Menunggu Penantian Tanpa Batas

Menunggu Penantian Tanpa Batas
Dua Cowok Yang Aneh


__ADS_3

"Ck... udah jangan terlalu banyak mikir. Gue cabut dulu, mau beliin dayang gue makan. Bye." Kata Laras kemudian pergi.


"Lah ko gue di sebut dayang sih?" Kata Elmi yang protes.


"Gue kan incesnya, jadi, lo ya tentu dayangnya lah. Kan, nggak mungkin jadi ratu." Kata Laras menjawab ucapan Elmi dengan jutek.


"What? lo nggak salah Ras, jahat bener bilang gue dayang. Nggak sekalian aja bilang gue duyung. Eh, tapi kalau gue duyung, harusnya kan gue bukan punya kaki. Tapi, punya ekor. Terus harus ada sirip. Ini kan di badan gue hanya ada kulit." Kata Elmi yang malah ngaler ngidul bicaranya. Alias nggak jelas.


"Ck... stop El, ucapan lo makin ngawur aja. Gue harus segera beliin lo minum deh. Khawatir kalau di biarin kaya gini yang ada lo makin ngawur. Hahaha..." Kata Laras yang langsung berbalik menghadap Elmi lagi. Lalu denga kerasnya Laras menertawakan Elmi sambil melanjutkan lagi jalannya.


"Ih... sebel deh gue, argh... kesel." Kata Elmi yang langsung meremas kan kedua telapak tangannya.


Sementara Dendi teman kelas yang memperhatikan mereka. Mulai mengeluarkan suaranya.


"Hey... lo murid baru. Lucu juga ya, kalau lagi kesel." Kata Dendi dengan berani berbicara pada Elmi.

__ADS_1


Setelah kejadian perkenalan tadi. Dia orang yang bersikap acuh saat Elmi memperkenalkan dirinya pada teman barunya.


"Ck... baru bicara lo. Gue kira, lo nggak bisa ngomong." Kata Elmi yang malah bersikap kurang enak di dengar oleh Dendi.


"Hey... jaga ucapan lo. Lo di sini tuh baru sekarang. Jangan sampai kepindahan lo di sekolah ini. Berakibat fatal buat lo." Kata Dendi memberikan ancaman pada Elmi.


"Masa bodo, gue nggak peduli." Kata Elmi semakin acuh.


"Dasar cewek, udah di peringatin makin nyolot. Giliran di hajar aja baru nangis." Kata Dendi sengaja membuat Elmi ingin menciut atau takut.


"Hey... lo emang mau mukul gue. Nih, pukul kalau lo mau." Kata Elmi yang langsung meninggikan suaranya sambil menunjuk beberapa bagian tubuh nya untuk di pukul oleh Dendi.


"Ck... coba kalau lo berani, sini aja." Kata Dendi sengaja ingin membuat Elmi mendatangi dirinya yang sedang duduk di kursi miliknya yang ada di pojok belakang bagian kanan.


"Lo kira gue nggak berani gitu." Kata Elmi yang akan melangkahkan kaki menuju tempat duduk Dendi.

__ADS_1


Namun, sebelum itu terjadi. Dendi pun kembali mengeluarkan suara nya.


"Tunggu, lo mau ingkari janji lo itu kah, sama teman lo Laras." Kata Dendi mengingatkan Elmi mengenai pesan Laras pada nya beberapa saat lalu.


"Sit... argh... Ras, ini semua gara - gara lo. Kenapa sih, lo harus kasih gue pesan buat gue nggak pergi dari tempat duduk gue." Kata Elmi yang langsung mengomel.


"Nggak berani kan lo. Udah lah, jangan coba - coba sama gue. Ntar, nangis ngadu ke ortu lo. Terus gue di panggil guru BK. Ck.. bosen gue di panggil mulu." Kata Dendi setelah mendengar omelan Elmi.


"Tunggu pembalasan gue, ntar kalau Laras udah di sini. Siap - siap aja tuh wajah lo, gue bikin babak belur." Kata Elmi yang kemudian langsung duduk lagi di tempat duduk nya.


Dengan emosi yang masih meluap - luap, Elmi pun kini semakin tambah emosi ketika mengingat kejadian yang ia alami barusan.


"Argh... sebel, sebel. Kenapa sih, setelah pindah sekolah bukannya membaik malah makin parah. Apalagi ketemu dua cowok yang aneh. Argh... bisa - bisa gue cepet naik tekanan darahnya." Kata Elmi di dalam hatinya yang sedang emosi.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2