
Andrew Kim sudah mulai menempati rumah Baskara atas permintaan Angela, tentu Angela kena ancam oleh Andrew kalau tidak mengizinkan dia tinggal di rumah itu.
"Sore den Andrew, apa mau saya bawakan teh" sapa Mbok Surti ramah.
"Eh boleh mbok Surti, sekalian juga cemilan nya, hehe"
"Baik den Andrew"
Andrew sedang duduk dibalkon atas menikmati suasana sore hari.
"Seharus nya sedari dulu saya juga tinggal disini, pasti hangat karena seluruh keluarga kumpul"
Mata Andrew tertuju pada Kinara yang sedang bermain bersama kedua anak nya di ruangan santai.
"Ditambah lagi kalau Kinara menjadi istri saya, ah pasti bahagia dan sempurna sekali hidup ini"
Andrew fikiran nya melayang jauh, dia masih teringat dengan kabar yang di beritahu oleh Molense, teman nya diluar negeri yang mengatakan bahwa ada yang mencari Andrew.
Dia mencari tau keberadaan Andrew dengan menyebutkan nama waktu kecil Andrew Kim yaitu Andreas Pratama Baskara. Dan yang lebih mengejutkan Andrew bahwa wanita itu mengaku adalah ibu Andrew.
Sedangkan yang Andrew yakini sedari kecil, ibu nya sudah meninggal. Tidak mungkin bisa hidup kembali fikir Andrew, namun kenyataan nya ibu Andrew masih hidup.
"Argh benar, saya masih ada yang harus diurus, saya ke kantor dulu" Andrew berdiri dan tidak sengaja menabrak Queen Nada.
"Duh maaf Nada, om Andrew gak sengaja, gak lihat kamu soal nya"
"Iya om, selow aja, hehe"
"Ini den Andrew teh nya"
"Kasih ke anak cantik ini aja mbok, saya buru buru kekantor"
***
Setelah Andrew menelfon dan memastikan hal itu lagi pada Molense, Andrew memutuskan untuk pergi keluar negeri menemui Molense. Andrew masih belum percaya ibu yang selama ini meninggal mencari diri nya.
"Ferdy, siapkan segala nya, saya akan pergi ke luar negeri malam ini juga"
"Baik pak Andrew, dan bagaimana dengan istri anda"
"Ah saya lupa, kamu urus juga dia, bawa saja dia ke apartemen kamu Fer"
"Tapi pak. . "
"Saya tidak bisa menerima penolakan, faham"
"Maafkan saya pak Andrew"
Ferdy sebenar nya senang sekaligus cemas karena harus menjaga Angela selama Andrew pergi keluar negeri.
"Arrgh, kenapa keadaan nya jadi rumit gini sih, semoga badai ini cepat berlalu" lirih Ferdy dan keluar dari kantor Andrew.
Semua sudah disiapkan oleh Ferdy dan menjemput Angela kerumah, setelah itu mengantarkan Andrew menuju bandara.
Tanpa bertanya dan berkata apapun Angela hanya sibuk memainkan ponsel nya.
"Duh aduh, perut gue sakit ni"
"Buk Angela anda kenapa?"
"Tau ni tiba tiba sakit banget ni perut"
"Pak Andrew, kita bawa buk Angela ke rumah sakit sebentar ya pak"
"Takut banget kamu Ferdy, itu bayi kalian mulai nendang kali"
"Apa benar begitu buk Angela"
__ADS_1
"Mana gue tau, eh tapi udah hilang ni sakit nya, mmh Ferdy, gue mau makan es duren"
"Es durian?"
"Iyaa. .es durian asli itu loh"
"Cari kemana buk es durian malam gini"
"Pokok nya harus dapat, gue nggak mau tau"
Angela ngambek dan Ferdy jadi tidak tau harus berbuat apa, sementara Andrew diam saja tidak bereaksi apa apa.
"Pak. ."
"Antarkan saya dulu, baru kamu turutin ngidam nya Angela, faham"
"Baik pak, terima kasih pak"
Ferdy tersenyum senang dan melihat Angela dari spion kebelakang rupa nya Angela sudah tertidur.
"Kamu cantik sekali Angela" desis Ferdy dan mungkin saja terdengar oleh Andrew.
