Merried With Adam

Merried With Adam
08. Minta Papi baru


__ADS_3

"Aku sebenarnya lagi hamil mas, sudah lima minggu."


"Apa?, kok bisa, kan saya biasanya gak masukin kedalam."


"Baru kali ini aja mas keluarin diperut aku, aku pun kaget, biasanya gak pernah, dan tadi mas nyebut nama Clar, siapa itu mas?."


"Kamu salah dengar aja itu. Sudah jangan banyak tanya, saya mau mandi dan balik lagi ke studio."


Adam pergi meninggalkan Kinara yang tanpa berdosa menyebut nama Clar dan bilang kalau Kinara yang salah dengar.


"Aku sengaja gak minum pil KB mas, supaya aku hamil lagi, dan perhatian kamu tertuju sama aku." Lirih Kinara dan bulir air mata nya jatuh kepipi.


***


"Sial, kenapa Kinara bisa hamil lagi sih, dan kenapa juga gue nyebut nama Clara. Sial banget."


Adam memukul stir mobilnya dan dia menginjak gas mobil kuat, jadilah mobil sport itu melaju kencang menembus kegelapan malam.


Tadi Adam pergi begitu saja karena menganggap Kinara sudah tidur, namun nyata nya belum sama sekali.


Kinara nangis sesegukan nyender di dinding.


"Ibu. . Kinara kangen, ibu lagi apa diatas sana, hiks, ah ibu curang, kenapa ibu ninggalin Kinara duluan."


Rasanya Kinara ingin mencurahkan semua isi hati pada ibunya. Namun beliau sudah pergi untuk selamanya.


"Besok aku kemakam ibu saja dan sekalian lihat bapak, oke Kinara kamu bisa menghadapi ini, semangat Kinara.."


Dia memberikan motivasi pada diri sendiri. Namun Kinara pasti gak bakal diizinkan semudah itu untuk keluar rumah, Kinara harus memikirkan cara agar hal itu dapat terlaksana, tapi apa ya?.


Terlihat Kinara sedang berfikir keras memikirkan sebuah alasan yang tepat, "Hmm aku ada ide, gak sabar nunggu hari esok." Kinara kembali mencoba tidur.


Adam kedatangan tamu di studio nya, yaitu Clara Zefya.


"Dari mana aja sih sayang, aku udah lama nungguin kamu disini, ditelponin juga gak aktif."


"Tadi aku dari rumah, ngambil barang yang ketinggalan, kamu ngapain kesini."


"Kangen sama kamu Adam, hmm."


Clara memeluk tubuh Adam erat, sangat erat hingga junior Adam bisa Clara rasakan bergerak dibawah sana.


"Tuh kan, junior kamu aja kangen sama aku. Masak kamu gak sih."


Adam gemes dengan sikap manja Clara dan dia mulai mencium Clara mesra dan merapatkan tubuh Clara.


Ciuman itu semakin panas karena Clara selalu bergerak aktif terkena sentuhan tangan Adam.


"Ah Adam, tangan kamu nakal ah."


"Saya gak tau, dia gerak sendiri aja. Nih lihat."

__ADS_1


"Aahh Adam, aaahh, aku udah gak tahan, mau pipis."


"Sabar dong sayang."


Adam mengacak goa Clara dengan kedua jarinya dan itu berhasil membuat Clara terbang melayang hingga ke langit. Tak usai sampai disitu saja.


Adam menjilati manik kecil pink itu dan jarinya masih setia mengacak goa nan lembab Clara, membuat Clara menjadi setengah gila, dia menarik rambutnya sendiri.


"Ahhh Adam, aaahh udah dong, aahhh."


Cairan hangat Clara keluar juga dan membuat jari Adam belepotan cairan Clara. Clara balas dendam atas perbuatan Adam.


Dia menjatuhkan Adam di atas sofa, kemudian Clara bersimpuh dihadapan junior Adam yang sudah berdiri tegak sempurna. Clara mulai memasukkan kedalam mulutnya, tidak muat hanya separo yang masuk.


Kepala Clara turun naik terus, membuat Adam merem melek menahan rasa nikmat itu. Adam sudah tidak tahan, dan dia didalam mulut Clara.


Permainan belum usai, Adam merapatkan tubuh Clara kedinding. Kemudian dia mengangkat sebelah kaki Clara, tidak butuh waktu lama, junior Adam kembali aktif.


Langsung saja Adam menghunuskan senjata nya kedalam milik Clara, maju mundur kiri kanan depan belakang dan lepaslah, Adam sudah lepas berapa kali malam ini.


"Thank Adam sayang, aku pulang dulu ya."


"Iya Clara sayang, hati -hati pulang nya."


