
"Ah tak sabar rasa nya saya berjumpa dengan Rosie, kenapa saya terus memikirkan dia?"
"Mikirin siapa mas Bas?"
"Eh Melli sayang, itu klien banyak tingkah sayang, maka nya saya kepikiran, udah selesai, yuk kita pergi"
"Ooh iya mas aku udah selesai"
Baskara dan Melli Sera akan makan malam bersama merayakan hari pernikahan mereka yang ke 32 tahun itu di hotel mewah yang sudah dipesan Baskara.
Rosie. Dia adalah wanita yang berjumpa dengan Baskara di acara pernikahan Angela waktu itu, Baskara begitu penasaran dengan Rosie, sehingga dia rela mati matian mencari tahu siapa Rosie.
Setiba nya di tempat hotel mewah tersebut, Baskara merangkul mesra pinggang Melli dan duduk di tempat yang sudah mereka pesan.
"Selamat malam, tuan nyonya ini menu makanan nya, silahkan di pilih"
"Makanan terbaik di hotel ini berikan pada kita"
"Baik tuan nyonya, tunggu sebentar kami siapkan"
Pelayan restoran sudah pergi, dari tadi Melli Sera senyam senyum saja karena dia berbahagia, suami nya bersikap romantis pada dia.
"Apa kamu senang sayang?" Tanya Baskara.
"Hu uh aku senaaaang banget, makasih ya mas, hm mas semalam aku mimpi ketemu sama Ranne, mantan istri pertama kamu itu loh"
"Oh ya, trus"
"Si Ranne bilang dia akan rebut kamu kembali dari aku mas, iih merinding aku, dia bukan nya udah mati kan ya mas"
"Iya memang dia sudah mati, saya melihat sendiri mobil nya terbakar, saya ketoilet sebentar ya"
"Ya mas"
Sepanjang perjalanan menuju toilet Baskara malah kefikiran lagi tentang istri pertamanya itu, Ranne Dwityas namanya, dia ibu kandung Andrew Kim dan mobilnya kecelakaan berapa puluh tahun yang lalu, Baskara melihat itu juga.
Tapi tidak ada yang menemukan jenazah Ranne Dwityas, hilang entah kemana, dan karena itu Ranne dinyatakan meninggal dunia.
Deg, Baskara jantung nya berhenti berdetak karena melihat Rosie di depan mata nya, dia berdiri mematung.
"Hey, Bas apa kabar?" Sapa Rosie ramah dan menjulurkan tangan nya.
"Kenapa kamu tau nama panggilan saya Rosie, saya tidak ada memberitahukan pada mu"
"Haha, itu saja kamu permasalahkan, kamu lagi makan malam di hotel ini ya sama istri kamu, kenalin dong"
"Ng iya itu benar, istri saya duduk disitu"
"Kenapa jadi kaku gini sih Bas, kemaren aja waktu kamu video call aku bilang kangen, peluk dong aku sekarang" Goda Rosie pada Baskara dan itu berhasil membuat wajah nya memerah.
"He eh bukan begitu, sa saya ke toilet sebentar, tunggu disini"
__ADS_1
"Oke" Rosie mengedipkan sebelah mata nya pada Baskara.
Baskara tidak menyangka bertemu dengan Rosie di sini, memang dia kangen Rosie tapi tidak ketemu di sini juga kata Baskara dalam hati nya.
Setelah keluar tidak ada Rosie berdiri diluar, kemana dia, Baskara mencari cari, tau nya Rosie sedang mengobrol dengan Melli Sera. Baskara jadi kikuk.
"Eh mas Bas, duduk duduk, kenalin ini mas nama nya mbak Rosie, dia yang punya hotel Pusaka ini mas, waah kita bisa makan sepuas nya malam ini mas"
"Hmm begitu, terima kasih mbak Rosie"
"Iya gak usah sungkan pak Baskara, kalau begitu saya permisi, selamat menikmati makanan nya"
Senyum manis Rosie membuat hati Baskara tak karuan. Ada apa dengan Baskara, mungkinkah Baskara jatuh hati pada Rosie.
***
"Melli mas pergi ke kantor sebentar, ada kendala di tower penyiaran"
"Malam gini mas Bas, kan ada orang teknik nya, ngapain mas yang repot segala"
"Bukan nya gitu Mell, harus ada Mas yang periksa dan beri izin"
"Hmm ya udah, cepat pulang"
"Iya sayang"
Baskara melajukan mobil menuju hotel Pusaka, dia telah berbohong pada Melli dan ingin menemui Rosie lagi.
