Merried With Adam

Merried With Adam
19. Kebakaran


__ADS_3

Adam dan teman teman yang lain, serta para kru masih berada dikota itu, mereka belum bisa pergi karena ada massa yang mencekal jalan keluar.


Adam tidak ambil pusing, dia malah asyik main game di handphone nya. Sedangkan ipank, mondar mandir menelfon istrinya namun tidak diangkat.


"Bro bro, coba lu telfon bini lu Kinara".


"Buat apa?, akh gue lagi ngegame ni".


"Dari tadi gue telfonin Kanaya gak diangkat, siapa tau Kinara tau dimana mbak nya".


"Lu ya ganggu gue aja, ni lu telfon aja sendiri". Adam melemparkan ponselnya kearah ipank, untung ipank dengan sigap menangkapnya, kalau tidak bisa jatuh dan pecah.


"Siapa nama kontak nya bro, ni 'mybaby' ya, haha kayak nama bedak".


"Eh tolol, bukan itu, nama Kinara aja".


"Oh oke oke, ya mana gue tau".


Kring kring.


[Hallo mas Adam, gimana keadaan mas Adam disana?, baik aja kan?].


[Ngh, maaf Kinara, ni mas Ipank].


[Oh Mas Ipank, maaf saya gak tau, ada apa ya Mas, kenapa pakai ponsel nya Mas Adam].


[Ngh, itu Kanaya, kamu tau dia ada dimana sekarang?, dari tadi aku telfonin gak diangkat].


[Oh mbak Kanaya, itu lagi ada dikebun sama Bapak, mau bicara].


[Ngh, suruh aja nanti angkat telfon nya, makasi Kinara].


Tut sambungan terputus.


"Thanks bro, ni hape lu".


"Hmm".


"Kinara tadi dia cemasin lu, telfon gih".


"Malas nanti aja, gue main game dulu".


Ipank hanya geleng kepala melihat sikap Adam yang cuek pada Kinara. Setelah itu Adam larut lagi dalam permainan game nya.


Sementara itu Kinara yang mengira Adam yang menelpon nya tadi, malah mas ipank, kakak ipar nya itu memang sangat peduli dan sayang sama mbak nya, Kanaya.


'Beruntung banget kamu mbak, dapat suami kayak mas Ipank, semoga kalian berdua tetap bahagia'. Lirih Kinara dalam duduknya.


Hal itu terdengar oleh bapaknya yang berdiri dibelakang Kinara. Beliau sedang mengambil minum. Bapak Kinara yakin bahwa keadaan rumah tangga anak kedua nya itu sedang tidak baik - baik saja.


"Mi. . adek laper". Teriak Natan dari lantai dua.


"Iya sebentar mami ambilkan".

__ADS_1


Kinara segera pergi kedapur dan mengambilkan nasi goreng untuk sarapan anak nya.


***


"Vicko mana sih, gak keliatan batang idung tu orang". Celoteh Wily Wilson.


"Kata teman yang lain dia lagi pergi, gak tau deh kemana". Sambar ipank.


"Gue bosan banget dikamar mulu, kapan sih tu orang diluar pada pergi". Gerutu Ade Brian.


Hingga sore hari, para wartawan dan fans mereka sudah meninggalkan tempat Band Adam tinggal sementara atau bisa disebut mess.


Jadilah Adam dan kawan kawan merasa agak sedikit lega karena tidak akan ada yang menanyakan peristiwa kerusuhan konser itu lagi pada mereka.


Malam menjelang, suasana mess yang semula adem ayem, tiba tiba saja ada ledakan dari arah belakang, duarr.


Kobaran api menyambar bangunan belakang mess dengan cepat dan menjalar hingga bagian tengah. Para manusia didalam mess baru menyadari ada api setelah merasa panas dan banyak asap.


Berhamburan mereka semua keluar menyelamatkan diri, Adam yang tengah bercumbu dengan Giska pun pontang panting keluar, untung sempat pakai baju.


"Woy anjirrr, orang sinting, main bakar aja dikira kita ayam kali". Emosi Ade Brian


"Jadi ayam bakar dong". Kekehan Wily ditatap tajam oleh yang lain.


Mereka sudah pada keluar semua, namun sayang peralatan, perlengkapan mereka hangus dilalap sijago merah.


"Tunggu, tunggu, Ipank mana woy, Ipank".


