
Beberapa hari kemudian, Andrew sudah berada di kediaman Molense, mereka berbincang dan melihat rekaman cctv, memperhatikan dengan seksama wajah wanita itu.
"Apa benar ini wanita yang mencari saya Molen?"
"Benar Andrew, apa kamu kenal dia?"
"Saya tidak kenal"
"Oh ya dia memberikan kartu nama ini juga"
"Paula Rosie" Andrew membaca kartu nama tersebut.
"Ya itu nama nya, dia pemilik hotel Pusaka"
"Hotel Pusaka?"
"Yap, hotel mewah bergaya klasik milik mendiang suami beliau"
"Baik terimakasih Mol atas info nya, saya pamit"
Andrew Kim terus saja memperhatikan wajah wanita paruh baya tersebut di dalam pesawat. Fikiran Andrew melayang jauh ke masa lalu, teringat ketika masa kecil nya.
Tak lama setelah itu Andrew tertidur dan menitik kan air mata. Dia rupa nya bermimpi bertemu dengan sang ibu, dan juga ayah nya. Andrew juga menangis ketika mereka berdua pergi menjauh.
"Tidak. . Jangan tinggal kan aku lagi" Andrew menggigau dan terbangun, dengan nafas tersengal, orang yang duduk di samping Andrew melihat tidak suka kepada Andrew karena merasa terganggu.
"Sorry" ucap Andrew dan mulai menenangkan diri. Mencari kenyamanan lagi untuk melanjutkan tidur. Namun tidak kunjung Andrew tertidur. Dia memilih membuka laptop nya dan mencari tau info tentang Paula Rosie.
***
Sementara itu, di studio musik Adam sudah ada manager baru, pengganti Vicko Okvian, dia seorang yang sudah profesional di bidang nya.
"Bro, gue udah gak sabar bertemu dengan manager baru kita, dia campuran bro?"
"Campuran maksud lu?" Tanya Wily tidak mengerti.
"Itu apa nama nya, campuran bule bule gitu"
"Oh blasteran, iyalah lu jadiin bini aja tu manager baru"
"Gila lu main kawinin anak orang aja, pendekatan lu kali bro, nanti dia malah jadi ilfil sama gue"
"Haha tumben otak lu di pakai?"
"Wah wah menghina banget lu, gue keplek juga lu"
Tok tok terdengar suara ketukan pintu.
"Iii tu dia datang bro, biar gue aja yang bukain pintu" Penuh percaya diri Brian berjalan menuju pintu dan ternyata abang abang ojek online mengantarkan makanan.
"Haha makan tu abang ojek"
"Kampret lu Wil"
Krek pintu terbuka kembali.
"Silahkan masuk buk Rachel" Adam mempersilahkan Rachel manager baru masuk ke ruangan.
__ADS_1
"Makasih" Balas Rachel ramah dan menebarkan senyuman manis pada setiap orang.
"Good morning darling, ups maksud saya manis, eh"
"Nama saya Rachel Yonkh, panggil Achel saja juga boleh, salam kenal semua nya"
"Nama yang cantik seperti orang nya, hehe"
Rachel menyalami semua orang di dalam ruangan, Ade Brian sudah kesengsem duluan, namun reaksi Rachel biasa saja.
"Mohon kerjasama nya semua" Rachel melangkah keluar dan di cegat oleh Brian.
"Eits, udah mau pergi aja buk Achel, kita kan belum kenalan"
"Sudah, saya sudah tau nama anggota band, nama anda Ade Brian bukan, pianis yang melankolis, pernah di tahan di penjara karena ketahuan. . "
"Udaah. . Stop, iya iya kita sudah kenalan"
"Haha jangan baperan gitu, saya cuma bercanda Bri, senang berkenalan dengan kamu, saya pamit ke kantor ya"
Rachel membuat Brian mati kutu dan di tertawakan oleh Wily dan Adam. Brian jadi salah tingkah dan memilih memainkan ponsel saja.
"Udah yuk kita latihan lagi, gue ada nyiptain lagu baru" ucap Adam dan Brian malas malasan untuk latihan.
