Merried With Adam

Merried With Adam
10. Rasa Bersalah


__ADS_3

Om Andrew. . .". Teriak Natan keras dan tendang bola tepat kearah Andrew.


"Hey dude, mau main bola".


"Ayukk Om, kita tanding".


"Oke, siapa yang menang dapat apa?".


"Apapun". Ucap enteng Natan.


Mendengar itu, Andrew jadi semangat dan tidak mungkin dia kalah dari bocah 8 tahun main bola.


Natan tendang bola ke gawang dan . . .


"Gooooll, yeeeh, i'm the winner". Sorak Natan heboh dan benar Natan lebih unggul skor nya dari Andrew.


"Gimana om Andrew, Natan jago kan?".


"Heh, iya deh bocil kamu jago, mau apa?".


"Hmm Natan mau.. . .".


"Nataan, mandi sore dulu". Teriak Kinara dari dalam rumah.


"Haha tu Jagoan dipanggil mami mandi sore dulu, sana gih, nanti mami ngamuk".


"Besok ya om kita lanjutin bisnis kita, awas loh kalau om sampai ingkar janji, sama kayak papi".


"Iya om janji". Natan sudah berlari kearah mami nya dan menghilang, "Om tidak akan pernah ingkar janji seperti papi kamu Natan". Lirih Andrew kemudian pergi dari sana.


Ketika mobil Andrew akan keluar gerbang rumah, Angela berselisih dengan nya.


"Itu kan mobil Andrew, ngapain dia kerumah ya, ketemu gue. Tapi kok dia gak nelfon dulu ya, aneh".


Angela sudah keluar dari mobilnya dan memanggil pak Indra.


"Pak Indra, ngapain tadi Andrew kesini?".


"Nyariin non Angela, namun karena non belum pulang, Pak Andrew main bola sama Natan".


"Ha? Main bola".


Angela jadi tidak enak hati, dia menelfon pacarnya tersebut.


[Bebih, tadi maaf ya kamu kerumah aku nya gak ada].


[Iya, besok aku kesana lagi]. Balas Andrew dari seberang sana.


[beneran bebih, oke deh aku tungu kedatangan kamu besok bebih, love u].


"issh dasar kulkas, ngomong irit banget gak ada romantisnya jadi cowok, mending si Ferdy".


Angela masuk kedalam rumah dan menginjak mainan mobilan Natan, dia terjungkal kelantai.


"Aww, sakit, Natan mana lu !!, ini mainan lu mau gue bakar ha".

__ADS_1


"Ada apa Angela". Tanya Kinara padanya.


"Lu gak bisa jadi ibu ya mbak, mainan anak lu berantakan gak lu bersihin, gue ampe jatuh gini, dasar lu gak becus".


"Maafin mbak ya Angela".


"Gak perlu pegang gue, najis gue pegang tangan lu".


***


Malam hari, Adam dan teman band lain sudah selesai latihan menjelang tour konser yang akan segera dilakukan beberapa hari lagi.


Adam merebahkan diri didalam kamar pribadi di dalam studio miliknya. Adam meraih benda pipih yang bergetar sedari tadi.


[halo anak ganteng papi, lagi ngapain?]. Natan melakukan video call dengan papi nya.


[mainan pi].


[maksudnya?, oh iya papi baru ingat, besok kita beli ya dek].


[gak usah, ada om Andrew kok yang mau beliin, dia gak ingkar janji kayak papi, udah ya pi, bye].


[Nat. . ]. Belum selesai Adam melanjutkan bicaranya dimatikan sama Natan.


"Apa benar gue sering ingkar janji". Pikir Adam dan dia menghembuskan nafas kasar.


"Fokus dam, fokus, urusan anak ada Kinara, ya. . .gue gak perlu mikirin mereka, gue transfer aja uang buat beli mainan Natan pada Kinara".


Adam membuka aplikasi e-banking nya dan men transfer sejumlah uang kepada Kinara. Dan beberapa menit kemudian pesan masuk ke ponsel Adam.


[beli mainan Natan].


[gimana dengan acara ulang tahun Nada, dua hari lagi mas].


[bagi dua aja uangnya, itu udah lebih dari cukup].


[bukan uangnya mas. Tapi kamu nya bisa hadir tidak, kamu sudah janji sama Nada sebulan yang lalu mas].


Adam tertegun, lagi lagi dia tidak bisa menepati janjinya. Adam mengusap wajahnya kasar dan tatapan nya kosong ke depan.


