
Ciiitt bruak, mobil Kinara menabrak mobil didepan nya. Sang pengendara turun, mengecek kondisi mobil bagian belakang nya dan mengetuk jendela mobil Kinara.
"Turun. . ". Teriak pengendara itu.
Kinara yang masih menutup mata rapat malah kaget mendengar ketukan itu.
"Iyaa tunggu, saya turun".
Kinara turun dari mobil, diikuti oleh bapak.
"Ma-maaf saya gak sengaja". Ucap Kinara dan melihat orang itu ternyata Ferdy.
"Mbak Kinara, saya kira siapa, hoalah".
"Pak ferdy, duh saya minta maaf, benar benar saya gak sengaja, saya buru buru tadi".
"Kamu gak apa-apa nak?". Tanya bapak cemas.
"Gak apa pak, dia teman Kina pak, bapak masuk aja, biar kinara urus ini, kasian anak anak di mobil, mereka cemas".
Bapak Kinara masuk mobil dan kemudian Ferdy permisi pamit pada Kinara.
"Eh pak Ferdy, mau kemana, jangan pergi dulu, saya mau ganti mobil bapak yang penyok ini".
"Sudah gak apa mbak Kinara". Teriak Ferdy yang sudah masuk kedalam mobilnya.
"Siapa fer?". Tanya Andrew dibelakang kursi belakang yang sedang main ponsel.
"Itu mbak Kinara pak".
"Oh, ikuti aja nanti mobilnya, saya mau tau dia kemana malam gini".
"Baik pak".
"Dan masalah mobil, besok saja kamu bawa ke bengkel". Ucap Andrew.
Sementara itu Kinara dipanggil oleh Kanaya, supaya masuk mobil dan segera ke rumah sakit, nanti masalah mobil bisa diurus.
Sudah sampai dirumah sakit. Mencari keberadaan Ipank ternyata masih di ruang UGD. Kanaya mondar mandir di depan ruangan tersebut, ingin masuk kedalam namun tidak di izinkan.
"Bapak, gimana mas Ipank pak". Tanya Kanaya pada dokter yang baru saja keluar tersebut.
"Oh pasien kondisi nya cukup memprihatikan karena mengalami luka bakar 70 persen buk, kami sedang mengupayakan yang terbaik kok buk".
"Ya Tuhan, apakah ada harapan buat suami saya sembuh pak dokter?".
"Kita berdoa saja buk".
Kanaya nampak sedih dan air matanya menetes, dia terduduk sambil menangis, bapak mengusap lembut punggung Kanaya.
__ADS_1
"Kamu yang sabar nak, Tuhan tidak akan memberi cobaan melebihi kemampuan umat nya".
Kanaya menghambur kedalam pelukan bapak nya, Kinara juga memeluk kedua anaknya erat. Suasana sungguh haru biru.
Dari kejauhan Andrew memperhatikan Kinara. Dia sudah tau berita tentang kebakaran mess band Adam dan membuat salah satu personil mengalami musibah.
Andrew menelpon dokter kenalan nya, apakah dia bisa membantu menyembuhkan suami kakaknya Kinara atau tidak. Dokter tersebut bersedia dan akan segera datang.
Andrew kemudian meninggalkan rumah sakit dan harus kembali kekantor karena pekerjaan nya belum selesai. Andrew memang gila bekerja, setiap waktu dia habiskan untuk bekerja.
***
Sudah pagi, di lokasi kejadian kebakaran. Semua orang mencari di sisa kebakaran, apakah masih ada benda yang bisa diselamatkan, namun sayang nya tidak ada sama sekali, hangus terbakar.
Semua orang, kru, personil dan yang terlibat dalam band Adam memilih pulang kembali ke Ibu Kota, karena mereka sudah lelah semalaman tidak bisa tidur.
Bus sudah datang, semua pada naik, kecuali Adam, Wily dan Brian, mereka akan menjenguk Ipank dulu di rumah sakit. Vicko tidak bisa ikut karena masih banyak hal yang dia urus, seperti mendata barang apa saja yang harus segera diganti pasca kebakaran.
Karena mereka harus melakukan tour konser lagi di Kota lain, tidak bisa dibatalkan karena sudah teken kontrak dengan panitia penyelenggara konser.
Adam dan kawan lain sudah sampai di rumah sakit, bertemu dengan keluarga kecil nya, si anak bungsu langsung berlari dan memeluk Adam.