"Rosie. ." teriak Baskara dan langsung memeluk tubuh ramping Rosie.
"Pak Baskara, apa yang anda lakukan, nanti istri anda melihat bagaimana"
"Melli ada dirumah, biarkan saya memeluk kamu sebentar saja"
Rosie membiarkan Baskara memeluk nya beberapa menit.
"Apa sudah selesai, seperti nya ada yang ingin anda katakan pak Baskara, ke kantor saya saja"
"Hm oke"
Didalam lift kondisi kosong, Baskara entah apa yang merasuki nya, mencium mesra bibir Rosie dan tanpa perlawanan Rosie juga menikmati ciuman Baskara.
Tring, pintu lift terbuka namun mereka masih melanjutkan ciuman panas itu, hingga kehabisan nafas barulah mereka berhenti, saling tatap dan melemparkan senyuman, entah apa artinya.
Rosie menarik tangan Baskara masuk ke dalam kantor, disana Baskara menggedong Rosie dan ******* bibir mungil Rosie lagi, saling tukar liur dan suasana makin panas.
"Oh Baskara. . Apa kamu meng inginkan aku?" Disela ciuman nya Rosie bertanya.
"Sangat Rosie, sangat, apa suami mu akan marah"
"No, suami aku sudah meninggal Bas"
__ADS_1
Baskara menurunkan Rosie dan duduk bersama diatas sofa, Baskara mencium punggung Rosie dan menurunkan perlahan gaun merah Rosie.
Rosie merasakan sensasi geli dan meraba paha Baskara. Sedikit mendesah karena tangan Baskara juga ikut masuk kedalam gaun nya.
"Bas, aah . .aah pelan pelan"
"Apa kamu suka Rosie sentuhan saya"
"Aahh nikmat banget"
"Oh Rosie saya ingin ber cin ta sama kamu, aah"
"Apa kamu yakin Baskara?"
"Mmhp yakin sayang"
Rosie turun dan posisi mulut nya sudah sejajar dengan milik Baskara. Mengeluarkan isi nya dan dengan lihai Rosie membuat Baskara melayang.
Karena sudah tidak tahan, Baskara membalik kan keadaan, membuat Rosie menyungging dan lutut nya diatas sofa, sekali hentak tap, masuk sempurna ke sasaran.
Mendesah dan mengerang cuma suara itu terdengar dan memenuhi isi ruangan, gaun Rosie sudah lepas dari tubuh ramping nya, dan mata Baskara melihat ada tanda lahir bulat di pinggang kiri Rosie.
"Rosie apakah tanda ini sudah lama berada ditubuh mu"
"Iya sejak aku lahir Baskara"
"Aa apakah kamu Ranne Dwityas"
"Benar Baskara"
"Ii tu tidak benar, Ranne yang saya kenal sudah meninggal"
"Ah ah selesaikan saja ini cepat Baskara, jangan banyak bicara"
Baskara mencabut milik nya dan mengeluarkan nya sendiri. Dia bergegas ke kamar mandi memungut baju nya dan Rosie tersenyum melihat Baskara yang salah tingkah.
"Ternyata memang lebih enak suami orang dari pada suami kita sendiri, haha" Rosie memakai kembali gaun nya dan meminum wi ne.
Baskara mencuci muka nya berulang kali di wastafel dan bercermin.
"Tidak mungkin itu Ranne, tidak mungkin dia bisa selamat dari kecelakaan itu, saya melihat mobil nya terbakar, jangan sampai Ranne tau kalau. . ."
Drt drt ponsel Baskara bergetar.
"Argh bikin kaget saja, siapa yang nelpon sih" Ternyata Melli, dan Baskara tidak mengangkat nya, dia masih menstabilkan diri dari hal yang membuatnya terkejut dan tidak percaya.
"Lama banget dari kamar mandi nya Bas, saya juga perlu pipis nih"
"Eh iya maaf Ranne, eh Rosie"
"Nama saya Paula Rosie, bukan Ranne lagi, dia sudah lama mati bukan Bas" Rosie mencium bibir Baskara singkat dan "Terima kasih untuk malam ini Bas, rasanya masih seperti yang dulu"
__ADS_1
Bersambung.