
"Beby, kamu sudah datang, aku udah lama nungguin kamu." Ucapan manja Angela kepada Andrew Kim.
Dan Angela segera memeluk tubuh kekar pacar ganteng nya itu. Namun Andrew tidak sama sekali membalas pelukan Angela.
"Ada perlu apa datang pagi - pagi gini kekantor saya?."
"Tara. . .aku bawain kamu sarapan sayang. Sandwich isi kesukaan kamu beby."
"Saya sudah sarapan tadi di apartemen. Kamu tidak perlu repot Angela."
"Dingin banget sih kamu. Kayak kulkas, tapi gak apa, aku tetap suka."
Andrew berjalan ke dekat meja kerjanya dan mengambil mac-book, kemudian berniat pergi.
"Eh eh beby, mau kemana, kok ninggalin aku sendirian sih disini."
"Saya ada rapat."
Andrew sudah pergi dari kantornya dan tinggal lah Angela sendiri lagi.
"Ish gak peka banget sih jadi cowok, dasar cowok dingin".
Ceklek, terdengar suara pintu kantor Andrew terbuka lagi,
"Beby kamu kembali lagi." Pas Angela membalikkan badan ternyata bukan Andrew yang datang. Melainkan Ferdy Tan. Asisten pribadi Andrew dan juga menjadi kaki tangan Andrew.
"Kamu. . ish bikin jantungan aja, sini peluk dulu, gak kangen sama aku."
"Hmm kangen banget dong, sayang."
Mereka berdua berpelukan, bahkan sekarang dalam jarak yang sedekat itu mereka berdua berciuman panas.
Sementara itu, Andrew melihat dilayar mac-book nya adegan dua insan itu didalam kantornya.
"Dasar sampah." Runggut Andrew dan mematikan mac-book itu, dia berjalan menuju ruangan rapat.
CCTV di ruangan Andrew selalu terhubung dengan gadget milik nya, jadi apapun dan siapapun yang datang dan melakukan apapun, Andrew akan tau.
"Udah ketemu belum sayang file nya?." Tanya Angela mesra pada Ferdy.
"Hmm lagi aku usahain cari sayang, sabar ya." Ucap Ferdy dan mengelus lembut rambutnya Angela.
"Oke deh, kabarin aku ya sayang. Aku balik dulu, percuma juga aku acak acak kantor Adrew gak nemu apapun."
"Mau aku anterin pulang sayang?."
"Gak usah, aku bawa mobil sendiri."
Drt drt ponsel Ferdy bergetar.
"Ya pak, baik saya akan segera kesana."
"Siapa yang nelpon?." Tanya Angela berbisik pada Ferdy.
"Bos aku, alias pacar kulkas kamu, hehe yasudah yuk pergi."
"Yuk sayang."
***
__ADS_1
Di ruangan rapat,
Brak, sraak, Andrew melemparkan semua dokumen di atas meja hingga berserakan di atas lantai.
"Gak becus kalian semua, apa yang kalian lakuin ha, hingga rugi milyaran gini, sial."
"Ini pasti ada kesalahan pak Andrew, akan segera saya selidiki."
"Cepat bereskan semuanya Ferdy, kalau tidak kepala kau akan melayang."
Dengan begitu emosi Andrew menatap semua staff karyawan dan terutama kepada Ferdy Tan, ingin rasanya Andrew melahap dirinya utuh.
"Dan buat kalian semua juga, tidak ada yang boleh pulang hari ini, sebelum semua masalah ini selesai, bila perlu sampai lusa kita di kantor."
Banyak dari staff merasa ngeri kepada Andrew dan mereka hanya bisa menelan saliva. Tidak ada yang berani membantah ucapan Andrew mereka hanya diam saja.
Cuma Ferdy Tan yang berani menjawab perkataan Andrew Kim, seorang CEO perusahaan telekomunikasi terbesar dan juga bersikap dingin, sedingin es kutub utara. Dan juga galak.
Andrew hanya akan nurut dan patuh kepada sang nenek, karena memang Andrew sedari kecil hanya diasuh oleh sang nenek. Kedua orang tua Andrew bercerai dan tidak ada yang mau mengasuh Andrew.
Cuma sang nenek yang berhati lembut, membesarkan Andrew seorang diri dan mendidiknya hingga sukses seperti sekarang.
Namun, sang nenek telah pergi untuk selamanya hingga Andrew merasa tidak ada yang pantas dia hormati maupun disayang di atas dunia ini, semuanya hanya kemunafikan yang tertera.
