Menunggu Penantian Tanpa Batas

Menunggu Penantian Tanpa Batas
Si Paling Adil


__ADS_3

"Argh... kesel banget gue El, lo liat sendiri kan barusan. Si oncom malah nyalahin gue." Kata Laras yang saat ini telah berada di dalam kelas.


Dengan tenang, Elmi kemudian menjawab ucapan Laras.


"Menurut gue sih, lo yang salah di sini Ras. Soalnya lo yang nunduk. Sementara si Kev, Kev, Kevin nggak salah." Kata Elmi yang sempat lupa nama Kevin, sehingga ia mengulang - ngulang tiga huruf awal dari nama Kevin.


"Ckck... tak habis pikir gue sama lo. Masa iya, lo malah belain si Kevin. Bukannya lo belain gue." Kata Laras yang tak menyangka Elmi berpihak pada Kevin.


"Abisnya memang lo yang salah Ras. Gue bukan nggak mau belain lo, tapi keadilan kan yang utama." Kata Elmi menjelaskan ucapan nya pada Laras.


"Ya, ya si paling adil." Kata Laras yang kemudian duduk di kursi miliknya dengan membelakangi Elmi.


"Ras, jangan gini dong. Iya deh, gue salah nggak belain lo. Maafin gue ya." Kata Elmi yang merasa tak enak, karena ia pun menyadari bahwa ucapannya barusan pasti membuat hati Laras terluka.


"Telat El, gue udah terlanjur nggak mood buat maafin lo." Kata Laras yang masih membelakangi Elmi.

__ADS_1


"Jahat bener Ras, emang gue telat udah berapa jam?" Kata Elmi mencoba bertanya.


Laras kemudian terdiam, membuat Elmi merasa risau.


"Ca ela nih bocah, susah amat ya di bujuk. Gue harus minta maaf dengan cara apa lagi. Masa iya, gue harus sembah sujud saat minta maaf. Biar si Laras maafin gue. Em... ada - ada aja ucapan gue nih." Kata Elmi di dalam hatinya.


Disaat Elmi sibuk berbicara di dalam hatinya. Laras kini mulai mengeluarkan suaranya lagi.


"Belum satu jam, tapi tetap aja lo udah telat minta maaf. Harusnya kan saat lo nyakitin hati gue. Lo udah harus minta maaf. Bukan malah tambah nyakitin hati gue." Kata Laras saat ia telah berhenti terdiam.


"Apaan sih El, gue tuh bukan tuan putri." Kata Laras yang kini mulai membalikan tubuh nya menghadap ke arah Elmi.


"Terus kalau bukan tuan putri, lo mau gue panggil apa?" Kata Elmi sengaja bertanya pada Laras.


"Inces Laras yang baik hati dan si paling cantik. Nah, ini baru yang bener." Kata Laras dengan suara centilnya.

__ADS_1


Elmi yang mendengar ucapan Laras barusan. Sudah hampir meledakkan suara tawanya. Namun, ia berusaha menahan agar suara tawanya tak keluar tiba - tiba.


"Bua... hahaha... apa kata Laras barusan. Inces, ck... lagi dalam keadaan merajuk aja dia masih sempat - sempatnya melawak. Sit dah, gue udah hampir meledak nih. Untung bisa gue tahan tawa. Kalau nggak, udah di pastiin gue akan susah dapat maaf dari Laras." Kata Elmi di dalam hatinya yang langsung tertawa.


Laras yang curiga dengan perubahan ekspresi wajah Elmi pun mulai ingin mengatakan sesuatu.


Tapi, ternyata kalah cepat dengan ucapan Elmi. Sehingga di saat Laras akan mempertanyakan akan hal itu. Ia menjadi menunda nya dan lambat laun menjadi lupa.


"Em..." Kata Laras yang akan bertanya. Tapi, di potong Elmi.


"Baiklah, inces yang baik hati dan paling cantik. Maafin gue yang ada di bawah inces, baik dalam kecantikan maupun pribadi yang patut untuk di teladani." Kata Elmi sengaja melebih - lebih kan ucapan nya.


Sontak ucapan Elmi ini mendapat tawa kencang dari Laras.


"Hahaha... hahaha... nggak kuat gue El, sorry ya, malah tertawa kencang kaya gini." Kata Laras yang tertawa.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2