
Andrew mondar mandir di dalam kamar hotel menunggu telfon dari seseorang, muka nya tegang, sedangkan Angela tiduran di atas kasur, dia merasa tidak enak badan.
Kring telfon Andrew berbunyi. Dia tampak serius menerima panggilan dari orang di seberang sana, dan seketika juga ponsel Andrew terjatuh ke lantai. Dia berdiri mematung.
"Tidak mungkin, itu tidak mungkin, ibu sudah mati, dia sudah MATI !!".
Angela terkejut mendengar teriakan Andrew dan mendekati dia.
"Kamu kenapa Andrew berteriak seperti itu?"
"Kamu tidak perlu tau" Andrew mendorong tubuh Angela hingga mendarat diatas kasur.
"Aw sakit, kenapa kamu mendorong aku Andrew"
"Sudah diam !" Krak, baju Angela dirobek kasar oleh Andrew.
Mata Angela terbelalak besar dan dia berusaha menutupi milik nya dengan kedua tangan.
"An- Andrew kamu mau a- apa?"
"Bukan kah kamu sudah jadi istri ku, aku bebas melakukan apa saja"
"Andrew aku mohon jangan, a- aku lagi sakit"
"Diam jangan banyak bicara"
Andrew menutup wajah Angela dengan sarung bantal dan juga meng ikat tangan dan kaki nya. Andrew tertawa jahat di atas tubuh Angela menatap dia seperti itu.
"Kamu kalau mau masih hidup sudah diam saja dan nurut"
Angela menangis dalam takut nya dan tidak tau harus berbuat apalagi. Angela tidak suka disentuh oleh Andrew dia benci.
Andrew mulai memainkan jari jemari di atas tubuh indah Angela dan menggerayangi nya, sedikit kasar dan Angela meringis.
Andrew kemudian mematikan lampu dan membiarkan tubuh polos Angela diatas kasur, dia menyuruh seseorang untuk datang ke dalam kamar nya.
Tak berapa lama kemudian, terdengar suara dua lelaki sedang berbincang, Angela masih bisa mendengarkan namun tidak bisa melihat dengan jelas karena kepala nya ditutup sarung bantal oleh Andrew.
Tiba tiba saja bulu roma Angela berdiri karena ada yang menyentuh ujung kaki sampai ke bagian tengah nya, Angela merinding, menggerakkan badan kesana kesini karena bagian itu disentuh tepat dan nikmat oleh seseorang.
Angela menjadi tak karuan dan segera ingin merasakan lebih dari itu, tidak bisa mendesah karena mulut nya disumpal.
"i love you Angela" bisik nya tepat di telinga.
"Ferdy, apa itu Ferdy, iya benar itu mirip suara Ferdy" kata Angela dalam hati nya. Angela merasa sedikit lega karena orang itu adalah Ferdy bukan Andrew.
Walaupun Andrew sudah menjadi suami sah nya, namun Angela tidak menginginkan hal itu lagi. Dia merasa bodoh karena kehamilan nya di ketahui oleh Andrew dan lebih parah lagi, Andrew tau kalau itu adalah anak Ferdy.
Srak, penutup kepala Angela ditarik.
"Senang kamu rupa nya Angela, setelah tau yang menyentuh mu adalah Ferdy. Saya tidak akan sudi melakukan itu bersama kamu, walaupun kita suami istri"
"Lalu kenapa kita menikah?" tanya Angela setelah penyumpal mulut nya dibuka oleh Ferdy.
"Karena saya. . Ah nanti saja saya ceritakan, kalau sekarang tidak seru"
__ADS_1
"Dasar kamu manusia aneh Andrew"
"Tentu, mainkan saja peran mu sebagai istri ku yang baik Angela dan kalau kamu tidak mau, siap siap saja aib mu akan terbongkar"
"Terserah kamu saja dasar lelaki tidak ada hati"
"Haha, Ferdy urus wanita mu ini"
"Maafkan saya pak Andrew"
"Kamu sudah melakukan tugas dengan baik. Nanti saya akan berikan kamu bonus yang sangat besar Ferdy"
"Tidak usah pak, sudah diberi izin menjaga Angela dan membesarkan anak nya saja saya sudah bersyukur pak"
"Terserah"
Andrew pergi dari kamar hotel itu, tinggal lah Ferdy dan Angela yang saling bertatap dan tanpa suara. Angela sudah menangis sesegukan rupa nya, Ferdy menghampiri dan menyelimuti Angela kemudian memeluk nya erat.
