Merried With Adam

Merried With Adam
26. Dibikin Meleleh


__ADS_3

"Aku pergi sebentar ada urusan, nanti makan duluan saja, gak usah tunggu aku pulang." Ucap Adam masih di dalam mobil dan melambaikan tangan pada Kinara.


"Baik mas, hati - hati."


Adam sudah pergi, Kinara masuk kedalam rumah, dan mendengar teriakan mama mertua nya dan sambil nangis.


"Ada apa ma?."


"Kamu ya Kinara yang curi perhiasan mama, iya kan ngaku aja kamu."


"Aku gak tau ma, aku gak ada ambil."


"Bohong kamu, pas kamu balik ke rumah ini perhiasan itu hilang, pasti kamu yang curi kan, iya kan." Kata Melli sambil nunjuk nunjuk Kinara.


"Aku berani bersumpah ma, demi Tuhan bukan aku yang ambil perhiasan mama, mama boleh cek saja di kamar."


"Tentu gak akan ketemu toh udah kamu jual, iya kan, argh. . .dasar menantu gak guna kamu."


"Mama boleh cek CCTV rumah kalau benar terbukti aku yang ambil, aku akan bertanggung jawab."


"Halah percuma, CCTV juga udah kamu rusak, awas ya kamu Kinara, akan saya lapor polisi kamu."


Kinara terdiam dan sedikit terisak menahan tangis nya, datang Angela yang baru pulang hangout bersama teman nya.


"Ada drama apa sih, sampai terdengar ke luar loh." Ucap nya sambil melenggang dan duduk di sofa.


Melli memperhatikan leher dan tangan sang anak, itu perhiasan nya.


"Angela, kamu yang ambil perhiasan mama, dasar anak kurang ajar kamu, mama kira dicuri."


"Ya alah mama, minjam bentar doank dibilang nyuri. Ni aku kembalikan. Makasih ya mama cantik."


Melli mencubit dan menjiplak Angela, dia meringis kesakitan, sedangkan mbok Surti dan mbak Lala ketawa melihat itu.


Melli mati kutu, dia telah menuduh Kinara yang mencuri dan dia segera pergi dari sana dan masuk kamar, yang lain juga sudah pada bubar. Tinggal Kinara yang masih mematung.


"Kenapa mama benci banget sama aku, salah aku dimana sih. Hiks hiks."


"Mami. . .Nada pulang."


"Eh anak mami udah pulang, capek ya nak." Kinara mengelus lembut rambut sang anak.


"Iya mi sedikit hehe, mami nangis?."


"Nggak kok sayang, cuma kelilipan tadi, udah yuk mandi sore gih, bauk asem."


"Hehe oke mami cantik."


***


"Gue umumin secara resmi, Vinsen adalah drummer band yang baru."


Semua anggota tepuk tangan. Terutama Vicko yang girang bukan main. Sedangkan Wily dan Brian respon nya datar.

__ADS_1


"Makasih semua, mohon bantuan nya, gue masih anak bawang disini, hehe." Ucap nya sambil menggaruk kepala yang tidak gatal.


"Oke, kita latihan sekarang."


Jreng jreng, dum dum, chis chis, aaa. Semua personil band memainkan alat masing masing. Adam mengeluarkan suara merdu nya mengikuti alunan musik.


Sesi latihan hingga malam menjelang, karena dua hari lagi akan tour kembali ke kota kedua.


"Gue duluan." Ucap Adam dan dia pergi.


"Tumben lu gak nginap di studio." Tanya Brian penasaran.


"Lagi malas, pengen bobok di rumah."


"Haha banyak gaya lu bro."


"Haha udah insaf lu." Timpal Wily dan diiringi gelak tawa.


Adam tidak pedulikan mereka, dia mengemudikan mobil menuju rumah, dia sengaja menyempatkan makan bersama di rumah, karena dia kangen akan hal itu.


Di sana tampak orang tua Adam dan adik nya makan malam bersama, tidak ada Kinara dan anak - anak nya.


"Tumben lu pulang jam segini mas, udah makan lu?." Tanya Angela.


"Bini sama anak gue mana, gak ikut makan mereka?."


"Ada noh dibelakang makan sama ART."


Prak, meja di gubrak sama Adam, dia menautkan geraham nya dan berjalan kebelakang.


"Saya cuma menggebrak meja, tidak buat kacau papa."


"Biasanya juga dia nggak perduli istrinya makan atau tidak, udah selayak nya tuh si Kinara makan dibelakang, kenapa pula Adam marah." Omel mama nya dan didengar jelas oleh Adam.


