Merried With Adam

Merried With Adam
06. Isi Kontrak Kerja


__ADS_3

"Cheesecake."


"Hmm apaan kak adamkar?."


"Gimana ceritanya lu bisa kenal sama Vicko?."


"Hmm itu dikenalin sama teman gue?."


"Teman, siapa teman lu itu?."


"Si Bunga, hmm emang kenapa kak?."


"Oh Bunga, lu udah tau kenapa lu bisa ada disini?."


"Iya, gue lagi butuh duit, buat operasi ibu gue kak, tanpa pikir panjang gue iyaiin aja, gue udah tau kok kak."


"Ibu lu sakit apa?." Tanya Adam hati hati pada Giska.


"Itu mau dioperasi jantungnya, masih nunggu antrian dan belum ada pendonor juga, biaya rumah sakit tiap hari yang gue pikirin sekarang."


"Emang bapak lu kemana?."


"Masih ada, cuma buruh pabrik, buat makan sehari aja masih susah, makanya gue berniat bantuin bapak, gue jual diri gue."


"Hahaha."


"Lah dia ketawa, gue cerita sedih woy Bambang."


"Sorry sorry, hah gue lucu aja lihat wajah lu Hayati, lu udah baca kontrak kerja lu baik baik kan?."


"Hmm gue rasa udah sih, pertama 'kepuasan klien utama, keinginan kita tidak penting, terikat selama sebulan penuh bahkan lebih, dan tidak boleh menyebarkan info kesiapapun', gitu kan isi kontrak nya."


"Good girl, dan kalau kedapatan berlaku curang atau tindakan diluar perjanjian akan dikenakan ganti rugi atau. . ."


"Denda sebesar 1 M, gila itu namanya membunuh secara perlahan, hek."


"Hahaha, makanya gak sembarangan orang bisa menandatangani kontrak tersebut, banyak konsekuensi nya."


"Iya lah gue faham, gue kan suka tantangan. Maka nya gue terima. Demi kesembuhan mak gue, hidup emaaak!."


Pletak. .


"Aw sakit Adam."


"Suara lu memekak kan telinga gue, diam bisa."


"Siap salah pak bos Adam."


"Good girls."


Siang ini anggota band Adam latihan lagi sampai malam. Sedangkan Giska disuruh Adam pergi ke hotel yang sudah disewa nya.


Adam bilang pada Giska ingin gladi resik dulu, sebelum nanti akan bawa dia selama sebulan, uji kelayakan apa bisa memuaskan atau tidak, dan kalau giska lolos, akan dibayar kan oleh Adam dimuka.


Mendengarkan hal itu Giska semangat 45, dia membeli jamu singset harum sari dan lain sebagainya untuk memberikan yang terbaik buat adam.

__ADS_1


"Iueh, pait banget mbak." Ucap Giska pada mbak jamu gendong yang kebetulan lewat.


"Ho'oh lo pait, biar kesengsem nanti suaminya unboxing, huhu, pengantin wanita ne ayu tenan."


"Unboxing segala, haha udah kayak buka paket dari om jaket oren donk mbak, dan mbak nama saya bukan ayu, tapi Giska Aleya."


"Huhu sakarep mu, yowes tak pergi dulu. Bye bye."


"Haduh, mbak jamu nya edan, pait nya gak ilang ilang ni. Cari permen dulu." Giska beranjak pergi juga dan mencari warung, beli permen seribuan dapat permen tiga.


Di warung ada dua wanita lagi menggosipin suami mereka dan terdengar sama Giska cerita malam pertama mereka, sepertinya pengantin baru.


"Jeng, gimana semalam, mantab gak tips yang aku saranin."


"Duuh jeng, mangtab kali. Suami aku sampai hilang akal. Bikin dia menggila, haha duh. . jadi pengen terus."


"Terus terus pas masukin itu nya gimana rasanya jeng."


"Iiihh awalnya aku takut banget jeng. Takut pingsan lihat pisang suami aku, besar dan panjang beut, pas dia gesekin. . ."


Brak Giska menggebrak meja, bikin kedua wanita itu kaget dan melotot sama Giska.


"Apaan sih kamu mukul meja segala. Kaget tau."


"Hehe sorry mbak sorry. Gue juga mau dengar cerita unboxing nya boleh?." Giska memberikan senyum termanis nya agar diberi izin ikut ngerumpi.


