
Angela sudah semakin hambar hati nya terhadap Andrew, namun dia tidak bisa menjauhi Andrew begitu saja kalau tidak karena papa nya sendiri.
"Sialan memang tu si Andrew sama Kinara, gue sumpahin lu berdua hidup nya merana, aw" Kinara menabrak seseorang.
"Nyumpahin siapa lu barusan Angela"
"Kebetulan banget lu disini kak Adam, yuk ikut gue"
"Mau kemana lu main tarik gue aja"
"Udah ikut aja sih"
Angela menunggu momen ini, dia sudah tidak sabar Adam akan marah besar terhadap Kinara dan menampar wajah nya, Angela sudah tersenyum jahat saja, terlihat jelas.
Adam yang sudah lelah seharian ikut saja kemana adik perempuan nya itu mengajak. Ternyata keruangan rawat inap Kinara.
"Tuh tuh lihat kak Adam ada pasangan selingkuh disana" Angela menunjuk ke arah Kinara dan Andrew
"Siapa yang kamu bilang selingkuh beb, kita" ucap Andrew santai dan menyuapi mangga ke mulut Natan.
"Apaan apaan kamu Angela, jangan asal nuduh" kata Adam mendekati Kinara dan mencium pucuk kepala nya.
"Tadi mereka berdua tu pelukan kak Adam, gue berani bersumpah, mereka tu selingkuh kak" Tegas Angela menyakinkan Adam bahwa ucapan nya adalah kebenaran.
"Gue yang nyuruh Andrew kesini buat jagain Kinara kok, udah lah gue capek, mending lu pulang sama Andrew"
"Ta . . .pi kak"
"Yuk beb kita pulang" ajak Andrew dan menarik tangan Angela.
"Lepasin" sorot mata tajam Angela kepada Andrew.
"Oke", kemudian Andrew berbisik ditelinga Angela, "Jangan sampai aku bongkar siapa ayah bayi yang sedang kamu kandung".
Senyum penuh kemenangan di wajah Andrew dan wajah pucat pasi Angela yang tidak bisa dia sembunyikan, kaki nya sampai gemetaran dan dia terduduk lemas.
"Kamu kenapa Angela, apa kamu lagi sakit?" tanya lembut Kinara.
"Gu- gue gak apa" air mata Angela menetes tanpa terasa.
"Sini aku gendong beb, udah ya kak Adam aku bawa Angela pulang"
"Yap, hati hati" seru Adam.
__ADS_1
***
Sudah jadwal nya Kinara keluar dari rumah sakit dan pulang ke rumah, tentu Adam selalu setia berada disamping Kinara. Walaupun begitu Kinara masih sakit hati dan marah pada nya, namun tidak ditunjuk kan di depan anak anak.
Dirumah ada semua anggota keluarga dan Andrew juga, mereka sedang membahas pernikahan Andrew dengan Angela.
"Sudah pulang kak Adam, gabung sini kak, aku mau dengar pendapat kak Adam" pinta Andrew.
"Nanti dulu, saya antar Kinara ke kamar nya"
"Heh, sudah merasa jadi ratu sekarang di rumah ini, sampai ke kamar saja di antar, manja" judes mama Adam.
"Ma, udah lah stop, Kinara habis keguguran ma, baik sedikit sama dia bisa!" ucap Adam sedikit emosi pada mama nya.
Namun mama Adam tidak sama sekali menghiraukan ucapan Adam dan melanjutkan bermain ponsel, entah kenapa mama mertua nya selalu tidak suka dengan Kinara.
"Sudahlah mas, aku bisa ke kamar sendiri, mas gabung saja dengan yang lain, aku juga nggak dibutuhin disini"
"Eits kata siapa, justru mbak Kinara mesti bantuin Angela pilih baju pengantin, iya kan beb" Andrew mengangkat alis nya sebelah dan tersenyum pada Angela.
Angela menarik nafas kasar dan mengubah raut wajah menjadi senang agar Andrew tidak marah pada nya.
"Iya mbak Kinara, duduk sini dekat aku, mbak harus pilihin mana gaun yang cocok buat aku mbak" raut wajah Angela terlihat konyol di mata Kinara.
Kinara sungguh merasa heran sama sikap Angela pada diri nya, namun apa boleh buat, Kinara tau ini hanya sandiwara.
