
Di studio foto, Vicko telah lama menunggu Adam, namun dia tak kunjung datang, Vicko telah memperkenalkan pengganti Ipank, yang bernama Vinsen.
Vinsen Altaf adalah adik sepupu Vicko yang telah lama ingin menjadi drummer terkenal sebuah band ternama, namun keinginan tersebut sama sekali belum terlaksana, baru kali inilah bisa terwujud.
Tentu Vinsen sangat senang menerima tawaran Vicko bergabung dengan band Adam & friend's play, dia tidak menolak sama sekali. Namun kehadiran nya di dalam band belum dapat diterima oleh Wily dan Brian, apalagi Adam dia pasti sangat tidak suka.
"Mana sih Adam, sengaja gak datang lu ya Adam, brengsek, awas aja nanti." Sungut kesal Vicko dan dia menyuruh Vinsen pulang saja dan sesi latihan kali ini berakhir.
Wily dan Brian sudah berada di parkiran dan ngobrol sebentar sebelum pulang.
"Si Vicko maksain banget sepupu nya main di band, dia gak bisa apa - apa nyet."
"Yoi, baru juga seminggu Ipank dikubur, udah diganti aja, gue sebenarnya gak terima, tapi karna si Vicko nyuruh ganti rugi tiket ya mana gue mampu."
"Benar banget nyet, udah kita ngikut aja, paling si Adam yang bakal ngelawan."
"Lu panggil gue apa barusan, monyet?."
"Eh bukan bukan Wily ganteng maksud gue, udah ye gue cabut duluan."
"Dasar lu ****** ban."
Beberapa saat kemudian datang lah Adam ke studio, dia melihat masih ada mobil Vicko di sana. Adam langsung masuk kedalam.
Di ruangan Vicko terdengar sedang bicara dengan seseorang, Adam menguping karena pintu tidak tertutup rapat.
"Vic, kalau gue gak berhasil masuk band ini, gue bakal bongkar semua". Ucap Vinsen menatap Vicko tajam.
"Apaan lu, berani lu ngancam gue sekarang setan." Vicko menarik kerah baju Vinsen.
"Gue gak takut sama lu, gue bakal serahin bukti nya nanti sama polisi, biar sama musnah kita ha."
"Sial, oke jangan gegabah lu Vinsen. Gue jamin lu bakal diterima di band."
"Nah gitu dong, baru senang gue dengar nya. Dah lepasin baju gue, gue mau pulang."
Vinsen berjalan keluar dan melambaikan tangan nya pada Vicko yang masih kesal atas ucapan Vinsen tadi. Sementara Adam yang telah mendengar percakapan mereka tadi mengejar Vinsen hingga parkiran.
"Eh lu Vinsen kan." Sapa Adam.
"Iya, lu- lu Adam kan, iya gue Vinsen kenalin."
"Iya gue tau, bisa kita ngobrol sebentar." Ajak Adam kepada Vinsen dan menyuruh nya masuk kedalam mobil.
"Gue punya persyaratan kalau lu ingin gabung di band."
"Apaan?."
"Gampang, lu tinggal bilang bukti apa yang lu bicara sama Vicko tadi."
"Ii- itu gak ada apa apa kok, beneran."
"Ck, gue tau lu pasti menyembunyikan sesuatu sama Vicko, yasudah jangan harap lu bisa gabung."
__ADS_1
"Oo- oke gue bakal bilang, tapi lu jangan ingkar janji dan jangan sampai Vicko tau."
"Gue janji".
***
Beberapa hari kemudian, Kinara sudah kembali ke rumah Adam bersama anak anak nya, sikap mama mertua sama sekali tidak perduli.
Dia malah menyuruh Kinara membersihkan kolam renang lagi dan kebun belakang. Apa salah nya dia mempekerjakan seorang tukang kebun untuk mengurus itu semua.
Namun tidak ada sama sekali orang yang dia suruh melainkan Kinara, karena memang Melli tidak ingin buang uang, lebih baik menyuruh menantu nya tersebut.
Adam yang sudah selesai mandi tidak menemukan istri nya dikamar, dilihat Adam dari luar jendela kamar nya Kinara sedang mengambil dedaunan di atas kolam renang.
Adam mempercepat langkah nya menuruni anak tangga dan pergi kelantai bawah hingga sampai ke kolam renang.
Menarik tangan Kinara dan tentu Kinara kaget.
