Merried With Adam

Merried With Adam
18. Kena Serangan Jantung


__ADS_3

Viral di sosial media aksi ibu dinda korban kerusuhan konser Adam, melemparkan uang ke arah Kinara, tentunya warga sekitar lah yang merekam aksi tersebut.


Banyak warganet yang merasa kasihan pada Kinara, ada pula yang menghujat aksi ibu dinda, dan ada pula yang menyalahkan Adam dan panitia konser tersebut.


"Apaan kamu Kinara, bikin malu saja, lihatlah keluarga kita jadi bahan gunjingan orang sekarang".


"Maafkan ma, Kinara hanya kasihan sama keluarga korban dan beri mereka sedikit bantuan, tapi malah . .".


"Halah, sok jadi malaikat kamu kan, pergi sajalah kamu dari rumah ini".


"Ma-maafkan Kinara ma".


Kinara berjalan menuju kamar sambil menahan tangisnya.


"Mi. . .kenapa oma marahin mami sih, emang mami salah apa?". Tanya anak tertuanya.


"Gak ada kok sayang, oh ya kita nginap di rumah kakek yuk, mau kan?".


"mau. . ."


"Yasudah yuk siap siap".


Kinara menyiapkan beberapa helai baju anaknya dan dimasukkan kedalam koper. Rencana Kinara akan menginap di sana sampai mas Adam pulang lagi ke kumah.


Kinara sudah diusir secara tidak langsung oleh mertuanya. Setelah semua selesai Kinara akan pergi diam diam pada malam hari.


Pas Kinara sampai halaman depan rumah dan memasukkan koper kedalam mobil berjumpa dengan Angela yang baru saja pulang.


"Mau kemana lu, bawa koper segala, mau kabur ya setelah lu jadi artis viral, haha, gue adukan mama loh". Ucap Angela.


"Mbak gak kabur, tadi mama sudah suruh mbak pergi dari sini, karena malu".


"Ya wajar aja mama bilang gitu, lu emang bikin malu keluarga ini, haha". Angela berlalu masuk kedalam rumah dan Kinara hanya sabar dan terus bersabar.


Ditengah perjalanan agak sedikit macet, karena di studio milik Adam banyak orang berkumpul di sana. Melempari gedung studio dengan berbagai macam, seperti cat, tomat, telur dan lumpur.


Dan mereka memasang spanduk dengan kata kata anarkis, penuh cacian dan umpatan. Kinara tidak sanggup melihatnya, dia melajukan mobil saja ke rumah bapak nya.


Beberapa saat kemudian, Kinara sudah sampai di rumah bapak nya, namun rumah dalam keadaan gelap.


"Bapak kemana ya". Ucap Kinara pelan karena kedua anaknya sudah tidur didalam mobil.


"Aku telfon bapak aja".


Sambungan telfon tidak aktif. Berapa kali dicoba pun tetap sama tidak ada panggilan. Perasaan Kinara jadi tidak enak. Dia melajukan lagi mobil nya menuju toko bangunan sang bapak.


Sampai di sana, rame orang, Kinara turun dari mobil.


"Pak Sabar, ada apa ini pak rame orang". Kata Kinara pada salah seorang karyawan bapaknya.


"Ii-tu nak Kinara, bapak Jayusman mendadak kena serangan jantung setelah. . .". Bapak Sabar menahan ucapan nya dan setelah itu Kinara faham.


Bahwa bapak nya bisa terkena serangan jantung tiba tiba karena dirinya.


"Kemana rumah sakit mana bapak dibawa?".


"Maafkan bapak Sabar ya Kinara, kalau saja tadi bapak tidak lihatin video kamu itu, mungkin bapak kamu akan baik saja".


"Tidak apa pak Sabar. Makasih sudah jaga bapak, saya permisi".


***

__ADS_1


Adam mendorong tubuh Giska kasar keatas kasur. Dengan rakus Adam mencium bibir Giska bahkan membuat bibirnya bengkak.


Tangan Adam meremas kedua benda kenyal milik Giska kasar, Giska tidak bisa melawan karena Adam lebih kuat tenaga nya.


Giska meneteskan air mata karena permainan kasar Adam, Giska sempat menyesal karena telah terjun ke lembah hitam ini.


Menjual diri untuk kesembuhan mama nya. Namun apa boleh buat, nasi sudah jadi bubur dan tidak akan bisa merubah keadaan.


Giska kira Adam tidak akan tempramental begini, namun Giska salah besar. Adam pria yang dia cinta sedari kecil ternyata orang yang mudah terbawa emosi.


Adam secara paksa membuat Giska menjadi polos, Adam menyodorkan junior nya kedalam mulut Giska. Membuat Giska tersedak dan sulit bernafas. Namun Adam terus memasukkan junior nya kedalam mulut Giska.


