Merried With Adam

Merried With Adam
27. Tidak Berguna


__ADS_3

Setiba nya mereka dirumah, Adam yang sedari tadi memperlakukan Kinara dengan manis nya masih berlanjut di dalam kamar.


Adam memeluk tubuh Kinara dan mencium mesra bibir nya, saling berpagutan dan mengambil jeda sebentar menghirup udara.


Suasana semakin panas, Adam menggendong Kinara ke kasur dan menindih nya, meraba setiap inci tubuh Kinara dari atas sampai bawah membuat Kinara kegeliaan.


Adam dan Kinara sudah polos sekarang, Adam memainkan milik nya sebentar di punya Kinara sebelum dimasuk kan. Sekali hentak tap, masuk sempurna, Kinara menahan nikmat sedangkan Adam bermain pelan mengingat kehamilan Kinara.


Kinara di buat nya melayang hingga ke langit ke tujuh, permainan yang masih di dominasi Adam ini sungguh membuat Kinara sangat bahagia.


Berkali lipat ganda kebahagiaan Kinara hari ini, sampai pada pelepasan Adam yang pertama dia berbaring disamping istri nya. Mengatur nafas yang masih tak beraturan.


"Are you happy?."


"Hmm, very happy, makasih mas Adam."


Adam kembali mencium bibir Kinara dan Kinara yang sekarang berada diatas Adam. Dia mencicipi setiap bagian tubuh atletis Adam. Dibuat melenguh Adam oleh Kinara.


Kinara turun kebagian bawah Adam, disana sudah berdiri kokoh milik Adam, Kinara sebenarnya masih ragu memasukkan dalam mulut, karena waktu Kinara mencoba milik Adam dia sampai muntah muntah.


"Kalau gak mau jangan dipaksaain." Kata Adam melihat Kinara yang sudah memegang milik nya.


"Nggak apa mas, aku coba."


Dengan niat ingin memuaskan sang suami. Kinara akhirnya memasukkan kedalam mulutnya, perlahan lahan, naik turun seirama dengan tangan nya.


"Ah ya terus seperti itu sayang."


Adam sedikit menekan kepala Kinara hingga masuk terlalu dalam dan membuat Kinara tersedak.


"Uhuk uhuk uek."


"Sorry sorry, mas gak sengaja, abis keenakan mulut kamu itu lembut banget."


Adam mencium bibir Kinara singkat dan gantian sekarang Adam yang akan membelai milik Kinara dengan mulut nya.


Tanpa ragu Adam menjilati manik pink kecil itu dan jari Adam mengacak lobang nya.


"Duh mas Adam, aahh hentikan mas, ge-geli banget."


Adam melanjutkan nya lagi, tubuh Kinara menggeliat kesana kesini membuat alas kasur sampai copot.


"U-dah mas Adam, aku gak tahan mau pipis."


"Keluarin aja sayang". Slurp slurp Adam menjulurkan lidah dan manik pink kecil itu terlihat menggemaskan.


Terus saja Adam seperti itu dan membuat cairan Kinara keluar meleber. Kinara mendesah basah ah.


Adam yang masih semangat empat puluh lima, mencoblos Kinara langsung. Tap tap tap, kali ini bermain cepat karena Adam sudah berada dipuncak nya dan akhir nya keluar juga.


Kedua pasangan suami istri itu hampir kehabisan nafas karena bergerak terlalu cepat tadi, rasanya seperti berlari puluhan meter dan nafas mereka tersengal.


Malam yang indah dan juga panas sudah berganti dengan pagi, Kinara yang sudah bangun duluan dan mandi melihat suami nya tertidur pulas diatas kasur dengan senyuman.


"Makasih ya mas Adam, sikap kamu berubah sekarang karena anak diperut ini kan, makasih juga ya nak sudah membuat mami kembali dicintai papi."

__ADS_1


Drt drt ponsel Adam bergetar diatas meja. Kinara melihat nama yang tertera disana, 'Clara'.


"Siapa clara?."


Tring pesan masuk, [Adam, kamu jahat banget anggurin aku semalam. Pokoknya aku gak mau tau hari ini kamu harus puasin aku, aku tunggu di rumah, love u].


Siapa wanita ini,?.


***


"Mas udah bangun, ini aku buatin mas sarapan."


"Hm makasih sayang, aku mandi dulu."


"Iya mas, oh ya hari ini mas mau kestudio lagi."


"Iya mau latihan, kamu mau ikut?."