"Emang kamu baru nikah juga?." Tanya salah satu wanita itu.


"Sini duduk." Wanita satu lagi menyuruh Giska duduk.


"Pacar kamu anak pak RT?."


"Iya mbak bisa dibilang gitu, jadi gimana mbak, lanjutin ceritanya, gue pinisirin banget ni mbak, takut juga iya."


"Hmm kalau saran aku ya, mending kamu beli pengaman buat siaga."


"Maksudnya K ND M mbak, O nya terpisah?."


"Iya itu, cowok mah kalau merenggut punya kita pasti lupa pakai itu dan akhirnya kebablasan dan kita hamidun dan dia gak mau tanggung jawab."


"Bener juga ya, ok deh mbak makasih saran nya, gue pergi dulu."


"Gak jadi dengerin ceritanya?."


"Gak jadi mbak, nanti aku tanya sendiri aja sama mbak google."


"Good luck."


***


Malam belum juga datang, masih senja, Giska bosan sendirian didalam kamar hotel, dia memilih pergi keluar sebentar cari cemilan.


Giska lupa membawa tas, tapi handphone selalu nempel ditangan. Dengan loncat loncat Giska menuruni anak tangga, dia tidak mau naik lift karena trauma.


Jadi gini ceritanya, dulu ketika Giska ke Mall sama teman nya naik lift, tiba tiba saja lift itu mati, semua orang yang berada didalam lift mendadak panik dan ada salah seorang yang pingsan.

__ADS_1


Karena sudah sejam berada dalam lift yang mati, anak anak kecil pada mual dan mereka muntah, oksigen sudah semakin menipis karena tidak ada udara yang masuk.


Giska pun sudah tidak tahan dan ingin rasanya pingsan juga, namun ada secercah cahaya yang menyelinap masuk kedalam lift dan datanglah petugas untuk menyelamatkan semua orang keluar dari lift. Jadi itulah alasan Giska tidak mau turun dan naik lift lagi.


Giska melihat ada tukang cilok yang jualan dan gak ada pembeli, kemudian Giska mendekat dan bilang ingin beli.


"Hmm enak banget loh ini pak ciloknya, kok sepi sih pak."


"Ngak tau neng, mungkin belum rezeki bapak."


"Aku doain semoga jualan bapak hari ini habis ya pak dan laku semua."


"Amin, makasih neng."


Ketika akan bayar, Giska sadar dia tidak membawa uang sepersen pun, Giska jadi tidak enak hati sama bapak cilok.


"Hmm pak, sebenarnya aku lupa bawa uang pak, tas aku ketinggalan didalam hotel, maaf ya pak."


"Yasudah gak apa neng, bapak ikhlas, anggap aja bapak sedekah."


"Gimana kalau aku bantu bapak jualan."


"Boleh boleh aja neng."


"Asyik, sebentar ya pak."


Giska mulai merekam vidio dari proses pak tukang cilok mengambil cilok nya dan memasuk kan kedalam plastik dan dikasih saus kacang super banyak, tak lupa kecap juga cabe nya.


Kemudian diberi sentuhan editan oleh Giska dan di upload lah ke aplikasi toktok. Pengikut Giska sudah capai 1.5M orang. Dan setiap Giska unggah video akan banyak pengikutnya yang like and share.


"Udah selesai pak, kita tunggu aja sebentar lagi ya pak."


"Tunggu apa neng?."


"Tunggu para pembeli datang pak."


"Kok saya gak yakin, neng dari tadi cuma main hape doang."


"Justru sekarang pak, dari benda sekecil ini akan dapat mendatangkan uang dan juga pencerahan dalam hidup."


"Terserah neng ajalah."


Beberapa menit kemudian, datang orang berbondong bondong pergi ke sebelah gerobak jualan bapak tukang cilok, di sana ada yang jualan minuman viral, es cendol cinta.


"Yah, gue kirain mampir kesini, ish."


"Udah lah neng, gak apa, bapak pulang aja."


"Pak. . tunggu pak, sebentar lagi pasti akan ada yang datang dan beli."


Tanpa diduga, ada Adam dan segerombolan ciwi ciwi mendekati gerobak cilok bapak. Giska kaget melihat Adam.


"Kak Adam, . . "


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2