"Mas, aku sedang membersihkan kolam, ngapain kamu tarik tangan aku mas, lepaskan."
"Saya lagi pengen main, ikut ke kamar."
"Oh baiklah mas".
Kinara hanya pasrah mengikuti suaminya ke kamar, karena kehendak Adam di atas segala nya. Kinara tidak akan bisa membantah sedikit pun.
"Mau kemana kamu Kinara. Kolam renang sudah selesai kamu bersihkan."
"Maaf ma belum, sebentar lagi aku kerjakan lagi."
"Kinara bukan pergi tidur ma, tapi. ."
"Sudah gak usah dijawab." Kata Adam dan mereka terus menuju kamar.
"Dasar menantu gak guna, ih." Melli mencibir kepergian Kinara dan dia larut lagi memainkan ponsel nya.
Didalam kamar, Adam menarik istri nya hingga mereka berpelukan. Adam mencium pucuk kepala istrinya dan berucap pelan 'maafkan aku Kinara'.
"Ha?, apa mas, tadi bilang apa?."
"Nggak ada."
Adam menggendong Kinara ala ala bridal, kemudian meletakkan Kinara di atas kasur. Adam mencium bibir Kinara lembut, membuat Kinara merasa kaget, tiba tiba saja suami nya memperlakukan Kinara begitu lembut.
Ciuman Adam turun ke bagian leher Kinara, memberikan tanda merah di sana, Kinara mendesah ah. Adam meraba benda kenyal Kinara dan baru saja akan membuka nya, pintu ada yang mengetuk.
"Mi. . .mami. . adik sakit gigi, mami keluar dong." Teriak Natan dibalik pintu itu.
Membuat Adam dan Kinara sama bertatap, Kinara tau kalau Adam merasa kesal karena ada yang menggangu.
"Maaf ya mas." Ucap Kinara berdiri dan memperbaiki posisi baju nya dan berjalan menuju pintu.
"Adik, kenapa pulang lagi, gak sekolah."
__ADS_1
"Gigi adik sakit mi, hiks hiks, sakit mi."
"Duh kasihan anak mami, kita ke rumah sakit ya."
"Nggak mau. Natan gak mau mi, takut."
"Nggak sakit kok Natan, sama papi pergi nya mau kan." Kata Adam dan menggendong anak nya itu.
"Sama aku aja mas, Natan papi sibuk nak, ayo turun."
"Natan mau sama papi."
"Oke jagoan. Aku tunggu di mobil cepat ganti baju nya, gak usah dandan kamu udah cantik." Ucap Adam dan dia sudah turun tangga.
Kinara masih mematung mendengar ucapan Adam barusan, pipi nya memerah menahan malu. Sudah lama Adam tidak berkata seperti itu.
***
Sampai di rumah sakit, Adam menggandeng tangan Kinara dan juga anak nya menuju ruangan dokter anak.
Ada fans Adam yang minta foto bareng dan tanda tangan, Kinara pergi menjauh karena tidak ingin menggangu, namun Adam malah merangkul pinggang Kinara dan mengeratkan pelukan.
Sontak Kinara senang atas perlakuan Adam kali ini, begitu manis dan romantis, jarang jarang dia dapat perlakuan begini dari Adam.
"Mami kenapa senyum senyum dari tadi sih." Tanya Natan yang masih makan coklat juga.
"Ish adik katanya sakit gigi, kok makan coklat, sini coklat nya dek."
"Papi yang beliin mi."
"Ups, ketahuan. Maaf ya Kinara sayang."
"Cie cie pipi mami merah tuh pi. Kayak kepiting. Hehe."
"Adik,. !!, udah diam nanti gigi nya makin sakit." Ucap Kinara dan dia malah salah tingkah dan main ponsel.
Kinara melihat di berita online kasus pembakaran mess, pelaku nya sudah meninggal dunia. Kinara baca beritanya sampai habis dan terkejut.
"Mas Adam."
"Apa?."
"Beneran pelaku nya meninggal mas."
"Iya, tapi. . .udah benar itu."
"Tapi apa mas?."
"Nggak ada, tuh nama Natan udah dipanggil."
"Hm oke mas."
"Kamu masuk duluan, aku terima panggilan ini dulu."
__ADS_1
Setelah Adam menerima panggilan telfon tersebut dia nampak pergi menjauh dari ruangan periksa.
Bersambung.