
Siang itu, diam diam Andrew mengikuti kemana Baskara pergi, dia ingin tau siapa wanita yang bersama dengan Baskara.
Mereka berdua masuk kedalam restoran ruangan VIP dan Andrew pun mengikuti, namun langkah nya terhenti karena dilarang masuk oleh staff hotel.
"Maaf pak, anda tidak bisa masuk"
"Kenapa tidak bisa?"
"Karena di dalam ada pimpinan sedang makan siang"
"Maksud nya, Paula Rosie?"
"Benar pak, jadi tolong pergi sekarang"
"Saya harus bertemu dengan dia"
Andrew menyerobot masuk dan mendorong pintu namun staff hotel menghalangi Andrew.
"Apa yang anda lakukan pak, saya bilang pergi"
"Saya harus bertemu dia" Andrew terus saja berusaha masuk dan terjadi kegaduhan.
"Hentikan, ada apa ini?" Teriak Rosie.
Andrew menatap lekat Rosie dan seketika Rosie terjatuh dari berdiri nya.
"Andreas, apa itu kamu nak, mendekat sini nak" suara Rosie terdengar sendu.
Andrew melangkah mundur dan belum berani mendekati wanita itu di tambah lagi Baskara juga berdiri di sana.
Hati Andrew menjadi tak karuan dan air mata nya menetes di pipi, terus melangkah kebelakang hingga menabrak dinding, Andrew berdiri mematung.
"Rosie, apa dia Andreas?, anak kita dahulu?" Tanya Baskara.
"Benar Bas, dia adalah anak kita, Andreas Pratama Baskara"
"Tidak mungkin Rosie, dia itu Andrew Kim, menantu saya, suami nya Angela, kamu jangan berbohong"
"Andreas mengganti nama nya menjadi Andrew Kim, dan hidup lama di luar negeri, bagaimana bisa dia menjadi menantu kamu, apa kamu benar benar tidak mengenali dia Baskara?"
"Ti tidak mungkin, ini gila, ARGH. . .!"
Baskara berteriak frustasi menerima kenyataan ini, sudah dua kali dia di buat terkejut seharian ini.
Pertama, mengetahui istri pertama nya masih hidup, dan kedua sang menantu adalah anak kandung nya sendiri.
Benar benar membuat Baskara menjadi gila, dia membenturkan kening nya beberapa kali ke dinding, sedangkan Paula Rosie mencoba berdiri dan mendekati Andrew.
Paula Rosie dan Andrew jarak mereka sangat dekat sekarang, Rosie mengangkat tangan nya dan membelai rambut Andrew, reaksi Andrew hanya diam.
"Kamu sudah besar anak ibu, ibu minta maaf, sungguh maafkan ibu mu ini, hiks"
Paula Rosie menangis dan dia terduduk, "Ibu tidak ada niatan menelantarkan kamu Andreas, tapi keadaan yang membuat kita berjauhan, sungguh ibu menyesal, hiks"
"Ketika ibu akan menjemput kamu di rumah nenek waktu itu, ibu mengalami kecelakaan, mobil ibu masuk jurang dan terbakar, beruntung ibu masih selamat walaupun tubuh ibu ikut terbakar Andreas"
"Selama hidup ibu terus berusaha mencari kamu nak, percaya lah, ibu terus mencari kamu, hingga bulan kemarin ibu tau kamu juga di Ausie, ibu terus cari informasi tentang kamu"
__ADS_1
"Ibu juga senang kamu akan menikah, tapi tidak menyangka kamu menikahi anak nya Baskara, apa kamu tau kalau dia adik tiri kamu?" Andrew mengangguk tanda dia mengetahui.
"Apa kamu juga sudah lama tau kalau Baskara itu. . "
"Iya saya tahu" Jawab Andrew tegas, kemudian Andrew ikut duduk dan berhadapan dengan Rosie.
"Saya hanya mencari kebahagiaan hidup saya sendiri, jadi jangan anda merusak nya, saya sedari kecil sudah tidak punya orang tua, mereka sudah mati"
Andrew berdiri dan berjalan keluar, menatap langkah pasti menuju rencana yang selama ini sudah tersusun rapi, tapi seolah hancur semua karena kehadiran sosok yang menyebut diri nya ibu.
