Merried With Adam

Merried With Adam
17. Peace and Love Bro


__ADS_3

Sudah pukul 12.00 wib, belum ada tanda tanda konser akan dimulai, mungkin akan sedikit telat beberapa saat, dikarenakan ada kendala di bagian lightning, para penonton masih terlihat sabar menanti.


Klik, seluruh lampu dipanggung padam, penonton riuh, ada kembang api yang muncul dipanggung dan pertunjukan dance dari para penari lokal, disambut tepuk tangan yang meriah oleh para penonton, suara musik keras menghentak panggung.


Penonton ikutan bergoyang, mengikuti alunan musik. Sudah selesai, jreng jreng dum dum cis cis.


"Halo semua, kabar kalian baik saja kan". Sapa Adam sambil melemparkan senyum termanisnya.


"Baik. . .". Teriak penonton antusias.


"Adam love you !!". Terdengar ada yang berteriak demikian.


"Ya ya love you too, mari kita hentakkan bumi ini, yeah".


"One two three, na na na na. . .lala yeah".


#Ingin ku buka lembar baru, untuk meneruskan hidupku, tak mau lagi kesedihan, selimuti hidupku.


#Semua orang ingin bahagia menjalani hidup di dunia ini, tertawa dan selalu ceria, berikan ku arti hidup ini.


#Menari dan terus bernyanyi mengikuti irama sang mentari, tertawa dan selalu ceria, berikan ku arti hidup ini.


~


#Aku ingin menjadi setitik awan kecil di langit, bersama mentari, biarpun ku sendiri, tapi aku masih ada, masih ada cinta di hati, du du du.


~


#Ku lelaki yang tak bisa menangis, apa yang harus ku lakukan, bila kau menjadi milik ku, kan ku relakan semua, sisa hidupku, kan ku jadikan kau ratuku, ditempat yang paling indah, di hidupku.


Satu jam full Adam terus bernyanyi untuk menghibur para fans nya, tiba Adam nyanyikan lagu perpisahan, terjadi kerusuhan di tribun sebelah barat, banyak yang saling lempar botol minum.


Para penonton banyak yang berdesakan dan banyak pula yang saling dorong, pokoknya suasana rusuh sekali, para penonton wanita banyak yang minta tolong pada petugas.


Petugas yang berjaga segera menyiramkan air kearah penonton yang rusuh, dan menolong penonton wanita.


"Bro bro, tenang, kenapa kalian rusuh, tenang bro, peace love". Ucap Adam dengan mic nya.


Serasa sia sia saja, Adam dan para pemain band lain segera diamankan dari atas panggung dan turun, mereka semua tampak cemas dan khawatir, tapi Adam dia marah.


"Lu semua gak apakan?". Tanya Vicko panik.


"Kita aman aja, tapi noh para penonton kasihan, ada yang terinjak gak tuh ya". Sela Ipank.


"Iya apalagi kalau ada yang sampai mati, kita bakal dituntut, ih ngeri gue". Kata Wily Wilson sambil merinding.


"Lu gak ngecek apa Vic, ada yang bawa minuman, pasti karena mabuk mereka rusuh, argh". Adam mengusap wajah nya kasar.


"Gak mungkin juga gue cek satu satu penonton yang bejibun itu, gila lu Dam". Emosi Vicko.

__ADS_1


"Gak perlu ngegas gitu dong kampret". Umpat Adam yang hampir tersulut emosi mendengar jawaban Vicko, untuk Ipank memegangi Adam.


"Udah sih, gak perlu kita bertengkar, doain aja semoga tidak ada korban jiwa". Amanda menengahi mereka.


"Jangan sampai, jangan sampai, nanti kita bakal dicekal konser lagi, gawat itu". Ipank mulai panik.


Vicko berjalan meninggalkan mereka. Dan sebuah senyum terkembang di wajah Vicko, 'emang itu yang gue harapkan, kalian hancur'. Kata Vicko dalam hati.


***


Berita terupdate kini. Siaran di televisi dan media online mengabarkan.


"Tim kami sedang berada di tempat konser Adam & Friend's play di adakan, tepatnya tadi sekitar pukul 1 siang telah terjadi kerusuhan antar penonton".


"Dapat kami infokan bahwa kerusuhan terjadi karena faktor ke salah pahaman saja dan terjadilah hal tersebut".


"Kemudian, banyak korban berjatuhan, korban luka ada sekitar sembilan belas orang dan kini sedang dirawat di rumah sakit".