"Hehe gak gitu juga om, saya kan cuma mau tau pendapat kedua kakak nya Angela" Andrew berubah 180 derajat dari sifat asli nya.
Andrew memang sedang memainkan peran sebagai orang yang ramah, bukan jadi kulkas dua pintu lagi atau manusia dingin. Karena ada misi rahasia yang akan Andrew lakukan di rumah itu.
***
Hari pernikahan.
Pernikahan Angela dan Andrew dilangsungkan di hotel mewah dan di siarkan di berbagai stasiun televisi, reporter dan wartawan sudah ramai di sana.
Para tamu undangan dari kalangan elite dan ber uang semua. Kolega dan rekan bisnis Andrew juga di undang tak ada yang terlewatkan satu pun.
Karangan bunga sudah memenuhi pelataran hotel dan sampai ke bahu jalan, ucapan selamat bahagia dan menempuh hidup baru untuk Andrew Kim dan Angela Sera Baskara terpampang nyata disana.
Angela tampak memukau sekali memakai gaun pengantin berwarna putih gading di hari pernikahan nya ini, polesan make up flawles menambah kesan mempesona di wajah manis nya.
"Perfect" Lirih Ferdy dari kejauhan melihat Angela dan Andrew bersanding.
__ADS_1
"Iri, bilang bos, haha" sambar si botak bodyguard Andrew yang berdiri di samping Ferdy.
"Apaan lu, gak lucu" kesal Ferdy.
"Hoi Ferdy di panggil sama bos tu"
Ferdy segera menyusul Andrew ke atas panggung, tiba di sana Ferdy melihat Angela sedang menangis.
"Fer Fer, lu berdiri di sini sebentar, temanin Angela, saya mau menelpon"
"Baik pak Andrew"
Andrew sudah berada dibelakang panggung menerima panggilan darurat. Sementara itu Ferdy hanya berdiri mematung melihat kecantikan Angela dari dekat.
"Hiks hiks. ." Angela tersedu
"Kenapa kamu menangis Angela?"
"Gu- gue kangen masa kecil gue yang gak ada beban fikiran sama sekali, hiks"
"Jadilah wanita tangguh Angela, kamu pasti bisa melalui ini semua dan maafkan saya"
"Lu gak usah ceramahin gue, pergi sana, gue benci sama lu Ferdy, gue benci, ini semua gara gara lu, hiks"
"Mungkin kah kita kan selalu bersama, walau terbentang jarak antara kita, biarkan ku peluk erat bayang mu, tuk melepaskan semua kerinduan ku, kau ku sayang, selalu ku jaga, tak kan lu lepas selama, hilangkan lah keraguan mu pada diri ku disaat ku jauh dari mu"
Setelah mengucapkan itu Ferdy memberikan sapu tangan nya kepada Angela dan langsung turun, hati nya jadi tak karuan dan ada rasa bersalah yang begitu besar yang berada di depan mata Ferdy.
"Bodoh bodoh banget saya, kenapa saya jahat banget sama Angela, dia tidak tau apa apa dan jadi korban, maafkan saya Angela dan semoga kamu bahagia" Ferdy melangkah kan kaki nya menuju tempat semula mengamankan acara.
Lama kemudian barulah Andrew duduk bersanding dengan Angela, wajah nya merah padam menahan amarah di dada, ada apa dengan Andrew?
"Angela ayo kita turun dan pulang" Kata Andrew dan dituruti oleh Angela.
Para tamu undangan pernikahan tidak ada yang menyadari bahwa kedua pengantin tidak ada ditempat. Mereka terlalu asik menikmati sajian makanan yang tersedia dan acara yang di suguhkan.
Hampir lima belas menit tidak ada pengantin di atas panggung, hingga suasana heboh dan saling bertanya kemana pergi nya kedua pengantin.
Banyak mulut yang bilang bahwa mereka berdua tidak cocok dan ada juga yang bilang mereka sangat serasi, omongan orang lain itu tidak usah didengar.
"Kita mau kemana Andrew?"
"Ke kamar hotel, bukan kah kamu istri ku sekarang Angela, aku berhak mendapatkan itu sekarang"
__ADS_1
"Iya aku tau" Angela hanya pasrah.
Bersambung