Merried With Adam

Merried With Adam
29. Semoga cepat sembuh


__ADS_3

"Calon istri kok bisa kecelakaan, kenapa gak hati-hati bawa mobil nya, lagi ada masalah apa, cerita aja" Ucap Andrew lembut pada Kinara.


"Nggak ada, aku mau istirahat ndrew."


"Hm baik lah, aku pergi sekarang"


"Andrew tunggu"


"Ya"


"Makasih udah datang"


"Besok aku akan kesini lagi, mungkin bakal nginap di rumah sakit ini buat nemanin kamu, ok"


Kinara tersenyum lemah dan dia merasa terhibur atas kedatangan Andrew, Kinara memejamkan mata nya mencoba untuk tidur, namun tak berapa lama dia terbangun lagi.


Kinara tidak bisa tidur menjelang pagi. Hingga perawat dan dokter masuk kedalam ruangan memeriksa keadaan Kinara.


"Selamat pagi buk Kinara, gimana keadaan nya, sudah membaik kan" Tanya dokter.


"Hm sedikit pusing karena semalam saya gak bisa tidur dokter"


"Jangan banyak fikiran buk Kinara, itu gak bagus untuk kondisi ibuk sekarang. Harus banyak istirahat dan jangan lupa minum obat nya buk"


"Baik dokter, makasih."


Setelah dokter pergi, bapak menyuapi Kinara sarapan pagi.


"Udah pak, Kina udah kenyang"


"Yaudah kalau gitu, di minum obat nya, ini nak" Bapak menyerahkan obat.


Dan tak lama kemudian datang Nada, Natan dan Adam masuk kedalam ruangan.


Kedua anak nya terisak nangis dalam pelukan Kinara.


Bapak melihat Adam dengan tatapan masih marah. Beliau belum tau kalau Adam mengkhianati Kinara, karena belum ada yang memberitahu nya.


"Bapak, Kinara mau ngomong sama mas Adam berdua sebentar bisa pak"


"Ayok cucu kakek, kita kemon, mau beli ice cream gak?"


"Mau Kek" Kata bocil serempak.


Kini tinggal lah Adam dan Kinara berdua dalam ruangan tersebut. Adam mendekati kasur Kinara dan bersimpuh disana.


"Kinara. . aku minta maaf ya, perbuatan ku memang salah, sangat salah, bisa dibilang fatal"


Adam menjeda ucapan nya dan menggenggam tangan Kinara.


"Walau kamu benci sama aku, aku tidak akan berpisah dari kamu Kinara, kita akan tetap bersama kan, aku masih sangat mencintai mu"Adam menatap mata Kinara lekat.

__ADS_1


Kinara masih diam, dan dia nampak menitikkan air mata. Adam mengusap pipi dan mengelus perut Kinara.


"Maafin papi ya nak, papi sangat bodoh, papi sudah buat kesalahan besar pada mu dan mami, papi harap kamu disana bisa lihat mami selalu tersenyum"


Kinara memalingkan wajah dan air mata nya terus menetes. Mendengar ucapan Adam barusan mengingatkan Kinara akan perselingkuhan nya dengan Clara.


Kinara mungkin istri yang bodoh tidak bisa marah sama Adam, Kinara hanya bisa memendam perasaan nya dalam dalam.


"Wah wah, baru kali ini lihat seorang penyanyi terkenal berlutut disamping istri nya, pasti dia telah ketahuan dan minta maaf deh" Ledek Andrew dan dia meletakkan buahan diatas meja.


"Lu siapa berani masuk ke sini dan berani bicara seperti itu sama gue ha"


"Kenalin kenalin, saya Andrew Kim. Calon adik ipar kalian berdua" Senyum Andrew begitu lebar.


Seingat Adam, Andrew tidak pernah bicara sama dia seluwes dan seakrab ini. Angela selalu bilang Andrew dingin seperti kulkas, tapi sekarang berbeda.


"Jadi juga lu nikahin Angela" Tanya Adam dan mengangkat alis mata nya sebelah.


"Ya jadi donk kak Adam, sebentar lagi undangan akan tersebar dan jangan lupa datang kak Kinara, ini buahan nya dimakan, biar cepat sembuh, saya permisi"


***


"Pak dokter, berapa lama lagi saya bisa pulang"


"Sabar ya buk Kinara, ibuk masih dalam masa pemulihan, kita lihat perkembangan nya dalam tiga hari kedepan, saya permisi."