"Sedangkan untuk korban meninggal dunia di kabarkan satu orang, korban adalah seorang pelajar siswi kejuruan yang sebentar lagi akan tamat sekolah".


"Keluarga korban meninggal mengaku tidak punya firasat buruk apapun tentang kepergian anak mereka, dan kedua orang tua pun mengaku sudah ikhlas dengan kepergian anak mereka".


"Ya baik kita sudah terhubung dengan orang tua korban bernama dinda, ya selamat sore buk". Pembawa acara televisi melakukan videocall.


"Sore mbak".


"Saya orang tidak punya mbak, saya dan suami ikhlas menerima ini semua, mungkin sudah takdir kami seperti ini mbak".


Klik, terdengar suara televisi dimatikan.


"Ya Tuhan mas Adam, kenapa hal ini bisa terjadi, saya berharap kasus ini tidak berbuntut panjang, saya akan menemui keluarga korban". Kinara beranjak dari kamar nya setelah nonton televisi dan keluar.


Kinara harus melanjutkan mengepel lantai rumah, karena hal itu sudah biasa Kinara lakukan, walaupun dia istri seorang penyanyi terkenal tapi dia tidak akan menjadi ratu di rumah itu.


Bruk,


"Aduh. . . Hati hati dong Kinara, hampir saja mama jatuh".


"Ma-maaf ma Kinara tidak lihat ada mama".


"Makanya punya mata tuh dipakai".


"Baik ma, ma. .".


"Apa?".


"Apakah mama tau kalau band nya mas Adam . .".


"Iya mama sudah tau, emangnya kenapa, kamu mau ganti rugi atas itu, silahkan saja, tapi jangan kamu pakai uang Adam, awas kamu ya".

__ADS_1


"Boleh Kinara ke rumah orang tersebut ma".


"Pergi saja, terserah kamu. Tapi ingat selesaikan dulu kerjaan kamu di rumah ini, dan cepat pulang".


"Baik ma, terimakasih banyak ma".


Kinara hendak menyalami tangan sang mama mertua, namun ditepisnya. Beliau sudah pergi dari hadapan Kinara.


Kinara bergegas menyelesaikan semua pekerjaan rumah nya, mengajak kedua anak nya pergi menuju rumah orang tua dinda, korban meninggal atas kerusuhan konser musik Adam.


Tak lupa Kinara membawa beberapa buah tangan, atas ucapan maaf atas peristiwa tersebut. Walau tidak sepenuhnya salah Adam, namun tetap saja Adam akan tersangkut masalah kerusuhan ini.


Setelah mencari beberapa saat dan bertanya pada orang lain dimana rumah dinda akhir nya ketemu juga. Sudah terpasang tenda di halaman rumah dan bendera hitam sudah tertancap di sana.


Ramai para tetangga datang ke rumah duka tersebut. Kinara memberanikan diri minta maaf yang sebesarnya atas nama sang suami.


"Mi, kita kemana ini, dan siapa yang meninggal mi?". Tanya Nada pada Kinara.


"Anak nya teman mami, udah yuk masuk. Dek jangan main hape mulu, ntar kesandung, jatuh kamu".


"Iya mami bawel".


Kinara menggenggam kedua tangan anak nya untuk masuk kedalam rumah duka tersebut. Kinara menyalami beberapa tamu dan bertanya yang mana orang tuanya dinda.


Setelah diberitahu, Kinara mendekati ibu nya dinda.


"Buk, permisi boleh ngobrol sebentar bu".


"Hm ya, siapa ya".


"Saya Kinara buk, turut berduka ya buk".


"Ya ya ya makasih".


Kinara memberikan buah tangan dan juga amplop coklat yang cukup tebal pada ibu dinda.


"Apa ini?". Tanya ibu dinda penasaran.


"Gak ada apa kok buk, terima aja ya buk, saya minta maaf ya buk". Kinara meneteskan air matanya dan menyalami ibu dinda, kemudian beranjak pergi.


Ibu dinda menatap kepergian Kinara dan membuka amplop yang berisi uang tersebut. Dengan tergesa ibu Dinda mengejar Kinara.


"Berhenti dulu anda, apa anda pikir dengan uang ini dapat mengembalikan anak saya ha, ambil kembali uang ini, saya tidak butuh".


Srak, ibu dinda melemparkan uang tersebut pada Kinara dan uang nya jadi berserakan dilantai.


"Dia itu, istrinya si pembunuh anak saya. . .hiks hiks". Ibu dinda berteriak sangat lantang dan membuat para warga yang berada di sana kaget dan menatap Kinara. Kinara hanya berdiri mematung dan dia menangis.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2