Memang selama ini Adam tidak perduli akan hal itu, namun kali ini Adam merasa kasihan kepada Istri dan anak - anak nya diperlakukan seperti itu oleh keluarga nya. Adam tidak bisa melawan hanya menahan amarah nya sendiri.


Sampai di meja makan belakang, Adam melihat Kinara dan para asisten rumah tangga saling bercanda dan tertawa, mang Asep dan juga pak Indra ikut makan bersama, tidak terlihat rasa segan pada Kinara.


"Kinara".


"Eh mas Adam, udah pulang. Kirain aku mas tidur di studio, maaf mas, aku gak tau, mas mau makan?, aku siapin dulu ya." Begitu banyak kata yang diucapkan Kinara.


Adam hanya menarik tangan Kinara pergi di sana.


"Kita makan diluar berdua ya, anak anak tinggal di rumah saja."


"Ha apa mas?, makan diluar, aku ganti pakaian dulu."


"Nggak usah, pakai baju itu aja."


"Baiklah mas".


***

__ADS_1


Didalam mobil Kinara terus melirik wajah suami nya itu, Adam tau Kinara curi curi pandang padanya. Adam bersikap so cool. Dia pun sebenar nya malu sudah lama tidak pergi berdua dengan sang istri.


"Mas hape nya dari tadi getar". Kata Kinara memecah suasana hening itu.


"Iya aku tau, gak penting juga. Telfon dari Vicko, paling nyuruh besok latihan. Waktunya tinggal dua hari kan tour konser."


"Hmm gitu."


"Mau makan dimana?."


"Di ayam geprek 'masbeun' aja, lagi ada diskon mas, beli 2 gratis satu, terus dapat bonus teh es juga dua, kan lumayan mas, hehe."


Adam terdiam mendengar penuturan Kinara, Adam kira Kinara mau nya makan di restoran mewah, rupa nya di pinggiran jalan.


"Ups maaf mas, aku lupa, kamu kan gak bisa makan ditepi jalan, ke restoran biasa kamu aja."


"Haha, oke ke sana aja."


"Kkk ketawa mas?."


"Nggak ada."


Ponsel Adam tidak berhenti bergetar, sedari tadi Clara menelfon terus karena dia sangat kangen dengan Adam. Adam tidak mau ambil resiko, dia mematikan ponsel nya.


"Argh, sial si Adam, gue lagi pengen juga dia malah menghilang, matiin ponsel segala, sial."


Begitu Clara mengumpat Adam karena dia tidak bisa melampiaskan hasrat nya malam ini, Clara malah memilih menghubungi mantan suaminya, berharap dapat sesuatu.


"Yuk turun, udah sampai."


"Jadi kita makan di ayam geprek 'masbeun', uuu senang nya."


"Ini kan spesial permintaan ibu hamil, hati hati turun nya."


Oh Kinara tau kenapa mas Adam kembali bersikap manis pada diri nya. Lantaran karena Kinara tengah hamil. Kinara mensyukuri situasi ini.


"Makasih ya mas Adam."


"Iya gak masalah istri ku."


Adam tersenyum sangat manis dan menggandeng tangan istrinya, Kinara merasa meleleh atas sikap Adam malam ini, biarpun cuma gandeng tangan dan makan dipinggiran Kinara sangat sangat bahagia.


Memesan paket diskon ayam geprek tersebut dan tentu saja meja Adam sudah dikerumuni fans nya, terdiri dari berbagai kalangan usia, dari emak emak dan anak remaja tanggung.


Adam dan Kinara tidak merasa risih sama sekali malah senang diajak berfoto dan malam ini Adam full senyum.


Ada pengamen lagi menghibur orang orang yang makan di sana, tanpa segan Adam ikut bergabung dan menyumbangkan suara indah nya.


#Terimalah lagu ini, dari orang biasa, tapi cinta ku pada mu luar biasa, aku tak punya bunga, aku tak punya harta, yang ku punya hanyalah cinta yang luar biasa#.


"Terimakasih, spesial untuk istri saya Kinara, lagu ini untuk nya." Ucap Adam dan mulai bernyanyi.


#Mungkin hanya, lewat lagu ini, akan ku nyatakan rasa. Cinta ku pada mu, rindu ku pada mu tak bertepi. Mungkin hanya lewat lagu ini, yang selalu akan ku nyanyikan. Sebagai tanda betapa aku inginkan kamu, i love you Kinara#.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2