Adam menyapa bapak mertua dan kakak iparnya, cuma dapat senyuman ala kadar dari Kanaya. Sedangkan Kinara sedang membelikan sarapan di kantin.
"Apa kata dokter Naya?". Tanya Wily memulai pembicaraan.
"Mas Ipank masih belum sadar, dan luka bakarnya 70 persen, gue heran deh kalian ngapain aja di sana sih, sampai mas Ipank saja yang jadi korban, kalian ini teman nya bukan sih". Emosi Kanaya tidak terbendung lagi dan dia menitikkan air mata.
Tidak ada yang berani menjawab lagi. Mereka memilih pergi dari pada cari keributan. Adam berpamitan pada kedua anak nya dan berjanji akan membawa mereka jalan-jalan.
Mereka sudah pergi dan barulah Kinara datang.
"Mi, tadi papi kesini loh". Celoteh Natan yang memakan roti coklat nya.
"Oh ya, trus papi nya mana dek?".
"Udah pergi lagi donk".
"Oh gitu, gak apa ya nak, papi lagi sibuk".
Ditengah sarapan itu brangkar Ipank didorong keluar dan akan dibawa keruangan operasi.
Cepat cepat Kanaya mengikuti dan melihat kondisi parah sang suami yang kaki dan tangan nya di balut perban, serta wajah ada luka bakar juga.
Kanaya sesenggukan melihat kondisi suami nya itu. Dia tidak kuasa menahan sedihnya hingga dia pingsan. Bapak minta bantuan sama perawat di sana agar Kanaya diberi pertolongan.
"Kinara, sebaiknya kamu pulang saja, kasihan anak - anak, biar bapak yang ngurus mbak mu disini".
"Nanti bapak pula yang dirawat, gak biarlah Kinara disini, bapak mending pulang, ingat gak kemarin bapak kena serangan jantung tiba tiba".
__ADS_1
"Iya bapak ingat, tapi gimana dengan anak - anak kamu, nanti mereka yang sakit".
"Udah bapak tenang aja, anak anak aku mereka kuat kok pak, betul gak bocil".
"Yaa mami. . .". Serentak mereka berdua disela main ponsel.
"Tu bapak lihat sendiri, dah bapak tenang aja, sebentar lagi pak Sabar datang jemput bapak".
"Kenapa si Sabar sih, bapak kan bisa pulang sendiri nak".
"Pak Sabar aja gak marah, dia selalu sabar beda sama bapak, marah mulu, hehe".
"Mending bapak ganti aja nama jadi pak Jayussabar aja, haha".
"Haha ide bagus juga itu pak, haha".
Bapak anak itu tertawa lepas dan diperhatikan dari jauh oleh Adam yang belum pergi dari rumah sakit. Adam merasa kangen mendengar tawa lepas Kinara yang sudah lama tidak dia dengar.
"Woy bro, buruan pergi banyak nyamuk disini, nanti gue kena hiv lagi". Celoteh Brian
"Eh bloon, bukan hiv, itu penyakit bukan karena nyamuk, karena celup sana celup sini". Omelan Wily.
"Haha gue salah". Brian menggaruk kepala nya yang gak gatal, malah di toyor oleh Wily.
Mereka berdua selalu bertengkar dan sering meledek, walaupun begitu mereka saling peduli.
"Berisik lu berdua setan". Adam melangkah pergi meninggalkan mereka berdua dan mereka kelabakan mengejar Adam yang jalan nya secepat kilat.
***
Olah TKP di lokasi kejadian kebakaran dilakukan oleh pihak yang berwajib dan ditemani oleh Vicko selaku manajer band.
Polisi menemukan dua dirigen kosong bekas bensin yang dibuang tidak jauh dari lokasi, kemudian polisi mengamankan bukti tersebut.
Vicko tidak mengetahui hal itu karena dia sudah pergi duluan, Adam yang kebetulan balik lagi ke mess tidak tau bahwa ada polisi yang lagi olah TKP.
"Maaf, yang tidak berkepentingan dilarang masuk". Ucap pak polisi tegas.
"Saya Adam pak, saya korban kebakaran ini pak, semua peralatan band saya hangus terbakar".
"Oh gitu, yasudah pak Adam boleh masuk, tadi juga ada pak Vicko namun dia sudah pergi".
"Ya betul dia manajer band saya pak".
"Lapor Komandan, kami menemukan rekaman cctv dari rumah makan seberang sana pak".
"Baik, segera cek". Suruh Komandan.
"Boleh saya lihat juga pak". Tanya Adam.
__ADS_1
Bersambung.