
"Kamu gila Andrew".
"Saya punya satu pertanyaan, tolong dijawab".
"Apakah kamu bahagia menikah dengan Adam?".
"Aku tidak perlu menjawab pertanyaan kamu itu".
"Sdah jelas bukan, kamu tidak bahagia menikah dengan Adam, kamu hanya perlu bukti kan Adam itu tidak mencintai mu, dia berselingkuh Kina".
"Apa maksud kamu Andrew, jangan asal menuduh". Kinara menatap mata Andrew dengan sorotan mata tajam.
"Saya bilang ada bukti bukan". Andrew berjalan mendekati Kinara.
"Stop, jangan mendekat Andrew, please".
"Kinara. . ". Lirih Andrew dengan suara lemahnya, bruk, Andrew pingsan.
"Andrew, astaga".
Kinara mengguncang tubuh Andrew, dan tidak ada respon. Kinara panik, dia harus minta tolong sama siapa.
"Duhh, gimana ini, telfon mas Adam, jangan nanti mas Adam mikir macam - macam, Ferdy. Tapi aku tidak punya nomornya".
"Ki-kinara. . .saya gak apa-apa".
"Kenapa pingsan kalau kamu baik - baik saja, huh, kamu sakit apa sih?".
"Aku baik baik saja, minta tolong boleh".
"Apa?".
"Tolong ambilkan obat saya di dalam kamar".
"Dimana nya?".
"Di atas nakas sayang".
"Iss gak lucu, ambil sendiri".
"Sorry".
Kinara sudah berada didalam kamar Andrew, suasana nya nyaman dan tentu sangat rapi, perpaduan warna kamar cowok maskulin banget.
"Ah itu dia". Hendak mengambil obat, Kinara melihat dibawah bantal selembar kertas foto yang sudah banyak lipatan.
Kinara penasaran lagi, dia mencoba melihat foto apakah itu, foto sepasang suami istri dan anak kecil lelaki yang sedang memegang boneka panda nya.
"ini Andrew kecil, lucu banget, eh tunggu ini bukan nya papa Adam, eh benar".
Seketika ingatan Kinara teringat akan ucapan Adam dimasa lalu. Adam pernah bilang dia punya adik tiri yang dibuang gitu aja sama papa nya.
__ADS_1
Malah tidak diakui, kasian bener. Adam juga punya niatan mencari adik tiri nya tersebut, namun niat itu tidak pernah terlaksana.
"Astaga, apa benar Andrew adik nya Adam". Kinara menjatuhkan botol obat Andrew kelantai. Dia berjalan mundur dan memunggut botol obat kembali, foto itu masih dipegang Kinara.
"Ini obat sama airnya, bisa minum sendiri kan". Andrew tersenyum dan melihat tangan Kinara sedang memegang foto nya.
"Makasih Kinara. Kenapa kamu suka sekali melihat barang orang lain, tidak apa-apa, kita sudah mulai dekat bukan, apa kamu mau mendengarkan sebuah cerita".
"Hmm sorry, ini foto kamu, cerita panjang apa pendek, kalau panjang aku ambil ayam geprek dulu ya, laper soal nya, hehe".
"Boleh, silahkan, senyaman kamu bersama saya Kinara".
"Kamu udah makan belum Andrew".
"Saya punya penyakit maag kronis, diisi atau tidak sama saja, sakit".
"Kasihan benar kamu, yaudah nanti aku suapin"
"Dengan senang hati".
Andrew dan Kinara sudah duduk disofa, Kinara menyuapi Andrew makan.
"Begini rasanya disuapi oleh seorang wanita, saya sudah sangat lupa dan tidak pernah merasakan nya lagi".
Kinara hanya diam, kemudian Andrew lanjut bicara.
"Dulu waktu kecil saya pernah bahagia, merasakan punya orang tua, selayak nya orang lain, tapi cuma sebentar hal itu terjadi".
"Nenek saja yang saya punya hingga remaja, saya pun kehilangan beliau dan tidak punya siapa siapa lagi, saya memutuskan pergi dari sini selama nya".
"Trus kenapa ada disini lagi sekarang".
"Saya masih punya hutang yang harus saya bayar, saya sudah berjanji akan balas jasa orang tersebut setelah saya sukses".
"Kamu pasti sudah mengenal pria di foto itu kan Kina, dia adalah papa Adam dan juga adalah orangtua saya". Andrew jauh pandangan nya kedepan.
Sementara Kinara yang mengetahui fakta itu dari mulut Andrew secara langsung kaget dan tidak percaya.
