
"Buat lo ngga masalah Syi. Tapi, buat gue tuh masalah banget. Udah deh, jangan bahas my husband lo itu terus. Gue mau ke kantin, lo mau ikut ngga?" Kata Luna akhirnya memutuskan untuk mengakhiri pembicaraan.
"Em... lo mah suka gini deh Lun, kalau gue bahas tentang my husband. Lo tuh mau nya cepet selesai. Padahal kan gue seneng tau kalau bahas my husband terus." Kata Syiren menjawab ucapan Luna.
"Bodo amat lo mau suka atau pun ngga. Sekarang yang gue pentingin rasa lapar di perut dan rasa haus di tenggorakan gue nih. Lo mau ikut ngga?" Kata Luna menjawab ucapan Syiren sambil bertanya juga pada Syiren.
"Kemana?" Kata Syiren dengan polosnya.
Saat ini juga rasanya Luna ingin sekali membenturkan kelapa Syiren agar Syiren bisa cepat tanggap saat berbicara.
Bukannya tadi ia bilang akan ke kantin, tapi kenapa Syiren malah bertanya lagi. Bukannya hal ini cukup membuat orang emosi begitu pun yang dirasakan Luna saat ini.
"Argh... lo nih, udah mah suka bicarain yang aneh. Sekarang malah lemot mempertanyakan ucapan yang jelas - jelas lo udah tau jawabannya. Ckckck... Syi... Syi..." Kata Luna yang mulai emosi.
"Apa sih Lun, gue tuh beneran ngga tau. Emang lo mau pergi kemana?" Kata Syiren menjawab ucapan Luna.
__ADS_1
"Noh ke planet mars, lo mau ikut. Biar sekalian gue bakar tuh isi kepala lo biar bisa fresh." Kata Luna yang menjawab asal.
"Ih... jahat bener lo Lun, masa sampai tega mau buat gue terbakar." Kata Syiren menjawab ucapan Luna.
"Giliran yang kaya gini dia langsung konek tapi giliran yang tadi gue bicarain. Eh... malah loading." Kata Luna yang sempatin diri untuk berbicara di dalam hatinya.
"Lah Lun, lo ko diem sih?" Kata Syiren yang kembali mengeluarkan suaranya lagi. Karena Luna malah terdiam tak langsung menjawab ucapan Syiren.
Padahal pada kenyataanya Luna sedang berbicara di dalam hatinya mengenai Syiren yang loading.
"Sabar napa Syi, gue juga ntar jawab ucapan lo. Ngga sabaran amat sih." Kata Luna menjawab ucapan Syiren setelah berbicara di dalam hatinya.
"Hehehe... abisnya lo diem sih Lun. Gue kan ngira nya kalau lo ngga peduli. Dan bahkan ngga mau jawab ucapan gue. Jadi gue langsung tanya kek barusan aja ke lo." Kata Syiren menjawab ucapan Luna.
"Hem... ketakutan amat sih lo Syi. Udahlah yuk jalan." kata Luna yang langsung melanjutkan lagi ucapannya. Saat Syiren mulai ingin menjawab ucapannya itu.
__ADS_1
"Ke..." Kata Syiren yang langsung terhenti.
"Udah, lo jangan banyak tanya Syi. Ikutin gue aja. Ntar juga lo tau kita akan kemana." Kata Luna yang akhirnya memilih jalan pitas. Agar Syiren tak terus menerus bertanya.
"Baru juga mau bicara, udah di larang aja. tega banget sih lo Lun sama gue." Kata Syiren yang merasa sedih.
"Udah jangan di sedih - sedihin. gitu bicara nya. Gue ngga akan terpengaruh." Kata Luna yang langsung menjawab ucapan Syiren.
"Ko jahat amat sih, lo lagi pms ya." Kata Syiren bertanya pada Luna.
"Bukan, tapi gue lagi pengen makan orang. Apalagi kalau orang nya tuh suka banget banyak bicara. Gue udah pasti langsung melahap dia sampai tak tersisa tulang - tulang nya sedikit pun itu." Kata Luna yang malah membuat Syiren menjadi takut dan merinding ketika telah mendengar ucapan Luna.
Bersambung...
Bantu like dan comment ya Readers 🤩🤭☺️
__ADS_1