"Saya akan membuat kalian semua menyesal" Ucap Andrew dan dia menelfon Ferdy.
[Fer, saya sudah pulang, saya akan ke sana sekarang juga].
Sambungan telfon terputus dan Andrew melajukan mobil dengan sangat kencang menuju apartemen Ferdy.
***
"Siapa yang menelfon sih?"
"itu pak Andrew?"
"Apa, Andrew sudah pulang, kok cepat banget sih" sunggut Angela tidak terima karena harus bertemu lagi dengan Andrew.
"Saya tidak tau buk Angela, dan pak Andrew sebentar lagi akan datang kesini"
"What !!, kenapa hari sial ini datang begitu cepat sih"
"Buk Angela. . ."
"Baik buk"
Segera Ferdy keluar apartemen dan menunggu Andrew di luar, dia juga tidak senang karena hari hari nya menatap wajah Angela dari dekat sudah berakhir.
"Apalagi sekarang ya, huah saya pusing, kayak nya mesti healing sendiri, saya harus lakukan itu"
Ferdy tanpa sengaja bertabrakan dengan seseorang.
"Maaf mbak saya nggak . ."
Bruak, tubuh kekar Ferdy jatuh ke lantai.
"Good job Bri, ayo kita angkat pria ini ke sana"
"Gak usah Achel, biar aku saja sendiri, aku kan kuat kayak Batman, hehe"
"Yaudah angkat sendiri"
"Tapi kalau di fikir fikir berat juga, hehe, aku seret aja deh"
"Terserah"
Rachel dan Brian memberikan obat tidur disapu tangan yang dibekapkan ke hidung Ferdy, sehingga membuat Ferdy pingsan seketika. Dan mereka berdua sudah berhasil menggotong tubuh Ferdy Tan masuk ke dalam ruangan kosong.
Selanjutnya mereka akan menculik Angela.
"Yang ini kan tadi kamar nya?"
__ADS_1
"Iya Achel, duh pelupa banget kamu"
"Sudah ketok pintu nya, bilang ada paket gitu"
"Ya kali diketok Achel, kan ada bel, di pencet tingtong tingtong"
"Yaudah, bawel ya udah cepatan"
"Baik non Achel sayang, uuh gemesh deh ah"
Ting tong ting ting
Kreek pintu apartemen terbuka.
"Siapa ya?"
"Mbak Angela kita dari skincare abc mau ini apa namanya, boleh kita masuk mbak" Rachel menyerobot masuk dan Angela terdorong hingga kedalam.
"Kalian berdua mau maling ya, saya teriak ni. .. "
"Duh mbak, kita bukan maling, tapi mau nyulik mbak Angela" ucap Brian.
"Ke kenapa nyulik gue, berapa kalian dibayar ha, sini saya bayar 10 kali lipat harga nya"
"Haha mbak Angela ini lucu juga ya Achel, udah mbak, nurut aja, kita pergi dari sini baik baik, oke"
"Nggak, gue nggak mau, tolooong gue mau diculik, toloong"
"Bri, ikat aja dia, brisik"
"Siap bos Achel"
"He eh lu mau apain gue, pergi nggak, gue bilang nggak mau, gue lagi hamil ni" Angela menarik masker yang dipakai Brian
"Ha?, apa kok cepat banget lu hamil"
"Elo Brian kan, teman band kak Adam, ngapain lu nyulik gue ha, dasar breng sek lu Brian, pergi nggak, gue aduin kak Adam mau lu ha"
"He eh tenang tenang, kita main aman, oke Angela, makanya ikut aja, nanti gue ceritaiin didalam mobil, tapi kok cepat banget lu hamil nya?"
"Bukan urusan lu, gue mau diculik, tapi beliin gue makanan dulu, gue laper"
"Banyak tingkah ni cewek, buruan Brian"
"Heh lu ngatain gue, siapa lu?"
"Kamu ggak perlu tau siapa saya, kamu mau dikasarin apa?"
"Ya nggak lah"
"Udah udah para cewek cewek cantik damai ya, yuk sekarang kita pergi" bujuk Brian agar mereka berdua berhenti adu mulut.
Tak lama berselang, Andrew pun datang ke Apartemen, tidak seorang pun berada di sana.
"Ferdy. . .Angela . . dimana kalian?"
Bersambung.
__ADS_1