***
"Halo mom, aku baru saja sampai dan sudah bekerja hari ini"
"Apa kamu tidak beristirahat dulu baby"
"Hmm tidak boleh malas mom, itu kan yang momy ajarkan pada ku"
"Oke mom, bye"
"Rachel tunggu, apa kamu sudah menemukan kakak kamu"
"Sedikit lagi mom, sabar ya"
"Momy percayakan sama kamu baby"
Sambungan telfon sudah terputus, Rachel menatap keluar jendela dan memikirkan sesuatu.
"Andrew Kim, aku akan menemukan kamu kak, momy sudah lama menunggu kamu"
Tok tok.
"Iya, silahkan masuk"
"Ehem, buk Rachel sedang sibuk kah?"
"Kebetulan tidak, ada apa Bri?"
"Ini saya ada dua cofee, mau minum bareng buk?"
"Boleh Bri, makasih, saya mau bertanya boleh Bri?"
"Tanya apapun akan saya jawab buk" Brian menyerahkan cangkir kopi ketangan Rachel.
__ADS_1
"Duduk dulu Bri"
"Mau tanya apa sayang, ups maksud saya buk Rachel?"
"Apa kamu kenal dengan Andrew Kim, Bri?"
"Andrew Kim itu kan adik ipar nya Adam buk Rachel, kenapa emang, dia kan sudah menikah, mending sama bujangan kayak saya, hehe"
"Hm, kalau begitu saya permisi"
"Buk buk, ini kan ruangan ibuk, kenapa ibuk yang ninggalin saya disini, ealah"
Rachel sudah pergi duluan tanpa menghiraukan Brian sama sekali, sedangkan Brian tampak kesal karena lagi lagi dia di cuekin sana Rachel.
"Tetap semangat Brian mengejar cinta sejati mu, jangan menyerah, baru juga hari pertama, fighthing"
Rachel sudah berada di dalam mobil nya, menelfon seseorang dan langsung tancap gas. Rupa nya Rachel menuju kediaman Adam. Sudah sampai dan dicegat oleh pak Indra, security rumah Adam.
"Maaf mbak, cari siapa?"
"Saya teman nya Angela, mau bertemu, Angela nya ada?"
"Maaf mbak, non Angela nya sedang pergi liburan bersama den Andrew, lain kali saja datang kembali"
"Oh, kira- kira kapan kembali mereka?"
"Saya kurang tau mbak"
Rachel dengan cepat masuk melewati gerbang dan Pak Indra kaget, langsung mengejar Rachel yang menyerobot masuk tanpa izin.
"Woy mbak, tunggu tidak boleh masuk tanpa izin"
Rachel berhenti tepat di depan Kinara yang sedang menyapu halaman karena banyak dedaunan yang berjatuhan.
"Siang mbak Kinara, saya Rachel, manager baru band Adam & Friend's play, salam kenal"
"Hah hah mbak ayo kita keluar, sudah saya bilang non Angela tidak ada di rumah"
Indra meraih tangan Rachel untuk menarik nya keluar dari rumah, namun di tepis oleh Rachel.
"Sebentar pak satpam, saya perlu bicara dengan mbak Kinara"
"Maaf mbak Kinara, apa mbak kenal dengan perempuan ini?"
"Tidak pak Indra, tapi . . "
"Sudah mbak, ayo keluar ikut saya"
"Lepaskan, saya bisa jalan sendiri jangan ditarik tangan saya"
Kinara menatap kepergian mereka berdua dengan sapu masih ditangan. Mengingat kembali ucapan wanita tadi.
"Dia bilang manager baru band, mas Adam tidak pernah bilang, ah nanti saja tanya sama mas Adam"
Kinara melenguh panjang, karena pekerjaan nya tak kunjung selesai, sehabis menyapu ini dia harus membersihkan gudang yang sudah banyak debu, sehabis itu membersihkan rumah lantai dua.
Lanjut mengangkat jemuran, menemani anak anak belajar, sore hari memasak lagi untuk makan malam keluarga, malam hari pun Kinara masih lanjut menyetrika pakaian sekolah anak anak dan juga yang lain.
__ADS_1
Sudah sama pangkat Kinara sebagai babu di rumah Adam, ada dua ART di rumah, namun tetap saja Kinara harus terlibat bekerja dirumah, itu semua atas perintah mama mertua Kinara.
Bersambung.