
Adam menghempaskan gitarnya ke sofa dan beranjak pergi.
"Dam, sebenarnya gue iri sama lu, lu udah dikasih dua anak sama Tuhan tapi lu sia sia in, nah gue udah delapan tahun mengharapkan belum juga dikasih, lu gak bahagia apa Dam?."
Adam hanya diam, Adam dan Ipank memang sering tidak akur, karena Ipank tau segala hal buruk dari dirinya, dan mereka sering berselisih. Adam jengah dinasehati terus oleh Ipank.
Karena Kinara adalah adik ipar Ipank. Ipank kasihan sama Kinara, namun dia tidak mau menceritakan sama Kinara keburukan Adam, walau bagaimanapun Adam adalah teman Ipank.
"Eh mau kemana lu Dam, gak latihan." Kata Willy Wilson yang berpapasan dengan nya.
"Gue pulang."
Adam hatinya jadi tak karuan. Melajukan mobil kencang dan diujung jalan, Adam melihat seperti sosok ibu Kinara.
Cit, bruk. Adam menabrak.
Adam tidak berani buka mata, tangan nya gemetaran dan nafasnya memburu, Adam berusaha tenang. Tarif nafas dalam dan membuangnya.
Semenit kemudian Adam memberanikan keluar dari mobil dan melihat kearah depan mobil.
Tidak ada orang atau sesuatu pun yang ditabrak oleh Adam, hah Adam jadi sedikit lega dan itu hanya halusinasi Adam semata.
Drt drt, ponsel Adam bergetar. Kinara menelfon.
[Apa?].
[Mas, Nada kecelakaan].
[Apa?, kok bisa sih, ceroboh banget kamu].
[Aku juga gak tau, bisa jemput aku ke rumah mas, kita ke rumah sakit]. Terdengar suara Kinara sangat cemas dan menahan tangisnya.
[Argh sial].
Flashback off.
Di toko mainan, Andrew dan Natan sibuk memilih berbagai mainan, sedangkan Nada tidak berminat sama sekali akan mainan tersebut.
Nada cuma berkeliling toko dan entah kenapa terlintas dipikiran bocah sembilan tahun itu untuk melakukan sesuatu yang seharusnya tidak boleh dilakukan.
Nada berjalan mendekati pintu toko mainan dan tidak diketahui oleh Andrew sama sekali. Nada sudah pingsan di jalanan dengan kening yang berdarah serta lututnya juga.
Para pejalan kaki dan orang sekitaran sudah pada heboh dan menelfon pihak kepolisian untuk datang, menolong gadis malang ini.
"Om Andrew, itu kenapa pada rame sekali diluar, ada apa om?."
"Om juga gak tau Natan, eh mbak kamu mana, Nada. . .Nada." Andrew memendarkan pandangan sekeliling mencari bocah itu.
Sedangkan Natan berdiri mematung dan menarik baju Andrew, dia seperti ketakutan.
"Om Andrew, hiks, itu mbak Nada diluar, hiks."
"Apa?, dimana?, kenapa kamu nangis Natan." Andrew mencoba melihat kearah tunjuk Natan dan betapa terkejutnya Andrew, "Astaga NADA !!."
Andrew berlarian keluar dan memeluk erat tubuh bocah itu.
"Ma- maafkan Om Nada, ayok sekarang kita ke rumah sakit."
***
__ADS_1
Kring,
[Halo dek Natan, udah dimana?].
[Mami. . .hiks, mbak Nada mi..].
[Mbak Nada kenapa dek, ngomong yang jelas, kenapa adik nangis sih?].
[Mbak Nada kecelakaan mi. . hiks].
[Apa?, mana om Andrew, mami mau bicara sama dia].
[Om Andrew lagi gendong Mbak].
[Oke adik jangan nangis lagi. Kasih tau mami adik di rumah sakit mana?].
[rumah sakit 'permata ibu' mi].
Flashback On.
Kinara berjalan gusar ke sana kesini, dia tidak tau kenapa anak nya bisa mengalami kecelakaan.
"Aku harus gimana sekarang. Apa anak ku baik - baik saja, Oh Tuhan, tolong jaga dia."
Kinara mengambil tas nya didalam kamar, dan mengunci pintu utama, menunggu Adam yang sudah diberi kabar tentang kecelakaan Nada.
Beberapa saat kemudian datanglah mobil Adam.
"Mas. . ." Sapa Kinara dengan air mata dia tahan.
"Ayo buruan masuk."
Sepanjang perjalanan ke rumah sakit Adam dan Kinara tidak bicara sama sekali, keduanya hanyut dalam pikiran masing masing.