Namun kenapa Andrew Kim berpacaran dengan Angela Sera Baskara. Itu dikarenakan ada dendam di hati Andrew terhadap Baskara.
Dendam yang sudah tertanam di hati Andrew ketika dia masih kecil. Dendam nya harus Andrew tahan dulu sampai Andrew mendapatkan yang dia inginkan dari Baskara.
Baskara juga memanfaatkan anak gadisnya untuk mencuri data perusahaan Andrew, untuk menghancurkan saingan perusahaan nya itu. Baskara ingin perusahaan nya saja yang terdepan.
Andrew menatap foto lama yang dia pegang, itu adalah foto masa kecil Andrew dengan kedua orangtuanya, sudah banyak lipatan dan dilakban di banyak sisi.
"Lihat saja nanti Baskara, keluarga bahagia lu akan saya hancurkan."
Tok tok.
"Masuk, apa yang diminta sama perempuan sampah itu Ferdy?."
"Dia masih mencari file itu pak Andrew, tapi saya bilang masih belum menemukan nya."
"Ck, bagaimana ciuman mu bersama dia, tampak kau menikmati nya."
"Ah bukan begitu pak, saya cuma terlalu mendalami peran pak, he."
Ferdy menggaruk kepala nya yang tidak gatal sama sekali, "maafkan saya pak, lain kali tidak akan melakukan didalam kantor anda."
"Tidak usah kau minta maaf, sudah sana pergi."
"Baik pak, permisi."
***
"Kalian pada ngomongin gue ya." Kata Angela kepada anggota geng nya yang sedari tadi sudah menunggu dia di restoran mewah itu.
"Ieuh, pede banget you, ada gosip terhangat, you udah dengar."
"Apaan, gue gak tau, cerita in."
"Sini sini, lu pada tau kan si Farah, yang pacarnya Gilbran. Dia ketauan wikwik di rumah nya, dan diarak sama warga."
__ADS_1
"What the hell !, seriusan lu."
"Ho'oh, jadi lah dia pusat perhatian seantero komplek rumah nya."
"Tapi kok ya bodoh banget main sampai ketangkap basah gitu."
"Auk deh ah, udah kebelet kali, terus lupa kunci pintu, dan ketauan deh, haha."
"Mampus dah tuh si Farah, haha senang gue." Angela senang karena tidak ada saingan dia lagi di geng sosialitanya.
Angela memang kalah saing dari Farah, karena Farah memiliki segalanya melebihi Angela, Gilbran pun lebih memilih Farah ketimbang Angela yang sama jadi perebutan kedua cewek itu.
Angela merasa dia menang sekarang atas Farah, wajah Angela menunjukkan ekspresi sangat bahagia.
Ditempat lain, Andrew melajukan mobil mewahnya kencang menuju kediaman Angela. Dia sengaja ke rumah Angela sekarang untuk sekedar bertemu Kinara.
"Sore pak Andrew, mau ketemu non Angela ya."
"Iya pak Indra."
"Silahkan masuk pak."
Pak Indra membukakan pintu gerbang besar nan tinggi itu. Sudah sampai dihalaman rumah, Andrew memperhatikan di kebun. Ada Kinara di sana sedang menyapu dedaunan yang berguguran.
Andrew sudah tau, walaupun Kinara tengah hamil, keluarga Adam tidak akan memperlakukan Kinara bagai Ratu di rumah itu.
"Mau aku bantuin Kina?."
"Eh, Andrew, hehe jangan, nanti sepatu kamu kotor."
"Lah emang kenapa kalau sepatu ku kotor, kan bisa dibersihin."
"Hehe, ya gak enak aja masak tamu disuruh nyapu daun kering."
"Ah biasa aja kali Kina, hmm kalau gak mau dibantuin juga gak apa."
"Hehe aku bisa sendiri kok Andrew."
"Iya deh, menantu rasa pembantu, hmm gimana keadaan kehamilan kamu sekarang."
"Tunggu, tunggu dari mana kamu tau kalau aku lagi hamil?."
"Itu mudah, lihat aja perut kamu udah mulai buncit sedikit, benar kan ucapan aku."
"Perasaan masih datar gini deh, atau kamu yang waktu itu nganter aku ke rumah sakit ya?."
"Hm i-tu. . "
"Om Andrew. . ." Teriak Natan keras dan tendang bola tepat kearah Andrew.
"Hey dude, mau main bola."
"Ayok Om, kita tanding."
"Oke, siapa yang menang dapat apa?."
"Apapun" Ucap enteng Natan.
Bersambung.
__ADS_1