"Kalau dia memang cantik, nikahin dia setelah anak nya lahir Ferdy dan saya akan menceraikan dia"
"Bu bukan begitu maksud saya pak"
"Saya sudah tau kalian berdua saling mencintai, sudahlah Fer tidak usah kamu pungkuri itu"
"Maafkan saya pak Andrew"
"Saya yang harusnya minta maaf sama kamu, saya yang sudah membuat kamu terjebak"
"Bukan salah anda pak Andrew, saya juga sudah kelewat batas dan membuat Angela hamil, seharusnya saya tidak melakukan itu"
"Itu tanda nya kalian saling cinta dan membuahkan hasil nya, yaitu janin dirahim Angela, bukan begitu"
"Nah gitu, baru laki, haha"
"Bapak bisa aja, saya malu"
Angela sebenar nya tidak tidur, dia mendengarkan semua percakapan itu, sedikit terharu dan senang mendengar pengakuan Ferdy.
***
"Buk Angela bangun, kita sudah sampai di tempat es durian"
"Hah? Apa?, es duren"
"Iya buk Angela tadi anda bilang ingin makan itu, dan maaf sudah kemalaman"
"nggak jadi mau makan itu, kita ganti menu aja"
Angela turun dari mobil dan duduk di kursi depan.
"Lets go"
"Baik buk"
"Ish, kaku banget sih lu, kan Andrew udah pergi, gimana kalau panggil beby ajah"
"Ngh maaf saya tidak bisa"
"Terserah lu aja dah, gue mau makan seblak aja"
"Apa boleh ibu hamil makan yang pedas?"
"Boleh aja sih setau gue"
__ADS_1
"Saya telfon teman saya sebentar dia dokter kandungan"
"Buat apa sih?"
"Tanya ke dia apakah ibu hamil itu . . ."
Cup Angela mengecup pipi Ferdy, "Udah yuk kita jalan, nanti semua kedai makanan tutup lagi"
"Ba baik buk"
Pipi Ferdy merah padam dan dia melajukan mobil dengan pelan agar Angela tidak terlalu goyang goyang dan membuat perut nya sakit, Ferdy menjaga bayi nya.
Angela menghidupkan musik dan bernyanyi mengikuti nada dan alunan lagu, suara Angela cukup merdu dan Ferdy jadi terharu.
"Stop stop Fer"
Ciitt, suara decitan rem mobil dan roda mobil yang bersentuhan dengan aspal.
"Kenapa buk berhenti disini"
"Itu ada jajanan korea, gue mau Fer"
"Pasti kebanyakan gorengan, tidak baik makan itu buk"
"Ah bodoh amat, gue turun"
"Buk Angela, tunggu saya buk, aish dasar keras kepala" Ferdy memarkirkan mobil dulu dan segera turun kemudian berlari menyusul Angela.
"Fer Fer, gue mau itu, corndog, trus yang itu juga, apa namanya kimchi trus. . "
"Iya nanti saya belikan semua, ibuk duduk dulu disini, tenang tenang"
Angela manyun dan membuar Ferdy gemas, Ferdy mengusap lembut rambut panjang Angela yang terurai.
"Sabar, ibu hamil harus banyak sabar ya"
"Hm"
"Gadis pintar"
Ferdy memesan kan semua makanan korea kesukaan Angela, begitu sudah berada di meja, Angela cuma mencicipi sedikit dan kemudian memberikan pada Ferdy semua nya.
"Kenapa cuma diicip seiprit buk?"
"Ya gimana ya Fer, nama nya juga lagi ngidam, he cuma mau sedikit aja"
"Ada ada saja kelakuan nya"
Ferdy tidak marah sama sekali dengan sikap Angela, dia malah semakin gemas dan semakin cinta dengan Angela, rasa cinta yang begitu besar dan salah sasaran.
Ferdy pernah merasa tidak pantas untuk mendekati Angela, namun waktu itu karena Andrew memaksa Ferdy untuk menggoda Angela, sebagai mata mata dan jadi nya Ferdy keterusan dan menaruh perasaan dalam terhadap Angela.
Namun beruntung sekarang Ferdy bisa menjaga dan melindungi Angela walaupun cuma sebagai asisten nya. Ferdy juga merasa kasihan, Angela cuma menjadi korban atas ketamakan orangtua nya.
"Fer, gue mau pipis, kebelet banget"
"Ya ampun, tahan sebentar buk, di sini tidak ada toilet, kita cari toilet umum"
"Udah ayuk Fer"
Angela memegang tangan Ferdy, dan berlari kecil.
"Stop"
"Ada apa sih Fer?"
"Tidak boleh berlari, di larang" tanpa aba aba Ferdy menggendong Angela masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
Bersambung.