***
Acara pernikahan Andrew dengan Angela masih menyisakan beberapa orang tamu dan tentu kedua orang tua Angela merasa kecewa atas pergi nya kedua pasangan pengantin itu.
Terpaksa mereka beralasan bahwa Angela tidak enak badan dan sedang beristirahat kepada setiap tamu yang bertanya.
Mata Baskara menangkap sosok orang yang tidak asing bagi dia, Baskara papa Adam dan Angela mendekati nya dan mulai mengajak bicara.
"Permisi"
"Ya, ada apa ya?"
Wanita itu tersenyum manis dan mendekatkan bibir nya ketelinga Baskara.
"Tentu, dulu kita sangat dekat Bas"
"Benarkah, hm apa saya lupa, maafkan saya cantik"
"Tidak mengapa" Wanita itu mengerdipkan sebelah mata nya pada Baskara dan menyelipkan kertas disaku jas nya.
"Selamat atas pernikahan putri Anda, saya ikut senang, semoga mereka berdua bahagia selalu"
"Hm iya makasih, dan kita belum berkenalan bukan cantik"
"Nama sa . .ya"
"Mas Bas, kamu dimana?" suara istri nya, Melli Sera merusak suasana.
"Hm maaf saya permisi sebentar dan tunggu saya akan segera datang kembali"
Baskara berbalik badan dan meninggal kan wanita itu, menemui istri nya dan mereka berjalan beriringan.
"Ckck Bas, Bas, kamu tidak pernah berubah" Wanita itu meminum wi ne nya kembali.
Sementara itu, Adam yang baru saja mengantarkan Kinara dan anak anak nya ke dalam kamar hotel berpapasan dengan Clara Zefya.
Masih ingat siapa dia, dia adalah mantan terindah Adam.
__ADS_1
"Hey Adam, apa kabar" sapa Clara duluan.
"Baik, gue duluan ya"
"Eh Adam, Dam tunggu dulu, aku mau bicara sebentar saja"
"Bicara apa?"
"Aku cuma mau minta maaf, maafin aku ya Dam, dan sampaikan juga maaf ku sama Kinara ya"
"Baik, ada lagi, gue lagi buru buru, duluan" Adam berjalan cepat
"Eh Adam, aw aw kaki ku sakit"
Adam menoleh lagi kebelakang dan benar saja Clara keseleo.
"Dam please bantuin gue ke kamar, kaki gue sakit banget nggak bisa jalan"
"Kamar lu yang mana?"
"Itu diujung lorong"
Adam menggendong Clara sampai ke kamar hotel nya dan menduduk kan di tepi kasur.
"Udah ya gue pamit"
Tapi tanpa aba aba Clara memeluk Adam dari belakang,
"Adam aku kangen banget sama kamu, kangen banget sayang, kangen ber cin ta dengan kamu"
"Lepas Clara, gue mau pergi"
"Main sebentar aja Adam sayang, hm mau ya"
Adam membuang nafas nya kasar dan membalikkan badan menatap Clara berhadapan.
"Adam, gue janji bakal berikan apa pun yang kamu mau"
"Apapun" Adam mengangkat alis nya sebelah.
"Iya sayang, apapun" Clara manggut manggut dengan wajah meyakinkan.
Tanpa aba aba lagi, Clara mencium bibir Adam, memegang tengkuk nya erat, agar Adam tidak bisa menghindar.
Hmp hmp mm bunyi yang terdengar, sebenarnya Adam menikmati ciuman ini, namun dia sudah berjanji pada Kinara tidak akan selingkuh lagi. Namun apa daya godaan setan lebih besar dari apa yang dikira Adam.
Adam mendorong tubuh Clara hingga terduduk di kasur. Dengan nafas yang masih tersengal sengal Adam mengeluarkan sesuatu di balik celana nya.
Clara tentu dengan senang hati memasukkan milik Adam itu kedalam mulut nya, mengulum dan menjilati semua dengan nikmat.
Mata Adam merem melek menahan nya dan dia juga kangen banget dengan permainan mulut Clara itu. Ah Adam sudah melepaskan cairan nya.
"Ish udah mau pergi aja, bagaimana dengan aku, aku kan juga mau dibuat nikmat sayang" kata Clara, dan terjadi lagi peristiwa Adam menghianati Kinara di hari pernikahan adik nya, Angela.
Bersambung
__ADS_1