***


Pagi hari, suasana di rumah Adam.


"Ke sekolahan Nada ma, ada rapat komite sekolah ma, aku disuruh datang oleh guru Nada ma, sekalian antar anak anak ke sekolah."


"Cepat pulang kamu. Itu mbok surti repot sendirian."


"Iya ma, Kinara pamit dulu. Salim sama Oma nak."


Kinara sudah mengendarai mobil nya kembali dan dengan dua anak kesayangan di kursi belakang.


"Are you ready kids, kita pergi kemakan nenek sekarang."


"Lets go mami. . Tapi jangan lupa beli mainan adik ma, sebagai tutup mulut, hee."


"Siap King Natan, apapun kamu mau, beli."


"Yuhuuu. .. Thank mami cantik sekali. ."


"Kalau anak manis mami mau dibeliin apa, kak Nada dari tadi diam aja."


"Hmm aku minta papi baru aja."


Jlebb, jawaban Nada mampu membuat perasaan Kinara tak karuan. Apa karena sudah besar sekarang. Jadi dia sudah tau kalau papi nya sudah mulai tidak perduli padannya.


'Kasihan anak mami., maafin mami ya nak, mami janji akan merubah kembali kebahagiaan keluarga kita nak.' Kinara berucap lirih dalam hatinya sambil memperhatikan anak sulungnya itu dari kaca spoin.

__ADS_1


Tak lupa Kinara membeli bunga mawar putih kesukaan ibu Kinara, bernama Jamila Ajeng. Untuk disebar diatas makam.


Anak anak juga ikut menyebar bunga mawar putih sesampai di makam nenek mereka. Kinara membersihkan rumput liar yang tumbuh di makam ibunya.


"Ibu. . Kinara datang, bawa cucu ibu juga, hmm maaf ya bu, Kinara baru bisa mampir, ibu tau gak. Kinara hamil lagi bu, heh tapi jangan kasih tau bapak ya bu."


Kinara berucap sambil membersihkan batu nisan sang ibu.


"Mi. . .mami, ayuk beli mainan, adik udah gak tahan, panas banget mi."


"Iya, iya sayang, tunggu sebentar, mami pamit dulu sama nenek." Kinara mengusap lagi tulisan di batu nisan itu. "Bu kenapa ibu bisa meninggal sih, padahal ibu tidak ada sakit sama sekali, aku yakin bapak tau sesuatu."


Kinara kemudian mengajak anak anak belanja mainan. Dan juga membeli roti kesukaan bapak, yaitu roti isi parutan kelapa.


Sampailah Kinara di toko bangunan milik bapaknya, walau di sponsori oleh Adam dalam pembangunan toko tersebut, namun Kinara merasa bersyukur. Adam tidak melupakan bapaknya.


"Kakek. . . ." Sapa Nada ramah dan memeluk sang kakek.


"Cucu cantik kakek. . , adik Natan cucu ganteng kakek, Kinara."


"Bapak, apa kabar." Kinara salim dan memeluk sang bapak. Terlihat mata bapak Jayusman menahan bulir air mata.


"Bapak baik, Kina, ayo ayok masuk, udah pada makan belum ni."


"Ni Kinara bawain bapak roti isi parutan kepala dan juga pecel ayam, yuk pak kita makan bersama."


"Mbak mu apa kabarnya, udah lama bapak gak telfon dia."


"Mbak Kanaya, baik kok pak, dia mau program bayi tabung kata nya pak."


"Bayi tabung, bukan nya mahal itu nak."


"Iya pak, sedikit mahal, tapi itu keinginan mbak Kanaya sama mas Ipank, udah delapan tahun juga kan mbak nikah pak, tapi belum dikasih momongan juga."


"Jodoh, maut, anak, rezeki semua Tuhan yang atur sayang, tinggal kita nya aja yang harus rajin minta dan doa sama Tuhan."


"Betul betul itu kakek." Timpal Nada disela makan nya. "Nada juga sering berdoa sama Tuhan agar dikasih papi baru, namun sampai sekarang belum datang juga kek."


"Mbak Nada." Tegur Kinara dan itu berhasil membuat Nada merasa bersalah atas ucapan nya. "Sorry mami, gak ulang lagi, janji."


"Kina, bapak mau ngomong berdua sama kamu habis makan ini."


"Baik pak."


Kinara sudah tau, pasti bapak nya akan menanyakan perihal ucapan Nada barusan, yang minta papi baru dalam doa nya.


"Duduk sini nak."


"Ini pak, aku bawain teh nya, pasti bapak mau nanya ucapan Nada tadi kan, aku dan mas Adam baik baik saja kok pak. Bapak gak usah khawatir."


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2