Merried With Adam

Merried With Adam
21. Kamu Gila


__ADS_3

Tim dokter yang sedang melakukan operasi terhadap pasien bernama Ipank Kuncoro, salah satu dokter nya adalah kenalan nya Andrew, dia mengusahakan yang terbaik buat kesembuhan Ipank.


Sudah lebih 6 jam operasi dilaksanakan, Kanaya dan Kinara masih setia menanti, sedangkan anak - anak Kinara di titipkan bersama adik perempuan bapak nya.


Kanaya dipaksa makan oleh Kinara, namun dia menolak terus, Kinara tidak pantang menyerah dia terus memaksa sang kakak membuka mulut dan menelan makanan itu kedalam mulut nya.


"Kamu apaan sih dek, orang gak mau makan malah dipaksa".


"Mbak, dari kemarin belum makan, gak kasihan ama perut nya".


"Gak usah sok perhatian deh kamu, mending kamu pulang sana". Suruh Kanaya.


"maaf mbak".


Kinara karena patuh dan tidak mau bertengkar dengan sang kakak akhirnya memutuskan untuk pulang dan membersihkan diri karena dari kemaren pun belum mandi.


Diparkiran rumah sakit Kinara bertemu dengan Andrew,


"Kinara, kenapa ada dirumah sakit?". Tanya Andrew sok tidak tau apa - apa.


"Itu aku lagi temanin mbak Kanya, suami nya lagi di operasi".


"Oh gitu, kalau boleh tau kenapa suami kakak kamu itu?".


"Hmm dia korban kebakaran ditempat. . ".


"Oh kebakaran personil band Adam itu ya, saya tau, beritanya ada dimana mana".


"Iya mas Ipank yang jadi korban nya ndrew".


"Trus Adam gimana Kina?".


"Mas Adam seperti nya dia baik baik saja".


Andrew mengangguk tanda faham.


"Trus sekarang kamu mau pulang?".


"Iya Andrew, pulang sebentar, mau mandi, dari kemaren disini".


"Saya antar saja mau?".


"Gak usah ndrew, aku bawa mobil sendiri, oh ya sampai lupa, kemaren aku gak sengaja nabrak mobil Ferdy, mana Ferdy aku mau bawa mobil nya kebengkel".


"Haha itu mobil saya Kinara, no problem, its okey, mobil saya sudah diperbaiki".


"Duh jadi gak enak, maafin aku ya Ndrew".


"Tu orang nya datang". Ferdy mendekati mereka berdua dan beri salam pada Kinara. "Fer kamu bawa mobil Kinara kebengkel, mana kunci nya".


"Eh apaan gak usah, biar aku sendiri aja".


"Udah buruan mana kunci mobil kamu". Kinara memberikan kunci mobil itu dan menyerahkan pada Ferdy.


Setelah nya Andrew menarik tangan Kinara menuju mobil nya.


"Andrew jangan jalan terlalu cepat, tangan aku sakit kamu tarik".


"Ups, sorry Kina, silahkan masuk". Andrew membukak kan pintu mobil untuk nya.

__ADS_1


Kemudian mobil melaju meninggalkan rumah sakit, Kinara ketiduran didalam mobil Andrew, karena tidak tau mau antar Kinara kemana dia memilih membawa Kinara ke Apartemen nya.


"Kina, Kinara kita sudah sampai".


"Ngh ah maaf aku ketiduran kita sampai kemana?".


"Apartemen saya, yuk turun".


"Lah kok ke apartemen kamu?".


"Habisnya saya tidak tau harus antar kamu kemana, gak mungkin ke rumah Adam bukan?, makanya saya bawa kamu kesini".


"Maaf Ndrew, dari sini aku naik taksi aja ke rumah bapak, maaf ngerepotin ya".


"Kata nya belum mandi, nanti sopir taksi nya pingsan loh, saya gak bakal ngintip kamu kok, hehe".


Kinara jadi tidak enak hati harus membersihkan diri di apartemen Andrew, mereka sudah turun dari mobil.


"Oh ya sampai lupa, ini buat kamu, semoga ukuran nya pas ya".


"Ini apa?".


"Nanti saja kamu buka nya, yuk jalan".


***


Drt drt ponsel Kinara berdering, anak nya Queen Nada yang menelfon.


[Halo sayang, kenapa nak?].


[Mami dimana?, masih lama ya di rumah sakit. Nada mau mami bantuin bikin tugas, huhu syusah mi]. Rengek anak sulung nya itu.


[Iya sayang, mami masih di rumah sakit, kasihan bude Naya sendirian disini, sabar ya sayang, minta tolong sama kakek aja dulu ya nak].


