
Gery Almer dan Giska Aleya sedang menunggu pembeli yang akan membeli moge Adam yang mereka curi. Mereka melakukan itu karena tidak terima Giska tidak dipakai Adam lagi.
Sedangkan kontrak kerja yang dibuat Adam untuk Giska itu tidak jelas sama sekali, dan sudah dirobek oleh Adam. Giska juga bilang kepada abang nya Gery bahwa dia telah hilang per awan oleh Adam.
Itu membuat Gery murka dan akan balas kan dendam kesumat nya pada Adam.
"Duh bang Ger, kenapa juga kita harus sembunyi di tempat banyak nyamuk gini sih, bentol - bentol kan badan gue."
"Hus, udah diam aja lu Gis, bentar lagi orang itu datang kok."
"Itu beneran orang yang bakal datang kan, gak makhluk jadi jadian." Tanya Giska pada abang nya yang agak sedikit oon itu.
"Iya adik abang yang cantik, pasti orang yang datang lah, dia keong loh dek."
"Ha?, Keong apaan?, Keong racun. Wakaka" ledek Giska.
"Bukan oot, keong tu sama seperti sultan sultan di negeri arab sana, nanti abang kawinin kamu sama dia."
"Ogah, punya orang arab ukuran nya ajib, ane takutlah."
Pletak, kepala Giska kena serangan tangan Gery, "Mulut lu ada toa nya ya, ampe budeg gini gue."
"Aw, main jitak aje ini onta arab, sakit tau."
"Udah diam lu, berisik aja".
Mereka menunggu calon pembeli itu disebuah ruko kosong yang sedikit pencahayaan dan banyak nyamuk. Sudah satu jam dua orang adik kakak itu menunggu, namun tak kunjung datang.
"Bang, udah yuk balik aja, udah malam banget, gue takut."
"Tenang, kan lu sama gue."
Gudubrak gudubruk, prang. . .
"Eh setan setan, atut," Gery mendekatkan diri kepada adik nya karena bunyi barang dan kaleng berjatuhan dari lantai atas ruko.
"Kan kan bener gue, penghuni sini marah. Udah yuk buruan pulang, gue merinding".
"Iya udah hayuk".
Baru saja akan melangkahkan kaki keluar ruko banyak mobil berhenti dan ada mobil polisi juga.
"Ke kenapa ada po polisi Gis." Gery gemetaran kaki nya dan hampir saja pipis dalam celana.
"Ya mana gue tau bambang, udahlah ni, membusuk dalam penjara kita, Adam sialan" Gerutu Giska ketika melihat Adam mendekat.
__ADS_1
"Kembaliin motor gue," Ucap Adam pada Giska dengan sorotan mata tajam.
"Noh ambil sana, " Giska menantang balik mata Adam tanpa rasa takut kecuali Gery yang sudah menjadi kuncun.
***
Adam cuma memberi efek jera kepada kedua kakak beradik itu dengan menahan mereka di dalam sel sementara selama dua hari, itu sudah cukup hukuman buat mereka yang sudah mencuri moge Adam.
Vicko sudah tidak menjadi manajer band lagi. Adam membuat pengumuman di media sosial tentang posisi manajer yang kosong, dengan persyaratan dan kualifikasi yang tinggi tentu nya.
Adam yang meng handle tugas ini secara langsung dan bersama kedua teman nya, Adam menyibuk kan diri dengan pekerjaan ini karena Kinara masih belum bisa memaafkan Adam.
Baru satu jam pengumuman itu berada di dunia maya, sudah banyak peminat dan bahkan kuota pendaftaran nya sudah penuh terisi. Adam cuma membuka sekitar dua puluh dan sudah disaring lagi kandidat nya tinggal lima orang.
"Sumpah dah, kepala gue pusing baca ni CV ibuk pakai bahasa inggris." Brian mengeluh sendiri.
"Lu tanya aja mbah google bro, semua masalah akan terselesaikan, haa."
"Ide bagus, ni gue serahin sama lu Wil, gue boker dulu, babay muah." Brian sudah ngacir keluar ruangan.