"Emang boleh mas."


"Hm boleh, ajak anak anak sekalian."


"Baik mas."


Kinara dengan senyum riang gembira keluar kamar dan memberitahukan pada anak mereka akan pergi kestudio bersama papi mereka.


Adam yang sudah selesai mandi mengecek ponsel nya, tidak ada hal yang penting disana. Adam kemudian menyelesaikan sarapan dan anak anak nya sudah siap untuk pergi.


"Mas aku dirumah aja ya, gak jadi ikut, kepala aku pusing."


"Ready papi. ."


Kinara melambaikan tangan pada kepergian mereka, setelah itu Kinara juga pergi dengan mobil nya.


Sampai disebuah rumah, Kinara tidak tau rumah siapa, dia mencoba masuk karena pintu pagar tidak terkunci. Kinara memberanikan mengetuk pintu dan keluarlah seorang wanita yang Kinara tidak kenal, namun wanita itu tau Kinara.


"Sorry, cari siapa?." Tanya Clara pura pura tidak tau.


"Kamu Clara kan, yang ngirim pesan ke mas Adam."


"Oh itu, salah kirim, udah ya aku mau pergi buru buru soal nya."


"Pergi ke studio nya mas Adam?, dia lagi bawa anak anak ikut serta."


"Ya gak ke sana lah, aku mau mall."


"Kamu mantan nya mas Adam ya Clara?."


Deg pertanyaan Kinara membuat langkah kaki Clara terhenti. Dia menyeringai dan membalikkan badan menatap Kinara.


"Memang, apa masalah buat kamu."


"Tidak sama sekali, tapi ingat, tidak selama nya suami orang itu lebih enak Clara !."


"Apa apaan kamu, jangan asal menuduh."

__ADS_1


"Apa pantas mengucapakan kata cinta pada suami orang."


"Haha lucu sekali kamu, maka nya jadi istri gak sekedar cantik, tapi lincah diatas kasur, ini monoton aja, mana suami betah."


"Tidak ada untung nya saya ngomong dengan anda, buang waktu dan tenaga saja, tidak guna."


"Haha Adam jelas milih aku, aku banyak nilai plus nya dari pada kamu, sebentar lagi Adam juga bakal ceraikan kamu."


Plak, Kinara menampar pipi Clara dengan keras. Hendak membalas tamparan Kinara, tangan Clara ditahan seseorang.


"Adam, lepaskan tangan ku."


"Mas Adam."


"Kinara, ngapain kamu kesini, ayo kita pergi."


Adam menarik tangan Kinara dan meninggalkan Clara.


"Adam, tunggu kita harus bicara, ADAM !!"Teriak Clara namun Adam tidak mempedulikan Clara.


"Awas kamu ya Adam, aku akan hancurkan keluarga mu."


***


Selama latihan Adam tidak bisa fokus, dia sering salah lirik dan fikiran nya terus ke Kinara.


"Stop stop, Adam lu kenapa sih, lagi ada masalah lu." Kata Brian.


"Ngak ada, yaudah ulang lagi."


"Sekali lagi lu salah, udah bubar aja." Ucap Wily sedikit kesal.


"Sorry".


Adam bukan nya ingin mengacau kan latihan, tapi fikiran Adam sekarang yang lagi kacau. Akhirnya sesi latihan udah selesai. Adam terus mengecek ponselnya, tidak ada sama sekali Kinara menelfon atau ngirim pesan.


Adam yang sedang berdiri itu, tiba tiba dipeluk dari belakang oleh Amanda.


"Lepasin gue, gue lagi gak mau diganggu."


"Ah galak amat sih, sini gue bikin lu nikmat seperti biasa."


"Gue bilang gak ya gak, ngerti gak sih lu, taik."


Adam menjauhkan diri nya dari Amanda, dia kaget Adam berteriak dan ngomong kasar pada nya.


"Astaga Adam, lu bilang gue taik, lu lebih dari taik."


"Terserah lu. Lu keluar aja dari band sekarang juga, lu udah gak dibutuhin lagi." Ucap Adam dan dia pergi.


"Apa maksud lu Adam ngeluarin gue, lu gak bisa semena mena sama gue seperti ini, ADAM !!, brengsek tu orang".


Amanda tidak terima dikeluarin dari band seperti itu saja, dia mencari Vicko namun tidak ada di Studio. Mencoba menelfon dan tidak dijawab juga, Amanda sungguh kecewa.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2