Merried With Adam

Merried With Adam
28. Keguguran


__ADS_3

"Vicko. . ."


"Apa Manda sayang."


"Itu si Adam bilang gue di keluarin dari band, sialan tu si Adam, emang dia pikir dia bos disini."


"Kapan dia ngomong seperti itu sama kamu Manda?."


"Tadi Vicko, ish gue kesal banget sama dia."


"Udah nanti biar gue urus, lu masih nyimpan kan video itu."


"Kayak nya masih."


"Lu kirim aja sama gue, gue jamin dengan video itu, karir Adam perlahan akan hancur, haha."


"Haha itu yang gue mau, belagu banget dia, udah ya bye."


Amanda bisa bernafas lega, karena dengan ada Vicko di belakang nya, Adam tidak akan mudah mengeluarkan nya dari band. Amanda melajukan mobil nya pulang ke rumah.


Sementara itu Adam mencari istri nya di rumah tidak di temukan, kedua anak nya sudah tidur di dalam kamar. Kemana Kinara?.


Adam menghubungi nomor ponsel istri nya itu tidak aktif. Adam fikir Kinara ke rumah bapak nya, dia segera pergi ke sana. Ponsel Adam bergetar sebelum dia naik mobil.


"Halo pak, apa Kinara ada disana pak?."


"Kinara , apa kamu kehilangan istri mu Adam?, apa kamu tau yang terjadi pada dia?."


"Kinara baik baik saja kan pak, jangan buat saya cemas pak."


"Saya sudah sangat percaya sama kamu Adam, maka nya saya izinkan menikah dengan anak saya, tapi lihat apa yang kamu perbuat."


"Saya tidak tau pak, ada apa pak, dimana Kinara sekarang pak, beritahu saya, saya mau bertemu Kinara, please pak."


"Saya kecewa sama kamu Adam, sungguh sangat kecewa."


Tut sambungan telfon terputus dan Adam sangat kesal karena tidak mendapatkan jawaban dari bapak Kinara. Adam kemudian mencoba menelfon Kanaya, kakak Kinara.


Adam sungguh sangat kaget dan merasa bersalah, Kinara mengalami kecelakaan dan sekarang berada dirumah sakit, segera Adam kesana.


"Sial, sial, harus nya gak gue biarin tadi Kinara bawa mobil sendiri." Adam memukul stir mobil nya berulang kali menyesali perbuatan nya.


***


Flashback on.


Kinara melajukan mobil nya dengan sangat kencang sehabis pergi dari rumah Clara. Adam yang juga datang kesana tidak menyelesaikan masalah yang terjadi dulu, malah pergi ke studio.


Jadilah Kinara tidak tenang hati nya dan fikiran nya kacau. Dia tidak bisa percaya suami nya selingkuh dengan mantan pacar nya dulu. Sudah berapa lama mereka bermain dibelakang Kinara.


Sudah sejauh mana hubungan mereka, sudah melakukan apa saja mereka. Pertanyaan itu yang selalu berputar diotak Kinara. Membuat Kinara kehilangan fokus.


Hingga Kinara menabrak mobil truk yang terparkir dibahu jalan dengan lumayan keras, membuat bagian depan mobil hancur dan Kinara mengalami luka cukup serius dibagian kepala nya.


Kinara yang setengah sadar minta tolong dengan suara yang lemah, dia merasakan sakit di bagian perut nya yang luar biasa, dia memegangi nya.

__ADS_1


"Nak. .mami mohon bertahanlah nak, maafkan mami nak," Ujar Kinara dan dia sudah tidak sadarkan diri lagi.


Orang sekitaran kejadian kecelakaan menelfon polisi dan ambulance. Kinara segera di selamatkan dan di bawa pergi kerumah sakit.


Keluarga Kinara di hubungi pihak rumah sakit. Bapak Jayusman syok dan kaget mendengar kabar tersebut, beliau tetiba serangan jantung nya kumat sebentar.


Namun bisa diatasi, dengan bantuan pak Sabar, bapak Kinara diantarkan ke rumah sakit tempat Kinara di rawat.


"Kinara, kamu udah bangun nak, mau bapak ambilkan minum nak."


"Nggak usah pak, aw perut ku sakit banget pak, pak apa kandungan ku baik baik saja, apa kata dokter pak."


"Hm jangan tanya itu dulu nak, lihat kepala mu habis di jahit sama dokter, untung dokter nya jago jahit. Hehe."


"Bapak. .!! Kinara serius, bayi Kinara masih ada kan pak?."


"Bapak nggak tau sayang, nanti kalau dokter datang kesini kita tanya ya".