[Tapi apa nak?]. Tanya Kinara penasaran.


[Kakek tu ngak ngerti, itu masalah nya mi, hehe].


[Dasar ya kamu Nada, udah ya mami tutup, love you sayang].


Tut tut sambungan telfon nya sudah berakhir.


"Love you too mami Nada, hehe". Andrew menguping pembicaraan ibu dan anak tadi.


"Apaan sih".


"Silahkan masuk mami Nada".


"Iya makasih, wah bagus banget apartemen kamu, tertata rapi. Pasti kamu mengidap ODC ya".


"Hmm gak juga. Saya cuma suka kerapihan".


"Berapa orang ART kamu Ndrew?".


"Gak pakai ART, semua saya yang ngerjain".


"Yang masak siapa?". Tanya Kinara lagi.


"Saya sendiri".

__ADS_1


"Wah perfect banget kamu. Cocok jadi suami idaman, mapan, tampan, mandiri, bisa masak pula, mama kamu banggalah ya punya anak seperti kamu".


"Saya suami idaman kamu juga gak Kina?". Tanya Andrew sambil mendekatkan wajah nya pada Kinara, "dan sayang nya aku gak punya sosok mama Kina".


Kinara berulang kali mengatur nafas nya karena wajah mereka terlalu dekat jarak nya.


"Sorry". Ucap Kinara karena merasa bersalah.


"Saya cuma ambil remote ac ini". Andrew kemudian menunjukkan kamar mandi pada Kinara.


"Nanti kamu mandi dan ganti pakai disini saja, saya akan keluar".


"Makasih Andrew".


"Mau makan apa?".


"Hmm ayam geprek sama sayur asem, udah itu aja".


"Oke".


"Satu lagi, jangan lupa kerupuk, hehe, makasih".


Andrew tersenyum mendengar permintaan Kinara tadi, dia sudah keluar dan menutup pintu apartemen nya. "Kamu memang beda Kina, perempuan lain kalau ditanya pasti jawab nya terserah".


Sedangkan itu, Kinara memendarkan pandangan ke seluruh kamar yang luas dan bagus itu. Kasur dan lemari pakaian yang mewah dan warna senada, ditambah ada meja rias lengkap dengan peralatan make-up.


Kinara penasaran dengan pemberian Andrew tadi, dibuka, ternyata isi nya pakaian dalam wanita dan satu stelan baju.


"Astaga Andrew, ada - ada aja sih tu orang, eh tapi benda ini berguna juga, hehe, makasih Andrew".


Setelah Kinara selesai bebersih diri, dia keluar kamar dan berkeliling apartemen Andrew, dia melihat sebuah kamar yang pintu nya terbuka sedikit.


Di sana seperti ruangan melukis pribadi Andrew, banyak lukisan perempuan dan begitu mirip dengan wajah nya, ada juga sebuah lukisan besar yang terpajang dan ditutup kain. Kinara penasaran dan membuka kain penutup itu.


"Astaga, . . kenapa Andrew melukis wajah ku banyak gini". Kinara menutup mulut nya, dia membuang jauh perasaan negatif terhadap Andrew.


Ketika akan keluar ruangan itu, Andrew sudah berada dihadapan Kinara. Kinara terkejut dan berusaha menghindar.


"Kinara. . .". Andrew menggenggam lengan Kinara dan memeluk tubuh nya.


"Andrew lepaskan". Pinta Kinara.


"Sebentar saja Kinara, biarkan saya memeluk kamu, apa kamu tidak mau bertanya?".


"Tidak, lepaskan sekarang juga Andrew". Andrew sudah melepaskan pelukan nya dari Kinara, kedua nya masih diam membisu.


"Saya cinta kamu Kinara, kamu harus tau kenapa ada lukisan kamu didalam sana, itu menunjukkan rasa cinta saya yang begitu dalam kepada mu, tiap malam saya melukis wajah indah mu di atas kanvas".


Kinara masih diam, dia masih mau mendengarkan penjelasan Andrew.


"Saya tau perbuatan saya ini salah, mencintai istri orang, tapi saya tidak tau kenapa saya jadi gila seperti ini kepada kamu".


"Kamu memang gila Andrew, saya harus pergi dari sini".


"Kinara. . .bila ada kesempatan untuk saya, apakah kamu akan membalas cinta ini".


Kinara hanya diam, Andrew menarik tangan Kinara dan mendaratkan ciuman mesra dibibir indah Kinara.


Plak. . . Kinara menampar keras pipi Andrew.

__ADS_1


"Kamu gila. . .".


Bersambung.


__ADS_2