"Apakah Adam tau kalau kamu itu. .".
"Tidak sama sekali, bahkan si Baskara pun tidak tau kalau aku adalah anak yang dia buang, kamu pasti mau nanya lagi tentang wanita yang melahirkan saya, dia sudah lama tiada".
"Kenapa kamu tidak sebut dia sebagai ibu, apakah sebenci itu kamu sama sosok ibu Andrew?".
"Bisa di bilang begitu, kenapa melahirkan saya dan tidak membesarkan dengan baik, saya pun tidak ingin lahir kedunia ini, mereka terlalu egois jadi orangtua, tidak berguna".
"Hmm aku kira selama ini kamu hidup bergelimang harta berkat orangtua kamu, nyata nya mereka tidak ada sama sekali, Andrew tetap semangat ya, aaaak buka lagi mulut nya, pinteeer".
"Kamu tidak mau tau siapa orang yang berjasa itu, dia rela menjual mobil nya untuk di beri kan kepada ku, pergi dari sini".
"Hmm sebenar nya mau, tapi pasti aku gak bakal kenal, iya kan".
__ADS_1
'Kamu mengenal orang itu dengan baik Kinara'. Andrew bicara dalam hati nya.
"Gaswat, aku harus balik lagi ke rumah sakit ndrew, aku bereskan ini dulu".
"Makasih Kinara, biar saya antarkan kamu".
"Gak usah, saya naik taksi saja"..
"Tidak saya izinkan, saya akan telfon Ferdy, pergi sama dia".
"Ya ampyun, kamu galak amat, iya deh iya".
***
Kinara sedikit banyak sudah tau tentang hidup Andrew, merasa kasihan dan juga iba. Kinara berjanji tidak akan memberitahukan tentang ini pada Adam maupun siapa pun, itu bukan hak nya Kinara untuk menyampaikan.
Sampai dirumah sakit sudah ramai orang berkumpul di ruangan jenazah, Kinara melihat ada mbak Kanaya, bapak dan juga anak- anak nya. Mas Adam dan teman band lain nya, dan juga ada beberapa wartawan.
"Apa yang terjadi, bapak ada apa ini".
"Kinara, suami mbak kamu meninggal dunia nak".
"Ya Tuhan, mas Ipank pak, kapan meninggal nya pak".
"Tadi jam sepuluhan nak, bapak sudah telfon kamu, tapi hape kamu mati nak".
"Kinara sungguh gak tau pak, maafin Kinara pak, hiks, mbak Kanaya mana pak?".
"Dia itu disana duduk sendirian".
Kinara berjalan menghampiri Kanaya, namun Kanaya hanya diam, pandangan mata nya kosong, dan air mata terus mengalir.
"Mbak boleh aku duduk". Kanaya masih diam.
Kinara langsung memeluk tubuh kakak nya itu, mereka menangis bersama, seseorang hanya perlu pelukan disaat sedih nya seperti saat ini.
Karena dengan itu, hati mereka akan lebih tenang, meluapkan rasa sedih dengan air mata dan tangisan. Kematian tidak dapat disangkal kehadiran nya, sebagaimana marah nya kita sama Tuhan, tetap orang tersebut tidak akan bisa kembali.
Segala hal di dunia ini, kelahiran, kehidupan dan kematian tidak dapat seorang manusia pun mengatur nya, sudah menjadi kuasa Tuhan.
Adam dan teman yang lain pun ikut merasa kan kesedihan mendalam atas kepergian Ipank selama nya di atas bumi ini. Ipank orang yang baik, tidak pernah berbuat hal yang aneh aneh dalam hidup nya.
Dia sangat mencintai istri nya, setiap saat pasti menghubungi satu sama lain, Ipank sangat menginginkan kehadiran seorang anak dalam kehidupan nya. Namun belum dikasih amanah sama Tuhan yang Maha Esa.
Kepergian Ipank bikin media sosial heboh, bahkan rentetan tragedi yang terjadi setelah konser Adam & friend's play digelar juga bikin netizen terkaget kaget.
Dari kerusuhan disaat konser dan mengakibatkan salah seorang wanita tewas, kemudian kebakaran mess tempat personil band menginap.
Dan Ipank Kuncoro lah yang menjadi korban kebakaran, kerugian pun mencapai milyaran karena semua alat band berada didalam mess tersebut. Ikut ludes dilalap api.
Hal itu membuat semua orang merasakan kehilangan mendalam. Para fans pun ikut mengantarkan Ipank ke peristirahatan terakhirnya.
__ADS_1
Bersambung.