
Mereka bertiga saling membuang air dan memperhatikan sekitar. Mereka takut kalau bus akan pergi meninggalkan mereka.
"Bus nya udah jalan !!".
"Woy . . .tungguin napa".
Mereka buru buru menyelesaikan urusan mereka dan berlarian mengejar bus, kaki Adam tersandung.
"Aduh, sial pakai jatuh segala, woy tungguin gue".
"Dam, buruan. . !!". Teriak Wily.
"Iyaa bantuin gue berdiri".
"Ah elah lu pakai jatuh segala dam, tuh kan kita ketinggalan bus". Ucap Brian.
"Sial sial sial, argh. . ini gara gara lu brian, kita ditinggalin".
"Kok salah gue, lu yang lama pipisnya nyet".
"Lu panggil gue apa, monyet !! Berani lu sama gue ha".
Brak bruk Wily Wilson menghadiahkan bogem mentah pada wajah Ade Brian, membuatnya mimisan dan terluka di bagian sudut bibirnya.
"Dasar monyet lu, rasakan ini !!".
Plak bruk, Ade Brian memukul tepat di kepala Wily dan dia tersungkur menggunakan patahan kayu yang dia dapat, Adam yang tidak tau bahwa mereka bertengkar pun masih sibuk menelpon Vicko maupun teman yang lain.
"Woy, ngapain lu pada ha". Bentak Adam, kemudian Brian melemparkan kayu tersebut.
Kepala Wily berdarah cukup banyak, Adam mendorong tubuh Brian dan mengangkat krah bajunya.
"Lu masih punya otak kan BRIAN, lu mau Wily mati disini ha, brengsek".
Adam memukul perut Brian berulang kali dan membuat dia kesakitan.
"Argh, gila ini gila, gimana kita harus pergi dari". Adam frustasi, dia mengacak rambutnya sendiri dan menarik dedaunan di dahan pohon hingga berguguran.
Mereka bertiga saling diam dalam duduknya masing masing, tidak ada yang mulai bicara, pun mereka sudah sama sama merasa bersalah namun tidak ada yang mau minta maaf duluan.
Srek srek, ada yang berbunyi dibalik pohon besar itu dan dedaunan nya bergerak ke sana kemari.
"Sstt lu pada dengar gak?".
"Ii-ya gue dengar, ****, suara apaan tu".
"Njir, bulu kuduk gue merinding".
Mereka bertiga saling tatap dan bersama menoleh kearah sumber suara, menghidupkan senter di ponsel dan hap, mereka semua ditangkap menggunakan kain sarung.
Tangan kaki mereka diikat dan mulut mereka dilakban, kemudian mereka bertiga diangkat bersama sama dan di naikkan kedalam mobil.
__ADS_1
Adam menggeliat seperti cacing melepaskan ikatan kaki dan tangan nya, begitupun dengan Brian dan Willy, terdengar suara dari arah depan kemudi.
"Lu keterlaluan gak sih sama mereka".
"Udah tenang aja, nanti gue bius".
Ciitt rem mobil diinjak, si pengemudi turun dari mobil dan menyuntikkan bius pada mereka bertiga, alhasil mereka bertiga terdiam dan akhirnya tidur.
***
Pagi menjelang, suasana pagi hari di kota ini membuat siapa saja betah, karena alam pemandangan masih asri dan alami, seperti rumah yang viral belakangan ini rumah mbah jajang, ada air terjun dan hamparan sawah yang membentang, dulu memang seperti itu, namun sekarang rumput dihalaman mbah jajang sudah hancur oleh para manusia yang suka akan merusak.
Kita bukan membahas soal itu, back to Adam dan kawan - kawan.
"Kak Adam, bangun kak, bangun udah pagi ini".
"Hmmm ntar lagi, gue masih ngantuk".
"Ingat konser kak, KONSER".
"Konser coldplay, kan masih lama". Racau Adam disela tidurnya.
"Haduh bukan coldplay, tapi band Adam & play's play".
"Ha...?, apa?". Adam langsung terduduk dan mengucek matanya, "lu. . Siapa?".
"Gue Giska Aleya, kita udah kenal semenjak zaman majapahit".
