
Adam sudah kembali ke dalam kamar inap nya, dan tidak ada lagi Giska yang terikat tangan nya disana, kemanakah dia?.
Adam memedarkan pandangan sekeliling dan mata Adam tertuju ke pintu kamar mandi yang terbuka sedikit dan ada bunyi siraman air.
"hah lega", ucap Giska dan berjalan kembali ke arah jendela.
"dari mana lu?". Suara Adam agak keras dan membuat Giska terperanjat.
"eh kaget, kaget, isshh, gue abis pipis, ni mau gue ikat lagi tangan gue kejendela".
"emang bisa".
"ya setidak nya gue usaha dulu, hehe, udah selesai urusan nya?".
"urusan gue sama lu belum selesai, lu harus tetap diam disana, gak boleh gerak".
"patung pancoran kali ah gak boleh gerak". Giska memanyunkan bibir bawah nya.
Adam tidak menjawab pertanyaan Giska lagi, dia masuk kedalam kamar mandi dan segera membersihkan diri. Kemudian dengan susah payah Giska mengikat lagi tangan nya kejendela.
Beberapa saat kemudian, Adam sudah selesai mandi dan dia keluar dengan menggunakan handuk saja. Memperlihatkan dada bidang nya yang masih sedikit basah.
Melihat pemandangan Adam bagian atas nya terbuka seperti itu membuat Giska menelan saliva nya sendiri. Kemudian cepat - cepat dia mengganti pemandangan mata nya menjadi hamparan sawah.
Adam tau Giska gelisah, sama hal nya dengan junior Adam sedari tadi yang tidak mau tenang juga. Adam berjalan mendekati pintu dan mengunci nya.
"hebat juga lu ngikat sendiri, pakai apa?". Tanya Adam dan mendekati Giska.
"pakai sendok garpu".
"haha apaan, sendok garpu?".
"ya gaklah mbah marjan, pakai gigi gue ni ha".
"oh, oke sekarang, lets play baby".
Sraakk, Adam merobek semua pakaian Giska dan melepaskan ikatan tanganya juga.
"Kyyaaa. . Baju mahal gue lu robek, pokoknya lu harus ganti hiks".
"sepuluh biji gue beliin kayak gini". Adam membawa Giska dalam pelukannya dengan kondisi bagian tengah Giska terbuka memperlihatkan kain penutup dua bagian tersebut.
"bahagiain gue, dan gue bakal bayar lu sepuluh juga, anggap sebagai beli oli mobil lu".
"se- sepuluh juta". Mata Giska membelalak sempurna mendengar angka itu.
"ya, bahkan lebih akan gue kasih, kalau lu mau ngikutin pinta gue, bagaimana".
"oo- ke gue mau. Asal gue dapat uang, berobat mak gue".
Cap cip cup, Adam langsung saja mencium bibir Giska yang sedari tadi sudah menggoda, Giska mulai menyeimbangi permainan mulut Adam.
Satu persatu gigi Giska diabsen sama lidah Adam, bergantian saliva dan tangan Adam menuntun tangan Giska agar menyentuh milik nya.
__ADS_1
Keatas kebawah irama tangan Giska, sedangkan tangan Adam meremas bagian tubuh giska. Adam dan giska sudah selesai berciuman, bibir Adam turun kebagian leher Giska, menyedot kulit leher jenjangnya dan memberikan tanda merah di sana.
Aaaahh, ******* Giska berhasil lolos dari mulutnya, Adam menyuruh Giska berlutut dihadapan miliknya, mulai melepaskan handuk dan terpampang nyatalah batangan yang sudah berdiri kokoh di sana.
"wow, ini apa namanya". Ucap Giska karena memang baru pertama kali Giska melihat benda berurat itu langsung didepan mata nya.
"ini sama seperti permen, rasa nya enak, bikin nagih dan cobalah".
"mmh baiklah". Giska nurut perkataan Adam, dia mulai meraba milik Adam dengan lidah dan tangannya.
"Argh ya seperti itu, masukkan kedalam mulut nya dalam". Adam menekan kepala Giska agar lebih dalam memakan miliknya.
"mmmpphh hweuuk". Giska mengeluarkan permen Adam, "gak muat njir semua kedalam mulut gue".
"aaahh lakukan lagi, jangan banyak bacot lu, mau uang gak, turuti semua mau gue". Bentak Adam sambil melihat Giska yang berada di bawah nya.
"ii-ya maaf, gue salah".
Giska melakukan hal tadi berulang hingga dia sudah tau cara memainkan benda berurat itu didalam mulutnya supaya tidak tersedak lagi.
Adam mulai menyukai permainan mulut Giska, walau terkadang masih suka terkena gigi Giska.
