
Sementara Elmi, saat ini ia sedang fokus membaca buku yang baru saja di ambil olehnya.
Reyhan kemudian datang menghampiri Elmi yang sedang fokus membaca itu.
"Hay... boleh gue duduk di samping lo?" Kata Reyhan pada Elmi.
Elmi pun langsung menganggukkan kepalanya. Pertanda bahwa ia mengizinkan Reyhan untuk duduk di sampingnya.
"Makasih." Kata Reyhan tak lupa mengucapkan terimakasih pada Elmi.
Lagi dan lagi Elmi hanya menganggukkan kepalanya tanpa berniat mengalihkan pandangannya itu dari buku yang sedang ia baca saat ini.
"Ehem... fokus banget kayanya ya. Lagi baca buku apa sih?" Kata Reyhan mencoba mencari topik. Karena sedari tadi ia terus di abaikan Elmi.
"Ini gue lagi baca buku sejarah." Kata Elmi menjawab ucapan Reyhan.
"Oh, suka tentang sejarah - sejarah kah?" Kata Reyhan menjawab ucapan Elmi.
__ADS_1
Dengan cepat Elmi pun menggelengkan kepalanya.
"Loh, kalau kamu nggak suka. Tapi, kenapa kamu baca buku sejarah?" Kata Reyhan yang terheran - heran.
"Karena butuh dan perlu, makannya walaupun gue nggak suka baca buku sejarah. Tapi, karena gue butuh, gue ngga bisa ngapa - ngapain lagi. Selain baca nih buku." Kata Elmi sambil menunjukan buku yang ia baca.
Saat itu pun, pandangan Elmi mulai melihat ke arah Reyhan. Ia mulai terkejut karena nggak nyangka bahwa sedari tadi orang yang berbicara dengannya adalah Reyhan, orang yang ia temui di perpustakaan.
"Eh... lo, ko bisa ada di sini." Kata Elmi bertanya pada Reyhan.
"Hem... jadi gitu ya, gue kira lo ikutin gue." Kata Elmi yang salah mengira.
"Nggak ko ini hanya kebetulan aja. Tapi, nggak tau kalau nanti." Kata Reyhan sedikit ambigu saat menjawab ucapan Elmi.
"Maksud lo nanti?" Kata Elmi yang tak paham dengan ucapan Reyhan, sehingga ia pun bertanya pada Reyhan.
"Lupain aja deh, gue kayanya salah bicara." Kata Reyhan memilih untuk meminta Elmi melupakan ucapannya barusan.
__ADS_1
Beruntung Elmi langsung setuju dan tak memperpanjang ucapannya itu.
"Ya sudah kalau itu yang lo mau." Kata Elmi yang setuju ucapan Reyhan.
"Em... gimana perasaan lo saat membaca buku sejarah itu." Kata Reyhan yang mulai mencari topik pembicaraan yang lain.
"Campur aduk sih." Kata Elmi menjawab asal ucapan Reyhan.
"Ko bisa campur aduk. Emang apa aja yang lo rasakan." Kata Reyhan menjawab ucapan Elmi.
"Ya gitu, banyak yang gue rasain. Ada sedih, senang, kesal, suntuk dan tentu lelah. Karena banyak banget tulisan. Di tambah sama banyak juga tahun. Gue kan jadi pusing karena banyaknya tulisan." Kata Elmi menjawab ucapan Reyhan.
"Kalau banyak rumus namanya bukan buku sejarah dong. Tapi, buku matematika sama fisika. Kalau buku sejarah udah pasti banyak tahun sama tulisan. Ck... absurt juga ternyata lo." Kata Reyhan yang tak habis pikir dengan jawaban Elmi saat ini.
"Abisnya lo sih, bertanya sesuatu hal yang udah jelas lo sendiri tau jawabannya. Ini malah di tanyain lagi. Kan kesel gue jawabnya juga." Kata Elmi menjawab ucapan Reyhan.
Bersambung...
__ADS_1