"Disuruh sama mas Vicko buat ngebangunin kamyuu. .". Giska menoel hidung mancung Adam.
"Berani lu ya menodai hidung gue".
Pletak bantal guling tepat mengenangi kepala Giska. Giska menyipitkan matanya dan gudubrak, sekali pukulan pakai senjata yang sama, Giska mampu menjatuhkan Adam kelantai.
"Njir, pakai tenaga kuda lu". Adam bangun dari jatuhnya dan menarik tangan Giska mendekat.
"Sini lu".
"Mau ngapain lu kak".
"Terserah gue". Adam masih menarik tangan giska hingga mendekat ke jendela, Adam menyambar sapu tangan nya di atas meja.
Adam mengikat tangan Giska ke besi pengaman jendela dan dengan perlawanan yang dia punya, Giska tidak mampu mengalahkan kekuatan Adam.
"Kak jangan ikat gue disini dong, gue kan mau jalan jalan menikmati suasana disini, maafin gue deh kak Adam".
"Gak, gue gak mau maafin lu. Nanti setelah urusan gue selesai baru gue lepasin lu, faham, dah tenang aja disini, noh lihatin sawah dulu".
"Isshh ADAM, lepasin gue!". Bentak Giska namun tidak dihiraukan oleh Adam, dia sudah pergi dari kamar tersebut.
Adam sudah sampai dikamar Vicko, dia mendobrak pintu dengan tendangan kakinya, membuat dua insan berbeda jenis kelamin yang sedang bercumbu itu kaget dan memperbaiki baju mereka.
__ADS_1
"Apaan lu Adam, main dobrak aja, manda keluar sebentar ya, aku ada tamu".
"Oke".
Manda pergi tanpa melihat pada Adam, begitupun Adam, dia langsung menarik krah baju Adam.
"Bangsat, lu kemarin sengaja ninggalin kita di hutan kan, JAWAB".
"Bukan gue, lu tanya sama sopirnya".
"Kan bisa lu berhentikan bus nya, tau kita bertiga gak ada di dalam sana".
"Gue gak tau kalau lu gak ada, gue kemarin mabuk perjalanan jadi gak merhatiin, sorry".
"Jadi sekarang mabuk perjalanan lu udah sembuh taik". Adam kesal dan berkata agak keras.
"Lumayan". Vicko menyeringai.
Brug, Adam meninju Vicko.
"Itu buat bius gue, sampah".
Kemudian Adam pergi, Vicko hanya geleng kepala melihat kepergian Adam,
"Lu harus nya berterima kasih sama gue Adam, tanpa gue lu hanya sampah".
Vicko mengambil benda pipih didalam saku celana nya, mengetikkan sesuatu di sana.
[lakukan sekarang juga, jangan sampai gagal].
Pesan sudah terkirim kepada seseorang diseberang sana. Tak lama berselang Amanda kembali masuk ke dalam kamar Vicko.
"Sorry ya sayang, tadi aku lupa kunciin pintu nya". Ucap Manda mesra dan bergelayut manja di lengan Vicko.
"No problem, are you ready baby". Vicko mencium pucuk kepala Manda.
"Yes, i'm ready sir!". Manda berdiri tegap dan beri hormat kepada Vicko. Vicko hanya tersenyum melihat tingkah Manda itu.
"Lets go".
Amanda menghambur kedalam pelukan Vicko, mereka berciuman panas, saling tukar saliva dan bermain lidah, Vicko menjatuhkan Manda keatas kasur, dia menindih nya, dengan segera Vicko membuka baju Manda, mencicipi dua benda kenyal yang sangat menggoda iman itu.
Tok tok tok.
Tok tok tok.
Pintu terus saja digedor oleh seorang di luar sana, Vicko menghentikan aktifitas nya yang bersama Amanda, Vicko menatap Manda yang wajah nya masih mengingin kan lebih dari itu, tapi malah terhenti karena suara ketukan pintu itu.
"Sial, siapa lagi sih". Kata Vicko agak kesal.
Padahal baru saja akan mulai, sudah ada gangguan lagi gerutu Vicko.
__ADS_1
Bersambung.