"Eeh iya mana tu orang, Ipaaank !!".


"Mampus, jangan jangan Ipank masih di kamarnya".


"Serius lu Wil?".


"iyaa. . .****, mati lah tu orang, argh, Ipaankk keluar cepat woy".


Adam yang mendengar teriakan Wily dan Brian mendekati mereka.


"Apa lu bilang tadi, Ipank masih didalam, gila tu orang".


"Ii-ya tadi gue lihat dia masih tidur Dam".


"**** !!". Adam berlari masuk kedalam mess yang terbakar itu, ingin menyelamatkan Ipank.


Seperti di sinetron, para teman yang berada diluar melarang Adam untuk masuk kedalam, sambil bilang, 'jangan masuk Adam, jangan masuk, bahaya, nanti kamu celaka'. Seperti itu.


Namun Adam dengan segala keberanian nya tidak menghiraukan ocehan tersebut, bak superhero Adam terus berlari dan menembus segala halang melintang.


Pintu yang terbakar ditendang Adam, balok kayu yang jatuh disingkirkan Adam, memang benar Ipank masih di sana dan sudah terbakar sebagian tubuh nya.


Adam memadamkan api itu dengan selimut yang sudah direndam dengan air diluar tadi, lupa disebut, kemudian Adam menggotong tubuh Ipank hingga keluar. Dan mereka berhasil keluar.


***

__ADS_1


Wiw wiw wiw sirine mobil pemadam dan ambulance silih berganti berbunyi dan kejar kejaran untuk sampai di lokasi kebakaran.


Anggota Damkar mengerjakan tugasnya, menjinakkan si jago merah, dan tim Medis melarikan Ipank kerumah sakit.


Adam juga ikut naik ambulance tersebut. Ipank sudah hilang kesadaran nya, dan dipasang selang infus dihidung. Sedangkan tubuh yang terkena luka bakar, diberi obat pendingin oleh tim medis.


Dikejauhan Vicko dan satu pria sedang berbicara.


Good job Lex, ni ambil". Vicko melemparkan amplop coklat kearah Alexander.


"Thank's bro, gue pergi".


Vicko masih berada disana menyaksikan pesta kebarakan mess. Senyum jahat dimulut nya terpampang nyata.


Drt drt.


[Halo Wily, ada apa].


[Li dimana sih Vick, lu tau gak mess kebarakan dan Ipank sekarat].


[Apa?, kok bisa, oke oke gue ke sana sekarang].


[Buruan, Ipank sudah jalan ke rumah sakit].


Panggilan telfon sudah berakhir.


"Sial, kenapa bukan si bego itu yang kebakar, sorry Ipank, bukan lu sasaran gue".


Vicko masuk kedalam mobil nya dan pergi ker umah sakit tempat Ipank dibawa. Ipank diturunkan dari Ambulance dan dibawa dengan brankar menuju ruangan UGD.


"Pak cukup antar sampai disini saja, tidak boleh masuk kedalam".


Ucap suster pada Adam dan Adam memilih duduk di kursi. Merogoh saku celana dan memencet nomor Kinara.


"Ah, suruh Wily saja telfon istri nya Ipank". Adam enggan menelfon Kinara duluan kalau tidak ada keadaan mendesak.


Drt drt. . Kinara yang telfon Adam. Namun Adam malah mematikan ponselnya.


"Sorry, Kinara". Adam beranjak pergi dari rumah sakit. Pasti Kinara akan segera datang ke rumah sakit juga.


Sementara itu Kinara melajukan mobilnya menembus pekatnya malam dengan sedikit kencang. Karena Kanaya sangat khawatir dengan kondisi suaminya.


"Ya Tuhan, tolong selamat kan lah nyawa suami saya, saya mohon Tuhan, hiks".


"Mbak sabar, mas Ipank kan sudah dibawa ke rumah sakit mbak".


"Kamu bisa bilang sabar Kina, coba suami kamu yang dapat musibah macam ini". Emosi Kanaya.


"Kanaya, jangan bicara seperti itu pada adik mu, dia kan berniat baik". Ucap bapak tegas.


"Bela aja anak bapak itu terus, aku sudah muak". Kanaya jadi emosi lagi.


"Maafin aku mbak, maafin aku bapak . .".

__ADS_1


Ciiiitt bruak. Mobil Kinara menabrak mobil didepannya.


Bersambung.


__ADS_2