Ada terbesit rasa bersalah dalam diri Adam, kenapa dia bisa berubah seperti ini, mengacuhkan keinginan anak - anaknya dan bahkan tega berselingkuh.


Mungkin Adam sudah berada di titik jenuhnya berumah tangga, Adam sendiri merasa kan hal itu, dia ingin merasakan wanita lain berada dalam hidupnya.


Karena selama menikah dengan Kinara, selalu ada rasa bersalah menyelimuti Adam, rasa yang selalu menghantui Adam, dia pernah melakukan hal fatal dimasa lalu dan itu membuat Adam harus menikah dengan Kinara.


Bukan hal hamil diluar nikah, tapi Adam lah orang yang menabrak ibu Kinara dan beliau meninggal dunia, Adam yang baru SMP ketika itu dibelikan mobil oleh papa nya.


Adam langsung saja mencoba mengendarai mobil barunya di jalanan yang sepi di Kota dia tinggal dulunya.


Adam hilang fokus, disuruh injak rem sama papa nya, malah terus injak gas dan membuat mobil melaju sangat kencang. Tiba tiba saja ibu Kinara menyebrang jalan dan terjadilah kecelakaan itu.


Adam dan papa nya panik, mereka keluar mobil dan melihat kondisi ibu itu terluka cukup parah.


"paa. . Kita tolong bawa ibu ini ke rumah sakit ya pa".

__ADS_1


"tidak usah ADAM BASKARA, pasti akan ada yang menolong dia".


"ta- pi pa, hiks".


Jangan jadi anak cengeng kamu, diamlah, segera kita pergi dari sini".


Bayangan masa lalu itu terlintas lagi dihadapan Adam.


"Kalau gue nyelamatin ibunya Kinara, pasti dia masih hidup sekarang, kalau gue ikutin mau nya papa buat jadi penerusnya gue gak bakalan dipaksa nikah sama Kinara". Adam bergumam sendiri.


Sebenarnya Adam dipaksa nikah dengan Kinara sebab, Adam menolak menggantikan papa nya meneruskan perusahaan.


"boleh saja kamu jadi anak band Adam, tapi ingat kamu dan papa akan masuk penjara karena kita berdua telah membunuh ibu nya Kinara, kamu ingat itu Adam".


"Adam janji akan turutin mau papa".


"Kamu nikahin Kinara dan kasih papa cucu laki-laki, dengan itu rahasia kita berdua akan aman, dan satu lagi".


"apa pa?".


"jangan pernah kamu menceraikan Kinara apapun yang terjadi".


"kenapa gitu pa?".


"dia bisa saja menuntut kamu atas kematian ibu nya".


"kinara kan tidak tau tentang itu pa".


"ada satu orang yang tau tentang kejadian itu Dam".


"siapa pa?".


***


Pagi hari minggu ini, papa dan mama Adam pergi keluar kota, ada acara nikahan kerabat dekat. Angela dipaksa ikut sama mama dan akan dicarikan suami yang tajir.


Mendengarkan hal itu Angela jadi antusias dan ikutlah dia pergi bersama kedua orang tua nya dan melupakan hal penting, yaitu bertemu dengan Andrew di rumah.


"thank mbak Lala infonya, nanti akan saya transfer uang dan mbak lala ajak semua orang di rumah jalan - jalan, Ferdy akan bawa kalian semua". Ucap Andrew melalui sambungan telfon dengan mbak lala.


Yup benar, mbak Lala adalah orang Andrew yang ditugaskan untuk mengabarkan setiap kejadian di rumah itu kepada nya. Bisa disebut mata - mata Andrew.


Andrew jadi bisa dengan leluasa sekarang bertemu Kinara dan mengajak kedua anaknya pergi.


"Mbak Lala dan mbok Surti mau kemana, rapi bener?". Sapa Kinara pada kedua orang tersebut.


"tau ni mbak Kinara, tumbenan si Lala ngajak ke Mall, dia bilang mumpung gak ada nyonya Melli".


"hihi, sekali kali cuman atuh mbok, yuk ah mobil pacar aku udah nungguin tuh".


"cielah gayanya pacar, kalau gitu kita pergi dulu ya mbak Kinara".


"hehe yaudah hati hati, jangan keduluan mama pulang, bisa gaswat".


"ashiaap mbak Kinara".

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2