
Dalang dibalik kejadian
Adam berpamitan dengan Kinara karena malam ini jadwal tour konser nya yang kedua. Adam berulang kali mengucapkan kata maaf dan berjanji tidak akan jajan sembarangan lagi.
Kinara hanya menjawab seadanya, karena masih sakit hati Kinara dibuat Adam, perselingkuhan itu sesuatu yang tidak bisa dimaafkan dengan mudah oleh Kinara.
Atau mungkin dengan sebagian orang juga menjadi hal yang sama, bahkan membenci nya seumur hidup.
Adam sudah pergi dari rumah sakit, dia pulang sebentar kerumah nya dan mempersiapkan segala hal untuk tour konser. Adam sengaja membawa moge nya, karena tempat tour konser berjarak dekat.
Sampai di studio, Adam masih melihat Manda, si backing vocal berdiri disamping Vicko. Dan juga ada Giska disana, Adam tidak menghiraukan mereka berdua.
"Adam, gue mau bicara" Kata Vicko mengejar Adam hingga berada dekat.
"Apaan?, tu kenapa mereka masih disini."
"Siapa maksud lu?."
Adam tidak menjawab pertanyaan Vicko dan kembali berjalan menuju ruangan nya. Sedangkan Vicko merasa kesal karena Adam tidak mengacuhkan nya sama sekali.
"Apa sih mau nya tu orang, awas aja lu Adam" Ocehan Vicko.
Semua kru dan personil anggota yang lain sudah pergi menuju lokasi konser yang akan digelar nanti malam. Adam juga sedang mengendarai moge nya.
Sesampai nya di sana segala macam hal sudah dipersiapkan, Awal mula konser berlangsung lancar dan baik saja. Sejam kemudian ada sound system yang tidak berfungsi dengan baik.
Lithting juga padam sendiri, penonton bersorak sorai saat suara Adam tidak kedengaran. Adam memberi kan mic pada penonton agar ikut bernyanyi.
Adam jeda sebentar dan pergi kebelakang panggung bicara dengan kru yang bertugas. Mereka segera melakukan pengecekan.
Benar saja ada beberapa kabel yang putus dan itu merusak system nya. Ini ada yang sabotase bilang Adam. Akhirnya Adam dan kru memutuskan untuk dilakukan dubbing saja.
Konser disudahi lebih awal karena banyak peralatan tidak berfungsi dengan normal, namun konser tetap dapat tepuk tangan meriah dari penonton dan fans setia.
***
"Kenapa konser kita selalu kacau gini ya?" Tanya Brian kepada yang lain.
"Manajer kita yang gak becus" Seru Adam.
"Apa maksud lu bilang gue gak becus Adam, gue udah mati matian agar semua nya berjalan baik. Tapi lu nuduh gue gak becus" Tatapan Vicko begitu tajam pada Adam.
"Hah, lebih baik lu ngomong jujur aja dihadapan semua orang, apa yang sudah lu perbuat Vicko."
"Maksud lu apa Adam ha?."
"Jangan sampai gue yang bongkar semua kebusukan lu, gue udah muak sama lu Vicko."
__ADS_1
"Haha lucu, lu lucu banget" Vicko mentertawakan sikap Adam.
"Oke oke, lu lihat aja nanti Vicko."
"Kalian berdua permasalahalin apa sih?" Tanya Wily penasaran.
"Dia penyebab Ipank mati, asal kalian semua tau, dia biang keladi atas kerusuhan konser pertama kita, dan dia juga yang bakar mess"Suara Adam meninggi.
"Haha, jangan asal nuduh lu Adam kalau tidak ada bukti.?
"Tertawa aja lu terus, sebentar lagi polisi akan nangkap lu dan lu membusuk dalam penjara."
"Brengsek, jangan asal bicara lu Adam."
Brag brug, Vicko melayangkan bogem mentah pada Adam, kena telak dan Adam terhuyung kelantai, hidung nya berdarah.
"Woy, apaan kalian berdua, jangan berkelahi" Brian dan Wily melerai mereka berdua.
Sedangkan Vinsen sudah gemetaran ketakutan, dialah orang yang mengetahui semua perbuatan Vicko. Dan juga Adam sudah mendapatkan bukti yang kuat dari semua kesalahan Vicko.