Bergegas suami istri yang masih sah itu menelusuri lorong rumah sakit dan sampailah di bangsal anak.
"Bangsat lu Andrew." Brak bruk akh. Adam menghajar Andrew sampai dia tersungkur dilantai. "Lu kan yang ngelakuin anak gue setan !!." Umpat sumpah serapah Adam dilontarkan pada Andrew.
"Mas Adam tenanglah." Kinara memegang tangan Adam agar tidak memukul Andrew lagi.
"Bukan om Andrew pi." Ucap Nada masih lemah.
"Nada. . .kenapa bisa kejadian seperti ini sayang, hmm cerita sama mami nak."
"Ii- tuh tadi Nada sengaja nabrak ke mobil."
"Astaga nak." Kinara memeluk tubuh sang anak erat dan menangis.
"Nada mau agar papi perhatian dan sayang lagi sama Nada, hiks, Nada mau rayain ulangtahun sama papi."
Adam hanya berdiri mematung, seperti ada petir disiang bolong yang menyambar Adam. Sedangkan Kinara tidak menyalahkan perbuatan sang anak sepenuhnya.
"Nada, dengerin mami, Nada gak boleh lagi lakuin hal semacam ini, faham, papi akan selalu sayang sama Nada dan pasti akan rayain ulangtahun bersama."
"Hua mami, maafin Nada mi, hiks." Gadis kecil itu menangis sesenggukan didalam pelukan sang Mami.
Adam mendekati Nada dan mengusap lembut rambut sang anak.
"Mana yang sakit nak?, ini ya." Cup Adam mengecup kening Nada yang diperban itu lama, dan dia meneteskan air mata.
__ADS_1
"Papi. . .maafin Nada."
"Hmm Nada gak ada salah sama papi nak, justru papi yang banyak salah sama kamu, maafin papi ya sayang."
Adam mengusap lembut pipi sang anak,
"Udah gak usah nangis lagi, cepat sembuhnya dan kita akan rayain ulang tahun Nada spesial."
"Beneran pi. .wah aku seneng banget."
"Ulangtahun Natan juga ya pi."
"Iya. . .jagoan papi juga."
"Yes. . asyik. . .Natan mau tema nya nanti. . .ba ba. . ." Adam menggendong Natan keluar ruangan dan Si Natan menceritakan semua maunya pada Adam. Sedangkan Nada tidak mau tema apa apa, cuma kehadiran sang papi.
"Mbak. . ."
"Mm iya mi."
"Maafin mami juga ya sayang, harusnya tadi mami ikut kalian."
"Hehe all is well mi."
***
Acara ulang tahun Nada dan Natan diadakan disebuah hotel mewah bertemakan disney land, Nada dan Natan bak ratu dan pangeran di sebuah istana megah, kue ulang tahun nya juga tidak kalah menarik, yaitu kue bertingkat dengan karakter kesukaan kartun mereka.
Dengan banyak makanan kekinian disisi kanan dan kiri. Jadi para tamu undang bebas bisa memilih apapun yang mereka suka. Teman sekolah Nada dan Natan semua diundang, nampak sudah pada hadir didalam ruangan tersebut. Mereka membawakan kado untuk kakak beradik itu.
Kinara dan Adam pun memakai warna baju senada, sage green, cuma sayang nya, kedua orang tua Adam tidak hadir ke acara ulang tahun cucu nya karena menganggap itu tidak penting.
Angela yang hadir, itupun karena Andrew yang diundang langsung oleh Nada. Acara segera akan dimulai.
Jreng jreng, Adam memulai acara dengan membawakan sebuah lagu dari band terkenal tanah air,
#Aku slalu bermimpi tentang, indah hari tua bersamamu, tetap cantik rambut panjang mu, meskipun nanti tak hitam lagi.
#Bila habis sudah waktu ini, tak lagi berpijak pada dunia, telah aku habiskan, sisa hidupku hanya untukmu.
#Dan telah habis sudah cinta ini, tak lagi tersisa untuk dunia, karena telah ku habiskan, sisa cintaku hanya untukmu.
"Selamat ulang tahun anak papi, Queen Nada, semoga kelak menjadi orang yang berguna bagi semua orang, Amin".
Terdengar sorak riuh teman teman Nada dan mereka berteriak. 'Lagi, Lagi, Lagi'.
"oke oke, para bo kecil mau nyanyi apa?".
"Ikan dalam kolam".
"Aiya susanti".
"Komang".
"Ojo di banding ke".
Teriak para bo kecil antusias nya, sampai pada ketawa semua.
"Oke oke, pertama kita akan nyanyi 'Aiya Susanti', setuju. . .".
__ADS_1
"Iyaa. . .huhu setuju".
Bersambung.