
Kedua wanita beda usia itu berjalan keluar dan sampai didepan pagar.
"Yuk kemon pak Indra dan mang Asep kita pergi".
"Gak deh La, saya di rumah aja. Tugas saya memang jaga rumah, gak berani ah, takut".
"Yaelah Pak Indra sebentaran doank, janji deh sejam kita udah sampai rumah".
"Gak deh La, makasih, ajak Mang Asep aja".
"Hmm oke deh pak Indra, babay". Lala melambaikan tangan dan kebetulan mobil Andrew datang.
"Pagi pak Indra". Sapa Andrew ramah.
"Pagi juga pak Andrew, maaf pak, non Angela nya gak dirumah".
"Saya mau ajak Natan per- ".
"Om Andrew, yuhuu. .. Natan sudah ready ni, lets go om".
"Udah pamit sama mami belum?".
"Hehe belum, bentar ya om, jangan kabur".
"Iyaa siap, mari pak Indra saya boleh masuk kan?".
"Eh iya silahkan pak Andrew".
Natan berteriak dari pintu luar memanggil nama maminya kencang.
"MAMI. . .mami Natan pergi dulu".
"Apaan sih bocil, teriak aja, tu mami lagi nyuci, brisik". Sanggah Nada kakaknya.
"Iss, mbak bilangin sama mami, aku pergi sama om Andrew ya".
"Bilang aja sendiri". Nada yang sedang mencuci piring makan kesal sama Natan.
"Apaasih kalian berdua teriak gak jelas gitu". Ucap Kinara yang sedang mengangkat ember berisi kain yang akan dijemur diteras belakang.
"Mi. . .mami, Natan pergi dulu ya".
"Mau main kerumah siapa Nat?".
"Pergi sama om Andrew beli mainan".
"Oh, . .apa siapa tadi, Andrew?".
"Iya saya disini, Om Andrew izin bawa Natan beli mainan dulu ya mami". Senyum Andrew manis membuat Kinara salting.
Andew yang dingin seperti kulkas dihadapan Angela tidak begitu ketika dengan Kinara dan anak-anak nya.
"Ngh eh Andrew, maaf Natan repotin. Pasti karena tanding bola kemarin ya".
"Hehe iya saya kalah, jadinya harus nurutin mau yang menang, mbak Nada mau ikutan sama Om?".
"Mm apa boleh?". Tanya Nada pada Andrew.
"Boleh banget dong mbak, cepetan ganti baju mbak, aku dan om andrew tungguin mbak dandan".
"Mm apa boleh Nada pergi mi?".
Kinara mengangguk dan mendapatkan bentuk love disematkan dijari oleh Nada kepada Kinara. Mereka berdua pada heboh.
__ADS_1
"Mau dijemur dimana ini". Andrew langsung saja mengangkat ember berisi kain itu tanpa izin Kinara.
"Bumil gak boleh angkat beban berat, itu ya di teras belakang". Andrew sambil menunjuk dan sudah pergi ke sana.
"Makasih".
"Iya sama sama Kinara, sebenarnya saya lebih tua dua tahun dari kamu loh".
"Masak sih, tampang nya masih imut gitu, cocok jadi adik aku, hehe".
"Boleh saya jadi adiknya?".
"Iya kan calon adik ipar aku, hehe".
"Kalau bukan jadi adik ipar apa boleh?". Andrew mendekatkan wajahnya pada Kinara dan membuat Kinara salting lagi.
"Aa- apa maksudnya?". Tanya Kinara gugup.
"Om, ayok kita pergi". Teriak kedua bocah itu tidak sabaran ingin segera pergi.
"Ayok, lets go, bumil mau dibeliin apa?".
"Gak usah, bawa anak anak pulang dengan selamat aja".
***
Di studio.
"Adam bangun, ayok latihan".
"Mm bentar lagi, masih ngantuk".
"Bangun gak atau aku. . .".
"Manda, junior gue yang bangun, lu bobok in dulu".
"Adam,. . ahhh".
Adam memasukkan jarinya melewati rok bagian bawah Amanda, dengan cepat kedua jari itu mengacak acak nya. Membuat Amanda mendesah basah.
Adam kemudian menurunkan celananya dan mendorong kepala Amanda agar menghadap junior nya. Amanda dihadapkan dengan milik Adam tidak akan nolak sama sekali.