Flashback off


Tok tok.


"Bapak bukain pintu dulu ya nak."


"Pak, mana Kinara pak, saya mau ketemu dia."


"Kinara sudah tidur jangan ganggu dia, besok saja kamu balik lagi." Bisik pak Jayusman pada Adam.


"Sebentar saja, saya mau lihat kondisi nya pak."


"Suami kamu!." Kata Jayusman agak sedikit teriak.


"Jaongan izinin masuk pak, Kinara gak mau ketemu dia."


"Kinara, please, kali ini saja, saya cuma mau lihat kamu, habis itu saya akan langsung pergi."


"Nggak usah mas, pergi saja, sudah malam, nanti anak anak nyariin saya, jaga saja mereka."


"Tapi Kinara. . . "


"Sudahlah Adam, jaga saja anak kamu di rumah dengan baik, Kinara sudah banyak beban fikiran kehilangan janin nya, besok saja kamu kesini lagi."


Pintu sudah di tutup bapak Kinara. Adam berdiri mematung, apa yang di katakan bapak barusan, Kinara sudah kehilangan janin nya, alias keguguran. Adam menyesali perbuatan nya.


Kalau bisa Adam memutar waktu, tentu Adam akan memutuskan hubungan gelap nya dengan Clara lebih cepat. Adam juga tidak tau kenapa Kinara nekat pergi kerumah Clara sendirian.


Karena pesan bodoh dari Clara lah yang membuat Kinara jadi seperti ini, kecelakaan dan keguguran. Adam tidak tau harus berbuat apa, dia sungguh mumet, ditambah lagi besok adalah waktu pergi tour konser yang kedua.


Apa yang harus dilakukan Adam sekarang.


***


"Iya halo den Adam."


"Mbok Surti, jaga anak anak di rumah, saya dan Kinara ada dirumah sakit sekarang."

__ADS_1


"Siapa yang sakit den, mbak Kinara ya?."


"Iya mbok, besok pagi siapin baju Kinara dan bawa anak anak ke rumah sakit, faham."


"Ya Tuhan, semoga mbak Kinara cepat pulih, amin. Baik den besok mbok akan siapin semua nya." Sambungan telpon sudah terputus.


"La, La bangun La."


"Apa sih mbok, orang lagi tidur juga."


"Itu mbak Kinara masuk rumah sakit, kamu jagain anak anak gih. Mbok mau siapin baju nya."


"Ha, mbak Kinara sakit apa mbok?."


"Mbok gak tau, den Adam gak bilang, buruan banyak tanya kamu."


"Iya iya," Lala mengucek mata nya dan melihat jam di dinding pukul 11 malam.


Dia meraih ponsel dan mengirim pesan ke seseorang,


[Lapor pak Andrew, mbak Kinara masuk rumah sakit, ini saya disuruh jaga anak anak dirumah].


[Kenapa?, Rumah sakit mana?].


"Mbook surti, rumah sakit mana mbak Kinara nya dirawat." Tanya lala kepada mbok surti.


"Itu di rumah sakit 'Harapan Kita."


"Oke makasih mbok."


Info dari Lala sudah diterima Andrew, Lala bekerja dirumah Adam dan info sedikit apapun itu yang terjadi dirumah Adam, Andrew juga pasti akan tau, karena Lala dibayar dua kali lipat oleh nya.


Andrew memakai jaket nya dan meraih kunci mobil di atas meja. Sudah siap pergi, Ferdy Tan asisten pribadi nya mengirim pesan.


[Pak Andrew, ada yang mencoba mencari keberadaan nenek anda, orang tersebut sudah mencari di rumah lama anda].


[Apa yang dia dapat, cari tau dia suruhan siapa].


[Baik pak].


"Kenapa ada yang mencari nenek Rieta sekarang, gue harus waspada."


Andrew terus memikirkan hal itu diatas mobil, sudah malam memang, tapi Andrew sangat khawatir dengan kondisi Kinara.


Andrew melihat Adam tertidur di kursi tunggu di luar ruangan. Andrew tidak perduli, dia bisa masuk ke dalam ruangan Kinara karena ada suster yang kenal sama Andrew.


"Malam buk, saya cek infus nya ya, apa perut ibuk masih sakit?."


"Iya sedikit suster, makasih".


"Kalau begitu saya permisi buk."


Suster telah pergi, tinggal Andrew dan Kinara saling tatap disana sekarang.


"Hey calon istri, kenapa bisa kecelakaan sih, ceroboh banget." Goda Andrew dan dia duduk di ujung kasur Kinara.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2