"aaashhh, gue mau.. . . ". Cairan Adam sudah keluar tepat di wajah Giska. Giska merasa jijik dan segera berdiri menuju kamar mandi.
"mau kemana lu?". Tanya Adam.
"bersihin ini lah kak Adam".
"ha?, apa?, gue harus nelan ini, ieuh jijik".
"telan gak, buruan gue mau latihan".
"ii-iya gue telan". Giska berusaha menelan cairan kental yang mirip dengan susu kental manis itu, tapi ini tidak ada rasa manis sama sekali.
Kemudian Adam menyuruh Giska membuka semua dan jadilah Giska polos sekarang. Karena malu Giska menutupi milik nya dengan kedua tangan di bagian atas dan bawah.
"haha ngapain juga lu tutupin markonah".
"gue malu".
"setidaknya dengan mengorbankan rasa malu lu mak lu selamat, ya kan".
Giska hanya diam, dan meresapi perkataan Adam barusan, 'gue harus dapatin uang banyak, agar mak gue selamat, maafkan anak mu mak', Giska berkata dalam hatinya.
Adam mendorong tubuh Giska hingga terjatuh keatas kasur, Adam mengambil sesuatu.
"buat aa-pa lakban kak Adam".
"membungkam mulut lu, lu berisik banget".
"sorry". Giska harus menurunkan ego nya demi kepuasan Adam.
Krak, lakban sudah melekat di mulut Giska dan kemudian tangan nya juga dilakban.
__ADS_1
Kemudian Adam mulai menggerayangi setiap inci bagian tubuh Giska, dua benda kenyal milik Giska sudah puas Adam bermain di sana dan memberikan cap merah banyak.
Giska hanya bisa mendesah dalam diam nya, karena mulut Giska tidak bisa mengeluarkan ******* nan merdu itu secara langsung.
Adam turun kebagian bawah, mengelus dengan tangan, menyapu dengan lidah nya bagian manik kecil pink itu, membuat yang punya menggeliat seperti cacing.
Adam sudah tidak tahan, dia menggesek kan milik nya ke punya Giska, mencelup sekali tidak berhasil masuk karena Giska masih belum terjamah sama sekali, memang kesukaan Adam mencoblos barang baru.
Dicoba Adam sekali lagi bahkan dikasih liur dulu sebagai pelumas, Giska geleng geleng kepalanya menandakan jangan dipaksa masuk.
"lu takut kan, gak apa, awalnya aja sakit, setelah itu nikmaaat kok"
Adam meyakinkan Giska dengan mengusap air mata nya yang menetes, tiga kali percobaan dan hap, berhasil masuk, seketika ada tetesan darah keluar dari punya Giska.
Clok clok, "argh ****, sempiiit banget, gue cinta lu Amanda, eh bukan Kinara, aaaahh aahh, bodo amat".
Adam menceracau tidak jelas, dia terus memompa Giska dibawah sana, Adam membuka lakban mulut Giska.
"mendesahlah".
"aaahh Adam nik-mat banget, aaahhhss".
"kan sudah gue bilang".
***
Tepat pukul 11.00 wib, semua persiapan, segala macam hal sudah ready, gladi resik juga sudah, saatnya pintu gerbang masuk dibuka.
Byuurr ribuan fans mulai memadati lapangan, berbondong bondong mengisi semua spot yang tersedia dan sudah tidak sabar ingin melihat band mereka tampil.
Dibelakang panggung, Adam masih ditangani oleh hairstylist nya, yang lain seperti Ipank sudah ready, dia sedang menelpon istri nya, kanaya.
Sedangkan Wily Wilson bermain game di ponsel nya menghilangkan rasa gugup, walau sudah sering konser. Dan dimanakah Ade Brian, mari kita cari.
Rupanya Ade Brian sedang bercumbu dengan penata busana diruang ganti.
"mmhh aah bri, aah aku udah gak tahan". ******* wanita itu.
"iya bebih, keluarin aja, come on baby". Tangan Brian semakin liar bermain dibalik rok mini itu dan sedangkan mulut nya sedang menyusu hingga menghasilkan cap merah dimana mana.
Akhirnya wanita itu menyemburkan larva putihnya dan membuat tangan Brian becek. Brian menjilati tangan nya sampai bersih dan tak lupa wanita itu mengecup singkat bibir brian.
"thanks bri". Ucap wanita itu manja.
"you are welcome baby".
"arghh, faster baby". Ada wanita lain yang sedang mengemut rudal Brian dengan sangat liar.
"you like it, sir". Ucap wanita yang sedang berlutut dihadapan rudal Brian, dan tangan nya masih mengocok keatas kebawah, seiring dengan itu mata Brian merem melek.
"uuh yaa, i like it". Larva Brian pun keluar dengan banyaknya, wanita itu menjilati nya sampai bersih tak tersisa.
Bersambung.
__ADS_1