Kepala Amanda naik turun dan begitu pun dengan tangannya, Adam dibuat merem melek atas permainan Amanda yang lihai. Amanda semakin dalam mengulum milik Adam hingga dia tersedak.
Adam yang sudah ngilu akhirnya **** didalam mulut Amanda, segera Amanda menjilatinya dan menelan semua sampai bersih.
"Thanks Manda".
Adam sudah beranjak pergi dan dia mandi membersihkan diri.
"Ish dasar egois, udah keluar gue malah ditinggalin". Sungut Amanda dan dia juga pergi dari kamar Adam.
Adam yang sudah selesai beberes sarapan dulu dengan makanan yang dipesan nya online. Main hape sebentar dan melihat story anak bungsunya sedang berada di sebuah toko mainan dan menenteng tas belanjaan besar.
"Hmm bagus deh Natan udah beli mainan nya". Adam sudah merasa tidak ada janji yang harus dibayarkan pada anaknya tersebut.
Lagi asyik menyeruput kopinya, dari bawah meja Adam merasakan ada yang memegang miliknya.
"****, apaan, Manda !!, ngapain kamu dibawah meja ha?".
"Adam, gue mau lagi".
Amanda menatap sayu Adam, dia menjulurkan lidahnya dan menggoda Adam, meremas bukit kembarnya sendiri dan juga meremas milik Adam dari luar. Tanpa izin Amanda mengeluarkan junior Adam dibalik celananya.
__ADS_1
Mengulum, menjilat dan menggigit gemas, hingga membuat Adam jadi tak karuan.
"Argh, Manda keluar dari situ".
"Janji dulu kita bakal main".
"iya iya, cepetan keluar, nanti keburu yang lain datang".
"yes". Manda keluar dari bawah meja dan langsung melompat kedalam pelukan Adam.
Mencium bibir Adam dengan penuh gairah, begitu pun Adam mengeratkan pelukan nya pada pinggang Manda.
Adam menjatuhkan tubuh Manda di atas meja, mengeluarkan juniornya yang sudah merasa sesak berada didalam, menghujam milik Manda berulang kali.
"Ini kan yang lu mau, argh rasakan ini".
Clok clok clok, suara itu menggema didalam ruangan itu.
"Yes daddy, i like it, aaahhh".
Manda meracau tak jelas dan mengacak rambutnya sendiri, dia dibuat gila oleh permainan Adam. Adam tanpa henti terus menggenjot Manda dan sampailah pada puncaknya, Adam semburkan cairan itu di atas perut Manda.
Nafas mereka berdua masih tersengal, namun harus segera membersihkan semua karena sudah ada yang datang ke studio. Amanda buru buru sampai cd nya terjatuh kelantai. Dia tidak menyadarinya.
"Morning brow, udah sarapan lu?". Tanya Ipank pada Adam yang tengah duduk dan menyeruput kopi nya.
"Udah". Jawab Adam datar.
"Hmm gitu". Ipank memendarkan pandangan nya sekeliling dan menangkap ada sesuatu di atas lantai, cd Amanda.
"Sarapan apa lu tadi brow, yang panas apa dingin?". Ipank kembali bertanya pada Adam.
"Itu bukan urusan lu". Adam beranjak pergi dari sana dan Ipank hanya geleng kepala.
Ipank kemudian melihat Amanda seperti mencari sesuatu.
"Cari apaan lu Manda".
"Ng itu, koin gue jatuh, gue lagi butuh koin buat gesek voucher pulsa gue, benar".
"Oh, coba lu cari didekat pantry, barang lu jatuh di sana".
"Ha?, oh oke makasih pank".
Amanda segera datang ke pantry dan benar saja cd nya ada di sana.
"Gaswat, semoga aja Ipank gak cerita ke yang lain, bisa malu gue".
Adam dan Ipank sudah berada didalam ruangan yang kedap udara itu.
"Brow kapan lu tobat nya sih, gak kasihan sama Kinara, dia lagi hamil kan sekarang?".
"Jangan sok ngajarin gue".
"Bukan gue ngajarin lu Dam, tapi menurut gue lu udah keterlaluan, manda juga jadi korban lu kan".
"Gue lagi malas debat".
"Gue bakal minta yang lain buat ngeluarin Manda dari band, dia gak ngebantu juga".
"Terserah lu".
Bersambung.
__ADS_1