Dokter yang ramah dan ganteng itu segera pergi keruangan praktek nya lagi.


Dokter yang ramah dan ganteng itu sedang melakukan pemeriksaan USG 4D kepada salah seorang wanita cantik muda.


"Wah selamat ya mbak, mbak positif hamil" Sumringah dokter yang ramah dan ganteng itu kepada Angela.


Angela tidak percaya kalau dia tengah hamil. Angela membulatkan mata nya seakan akan meloncat keluar.


"Hah dokter becanda kan pasti, gue gak mungkin hamil, masih tersegel gini kok"


"Saya gak bohong mbak Angela, ini sudah masuk 4 week mbak"


"Pasti salah kan itu dokter alat nya".


"Kalau mbak Angela tidak percaya, silahkan pergi ke dokter kandungan lain"


"Ya pasti gue bakal cari dokter lain, dokter ngawur aja"


Angela keluar ruangan dokter spesialis kandungan itu dengan hati kesal, berjalan cepat menuju parkiran, namun dia menabrak tubuh seseorang, brug.


"Angela, ngapain kamu kerumah sakit?" Tanya Andrew.


"An-andrew, tadi aku anterin mama pergi berobat"


"Mama, sakit apa?, kok aku gak lihat mama"

__ADS_1


"Udah jalan ke mobil duluan tadi, iya benar, kamu ngapain kesini bebih?" Angela menghilangkan rasa grogi nya dan memeluk Andrew mesra.


"Aku habis menjenguk mbak Kinara"


"Mbak Kinara, emang dia kenapa beb?"


"Kasihan, dia kan habis kecelakaan, kamu gak tau ya Angela"


"Tau tau kok beib, aku cuma lupa aja, hehe, tapi kok kamu perhatian banget sama dia"


"Jelaslah kan sebentar lagi kita akan menikah dan otomatis mbak Kinara jadi kakak aku juga"


Angela hanya tersenyum kecut mendengar penjelasan Andrew.


"Yuk kita jenguk mbak Kinara sama sama" Ajak Andrew pada Angela.


"Hm sebenarnya aku mau sih beib, tapi mama udah nungguin aku di mobil, kamu duluan aja ya, nanti aku nyusul sama mama kesana, oke"


"Baiklah". Andrew mengecup pucuk kepala Angela dan berlalu.


Angela sontak kaget dengan perlakuan Andrew barusan, tidak pernah sama sekali Andrew melakukan itu. Ferdy Tan yang sedari tadi berdiri agak jauh dari mereka kini jadi sasaran empuk Angela.


"Ferdy. . .aku mau ngomong sama kamu"


Angela menarik tangan Ferdy hingga mereka bersembunyi dibelakang tembok. Angela memperhatikan sekitar dan memastikan Andrew sudah pergi jauh.


"Ferdy, aku hamil"


"Maksud nya?"


"Itu aja kamu masih nanya, aku hamil anak kamu Ferdy"


"Itu tidak masuk akal, tidak mungkin itu anak saya, kita hanya sebatas. . "


"Hanya sebatas apa maksud kamu Ferdy, kita sudah sering melakukan nya, apa kamu lupa"


"Maaf mbak Angela, itu hanya sebuah kekhilafan, dan itu saya lakukan atas perintah mbak"


Plak, Angela menampar pipi Ferdy.


"Apaan maksud kamu hanya kekhilafan Ferdy, brengsek kamu, aku fikir kamu sayang sama aku"


"Maaf mbak Angela, saya hanya asisten pak Andrew, tidak mungkin saya mencintai anda"


"Brengsek lu Ferdy. Gue gak bakal biarin lu hidup dengan tenang, gue akan bikin lu menderita. Dasar cowok munafik lu"


Angela berjalan meninggalkan Ferdy sendirian disana, dia menangis tersedu mengingat ucapan Ferdy barusan. Dengan gampang nya Ferdy bilang tidak cinta sama Angela.


Padahal masih teringat dengan jelas oleh Angela malam indah mereka berdua waktu itu. Bagaimana Ferdy membuat Angela melayang hingga langit ketujuh dan berkali mencapai puncak bersama.


Dan sekarang apa, Angela dinyatakan hamil dan Ferdy tidak mengakui hal itu sama sekali, hancur hati Angela. Angela tidak ingin Andrew tau bahwa dia sedang hamil, acara pernikahan nya akan hancur.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2