Adam melenguh dan menarik miliknya keluar dari mulut itu, kemudian menuju bagian tengah Giska. Mulut Adam menjilati, menggigit dan menjajal semua bagian inti itu.


Giska menggeliat tak karuan dan tangan nya meremas alas kasur karena menahan rasa nikmat yang tak tertahankan. Nafasnya tersengal sengal.


Adam membalikkan badan Giska, hingga dalam posisi nungging, Adam menancapkan juniornya, hap sekali hap langsung masuk. Giska menahan rasa sakit di lubangnya, karena Adam tidak ada aba aba sama sekali.


"Arrghh, ****, gue terjepit, kenapa lu diam aja, aarghh".


Adam menepuk Giska hingga kemerahan, berulang kali dan barulah Giska mendesah basah.


"Aahh Adam, kenapa lu main kasar, aahh".


"Gue lagi pengen kayak gini, lu gak terima ha". Clok clok clok , Adam menambah tempo goyangan pinggulnya.


Adam memiringkan tubuh Giska, mengangkat salah satu kaki hingga lurus berhadapan dengan badan Adam. Langsung saja hap, masuk lagi junior Adam.


Tak sampai disitu saja, Adam menyuruh Giska untuk berada di atas. Giska menunggangi Adam sekarang. Bergoyang ke depan ke belakang, Giska merunduk sehingga bisa membuat mulut Adam menyusu pada nya.


"Ahh aahh, gue . . gue gak tahan, aaahhh".


Cairan Giska sudah keluar, namun milik Adam masih kokoh berdiri. Adam menjatuhkan Giska telentang.


***


"Permisi mbak, pasien atas nama bapak Jayusman di bagian mana ya". Tanya Kinara pada bagian admission.


"Sebentar ya buk, saya carikan".


Petugas itu mencari nama tersebut, dan "beliau ada di ruangan IGD buk".


"Terimakasih, mbak Kanaya ayuk kita ke sana".


Kinara mengajak sang kakak untuk menjenguk bapak mereka ke rumah sakit. Karena nanti mbak Kanaya bisa menjaga kedua anak nya juga.


Dengan langkah cepat mereka menuju ruangan IGD.


Tok tok,


"Ya, ada apa buk".


"Bapak jayusman ada disini mbak?".


"Oh bapak itu, sudah kami pindahkan keruang rawat inap buk".


"Makasih mbak".


Kinara dan Kanaya masing masing menggendong Nada dan Natan. Karena mereka berdua sudah tertidur. Sampai diruang rawat inap yang dimaksud. Ternyata kosong.


"Kemana bapak Kina?".

__ADS_1


"Astaga, aku juga gak tau mbak, gimana ini mbak?".


"Mbak juga bingung Kina, kita cari dulu, siapa tau bapak ada di toilet".


"Iya mbak".


Kedua kakak beradik itu tidak menemukan bapak mereka.


"Haduh mbak, bapak gak ada, aku cemas banget ni mbak".


"Coba telfon hape bapak".


"Gak aktif mbak, dari tadi aku telponin juga gak aktif".


"Jangan jangan bapak sudah pulang".


"Mungkin saja mbak, bapak kan gak pernah suka di rumah sakit".


"Iya mbak tau itu, semenjak ibu dirawat habis kecelakaan, bapak tidak mau lagi ke rumah sakit".


"Bagi bapak itu adalah hal yang sangat dibencinya, kita cari bapak lagi mbak".


Mereka berjalan keluar rumah sakit, dan benar, bapak sudah berada didekat mobil Kinara yang terparkir.


"Bapak . . .!".


"Kinara, Kanaya, bapak tau kalian akan datang, makasih ya anak anak bapak yang cantik".


"Bapak kenapa kabur, bapak kan masih harus dirawat".


"Bapak gak perlu obat rumah sakit, bapak kan sudah punya kalian berdua sebagai obat penyembuhnya bapak".


"Bapak ini bandel, yasudah kita pulang yuk pak".


"Duh kasihan cucu kakek, ayuk masuk mobil, nanti masuk angin".


Sudah sampai rumah bapak.


"Duh bapak lupa hidupkan lampu rumah, jadi gelap, kayak rumah hantu, hehe".


"Itu bukan rumah hantu bapak, tapi rumah kenangan indah kita".


"Hehe iya, yuk masuk".


Tok tok


"Pak boleh Kinara masuk"


"Ya, duduk sini nak".


"Bapak belum tidur ya, maafin Kinara ya pak".


"Buat apa?".


"Hmm buat semua sikap Kinara selama ini, selalu buat bapak khawatir".


"Bicara apa kamu, bapak tidak pernah merasa gitu, kamu anak bapak yang hebat, perbuatan kamu itu sudah benar kok nak, mungkin orang itu aja belum bisa nerima keadaan".


"Hiks, makasih pak". Kinara memeluk tubuh sang bapak.


"Besok kita ke makam ibu ya nak".

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2