"Kampret lu Brian," Wily juga sudah mumet, menghisap rokok dan bermain ponsel. "Dam busyet dah, lu lihat ni," Wily menyerahkan ponsel dan Adam melirik nya.
Diberita online itu di tulis 'Mantan Manajer Band Adam & Friend' Play tidak bersalah atas semua tuduhan kasus dan sudah dibebaskan'. 'Dan dikabarkan juga bahwa Vicko Okvian akan segera kembali menjadi manajer band tersebut'.
"Gila bener, Adam lu komen dong, diam aja."
"Tapi Dam, gue takut tu si Vicko bakal nuntut kita."
"Cemen banget lu jadi laki, hadapin".
Wily membuang nafas kasar dan memilih pergi, otak nya serasa mau pecah memikirkan semua masalah yang ada, di tambah lagi rencana pernikahan dengan sang pacar dibatalkan secara sepihak.
Orang tua pacar Wily itu tidak mau menantu seorang anak band dan usia nya berbeda jauh dari anak gadis mereka, Wily hanya pasrah tidak rela akan kejadian tersebut.
***
Sementara itu Kinara dan Andrew mereka saling bercanda dan tertawa dengan kedua anak nya, nampak seperti keluarga bahagia.
"Om Andrew"
"Iya kenapa Nada?"
"Kenapa papi dan om Andrew jauh banget beda nya ya, sama sama baik, ganteng tapi Om Andrew lebih lucu dan suka bikin ketawa, nah kalau papi. ." Nada tidak melanjutkan bicara nya dia tertunduk lesu.
Andrew dan Kinara saling bertatap dan mengerti arah bicara Nada yang bilang kalau papi nya adalah sosok ayah yang jarang bercanda sama anak anak.
__ADS_1
"Mbak Nada, kakek mana ya, tolong panggilin kakek nak" Suruh Kinara agar obrolan tentang papi terhenti.
"Ya Mi Nada cari kakek dulu" Nada anak yang patuh, kemudian hape nya bergetar, "Mi. . Papi nelfon ni, angkat nggak?"
"Yaudah nak angkat aja"
"Males ah, ni mami aja yang ngomong sama papi" Nada memberikan ponsel nya pada sang mami.
"Natan temanin mbak cari kakek dong, buruan dek".
"Iya mbak bawel"
Kinara sebenar nya masih enggan bicara dengan Adam, dia malah menaruh saja ponsel sang anak diatas kasur.
"Kenapa gak dijawab aja" Tanya Andrew pada Kinara.
"Aa ku harus bagaimana, hiks" Kinara menangis, spontan Andrew memeluk Kinara dan sepasang mata melihat adegan tersebut.
Puk puk ada suara tepuk tangan juga.
"Bagus ya kalian berdua, ternyata kalian main belakang" Ucap Angela dengan amarah.
"Angela, ini tidak seperti yang kamu fikirkan" Ucap Kinara yang merasa bersalah.
"Munafik lu mbak, gue bakal aduin lu ke mas Adam, biar tau rasa lu."
"Angela jangan, mbak tidak selingkuh dengan Andrew, asal kamu tau Andrew itu . . "
"Andrew apa, lu kalau ngomong yang jelas mbak"
"Sudah cukup Angela, jangan bicara lagi, kasihan Kinara dia sakit"
"Andrew kenapa kamu selalu bela dia sih, pacar kamu sebenar nya aku atau dia" Angela menunjuk Kinara dengan penuh benci.
"Saya bisa saja mendapatkan yang lebih dari kamu Angela"
"Aa pa maksud kamu beb. Jangan bilang kamu mau batalin pernikahan kita, kamu yang jelas peluk mbak Kinara didepan mata aku, kamu jahat Andrew"
"Cuma kesalah pahaman itu Angela, sudah jangan diperpanjang".
"Oh Andrew, kamu benar benar keterlaluan, akan aku adukan kalian berdua sama kak Adam, aku muak dengan kalian berdua".
"Kalau kamu melakukan itu Angela, saya yakin perusahaan papa kamu akan. ."
"Jangan jangan beb, oke oke aku tutup mulut" Angela sungguh membenci Kinara hari itu, dia sungguh benci.
__ADS_1
Bersambung