Benar saja, ada petugas kepolisian yang datang ke ruangan tersebut. Membawa surat penangkapan terhadap Vicko Okvian. Atas kasus kerusuhan dan pembakaran.
Biarpun Vicko tidak secara langsung melakukan nya, namun dia bertindak sebagai dalang dibelakang semua kejadian itu. Dan juga Vinsen terlibat, dia yang membuat remaja pembawa dirigen gantung diri dirumah nya.
Vicko dan juga Vinsen sudah di amankan dan di bawa ke kantor polisi guna memberikan keterangan yang sebenar nya dan mempertanggung jawabkan segala perbuatan.
***
"Benar bro, sekarang gue benci banget sama yang nama nya Vicko Okvian, bermuka dua dia" Wily sampai menggebuk meja.
"Kaget gue kaget, akh kampret lu Wil, bagaimana juga gue kasihan banget sama Ipank, ada dendam apa coba Vicko sama Ipank, sampai dibuat mati gitu dia" Brian geleng kepala lagi.
"Tu si brengsek mau incar nyawa gue, tapi dia salah sasaran, maka nya Ipank yang jadi korban" Sela Adam yang baru gabung sama mereka berdua.
"Ha?, seriusan lu Dam?, lu tau dari mana."
"Dari si Vinsen, udah gue gak mau bahas dia lagi, gue balik duluan" Adam melambaikan tangan.
"Cepat banget lu balik nya, gak besok aja."
"Gak, Kinara lagi dirumah sakit, gue mau nemanin dia."
"Cielah, udah sayang lagi aja sama istri nya, haha" Ledek Wily.
"Iyalah bro, istri tercinta gue itu."
"Haha bullshit banget lu Adam, cinta lu aja berserakan dimana mana, haha."
__ADS_1
"Brengsek lu Brian" Adam mengacungkan jari jempol pada Brian.
Setiba nya di tempat parkiran, motor gede Adam hilang.
"Sial, motor gue mana, woy siapa yang jaga parkiran sini?" Teriak Adam.
"Ada apa mas Adam" Tanya seorang kru.
"Lu yang jaga sini ha?, motor gue hilang."
"Bukan saya yang jaga mas, kenapa bisa hilang, gak dikunci apa?."
"Kalau gue tau kenapa bisa hilang gak perlu gue tanya sama lu bego, argh" Adam menendang tong sampah di depan nya dan berserakan lah sampah itu.
Adam berjalan menuju ruangan pengelolaan, tidak ada orang disana, Adam juga menanyakan ruangan cctv, tapi cctv sudah beberapa hari ini tidak berfungsi.
Adam sungguh kesal dibuat nya. Dia sudah putus asa dan tidak tau harus bagaimana lagi, Brian dan Wily menghampiri Adam.
"Kenapa lu kusut banget."
"Katanya mau pulang duluan."
"Moge gue ilang, setan."
"Seriusan lu, kok bisa."
"Memang hari sial lu kali ini Dam, haha."
"Banyak bacot lu berdua, anterin gue kekantor polisi buruan."
"Mau nyusulin Vicko lu disana, haha."
Pletak, kepala Brian kena serangan tangan Adam. Dan dia hanya memegang kepala nya yang nyut nyutan.
Dari lantai dua gedung, ada dua orang kakak beradik yang saling tertawa.
"Rencana kita berhasil Gis, hehe."
"Hehe ia bang Ger, gue senang banget, siapa suruh gak pake gue lagi, jadi nya kan gue pengangguran, hiks sedih."
"Sabar, sabar adik abang yang cantik, nanti kita akan banyak duit lagi setelah kita jual tu moge Adam, dan ibu akan sembuh."
"Benar banget bang Gery, udah yuk bang, kita pergi dari sini."
"Let's go adik Giska."
Kakak beradik itu berjalan bergandengan tangan sambil nyanyi lagu yang ceria, sementara itu Adam fikiran nya terus pada Kinara yang masih berada dirumah sakit.
__ADS_1
Sedangkan dia harus ke kantor polisi dulu buat laporan kehilangan dan setelah itu selesai barulah Adam akan kerumah sakit buat jaga Kinara yang dalam masa pemulihan setelah mengalami keguguran.
Bersambung.