca mata besar dan berfoni serta terlihat agak sedikit culun. Tapi, ketika Reyhan mendapatkan senyumnya itu.
Tiba - tiba Reyhan menjadi terpana akan senyum yang terpancar dari bibir seseorang itu.
__ADS_1
"Hay... halo..." Kata seseorang itu sambil melambai - lamaikan tangannya tepat di hadapan Reyhan.
"Ah... iya, maaf barusan saya melamun. Jadi, tak fokus dengan panggilan kamu itu. Sekali lagi maaf ya." Kata Reyhan yang merasa tak enak karena malah diam - diam mengagumi senyum cewe yang ada di hadapannya ini.
"Iya gapapa, maaf saya juga telah banyak memanggil - manggil kamu." Kata seseorang itu menjawab ucapan Reyhan.
"Iya gapapa, kamu ngga perlu minta maaf. Lagian kamu ngga salah ko." kata Reyhan menjawab ucapan seseorang itu.
"Saya tetep ngga enak, jadi saya minta maaf sama kamu." Kata seseorang itu menjawab ucapan Reyhan.
"Sudah tak perlu banyak meminta maaf. Lagian lebaran juga masih lama." Kata Reyhan mencoba mencarikan suasana.
Dengan berputar pikiran dengan sangat cepat, Reyhan pun mencoba cara lain untuk melanjutkan pembicaraan.
"Em... ngomong - ngomong ucapan saya barusan hanya bercanda ko. Jangan di masukin hati ya." Kata Reyhan mencoba menjelaskan, karena ia takut jika seseorang yang ada di hadapannya ini malah tersinggung atau hal lainnya yang bisa membuat ia tak nyaman.
Seseorang itu pun menjawab ucapan Reyhan dengan anggukan kepala saja.
__ADS_1
Kemudian seseorang itu, bergegas pergi meninggalkan Reyhan.
Namun, sebelum lima langkah, seseorang itu pergi dari hadapan Reyhan.
Reyhan mulai mengeluarkan suaranya untuk mencegah agar seseorang itu tidak pergi dulu.
"Tunggu, boleh kita kenalan. Sepertinya saya baru pertama kali lihat kamu. Apa kamu siswa baru di sekolah ini?" Kata Reyhan yang langsung menahan kepergian seseorang itu.
Langkah kaki seseorang itu pun mulai berhenti tak kala, ia mendengar suara Reyhan yang meminta dirinya untuk berhenti tak meneruskan langkah kakinya.
Di balikan lah badannya itu ke belakang tubuhnya. Hingga saat ini pandangannya berhadapan lagi dengan Reyhan.
"Iya saya siswa baru di sini. Dan nama saya Elmi." Kata Seseorang itu yang ternyata bernama Elmi.
"Kenalin nama saya Reyhan. Senang bisa berkenalan denganmu Elmi." Kata Reyhan memperkenalkan dirinya juga.
"Iya saya juga. Em... saya duluan ya. Dah Rey..." Kata Elmi kemudian pergi pamit meninggalkan Reyhan yang masih terdiam sambil menatap Elmi yang kian menjauh darinya.
__ADS_1
Bahkan saat Elmi sudah tak terlihat lagi pun, Reyhan tetap menatapnya.
Bersambung...