Merried With Adam

Merried With Adam
07. Buat Frustasi


__ADS_3

Giska kaget melihat Adam.


"Kak Adam, . . "


"Hey Giska, pak saya beli semua jualan bapak, dan bagikan kepada mereka ya pak."


"Be- benaran kah itu, oalah, makasih banyak mas Adam."


"Bapak kenal saya?."


"Iya kenal, setiap hari anak saya mutar vidio mas Adam, sampai saya sendiri hafal lagu mas Adam."


"Haha bagus itu pak."


Habislah semua jualan bapak cilok dan untunglah gerobaknya tidak dibeli sekalian. Giska kagum sama Adam. Percuma Giska rasanya buat vidio tadi, tapi gak apalah, toh semua jualan bapak sudah habis semua.


***


Didalam kamar hotel.


"Kak Adam, boleh nanya sesuatu?."


"Nanya apa?."


"Kak Adam sudah nikah ya?."


"Hmm udah, udah punya dua anak."


"Tapi kenapa kakak lakuin ini sama gue, sama wanita lain juga, apa kak Adam gak merasa bersalah sama istri nya?."


"Hmm nanti gue fikirin jawaban nya, selagi main aman sih, istri gue gak bakal tau."


"Duh kasihan jadi istri kak Adam, kalau gini caranya mending gak usah nikah sama kak Adam. Emang lebih enak suami orang, hihi."


"Udah pernah nyobain suami orang berapa kali lu chiscake, wah bisa batal ni kontrak kerjanya, wah. . "


"Ups, bukan gitu maksud gue kak Adam, jangan salah faham dulu. Aku masih orisinil sumpah, belum ada yang menjamah."


"Oke gue buktiin sendiri."


Kraak, baju kaus Giska dirobek brutal oleh Adam. Membuat Giska kaget bukan main.


"Kyaaa. . Astaga ganas bener suami orang."


"Baru aja robek baju udah dibilang ganas, ini belum apa apa markonah."


"Ta- tapi bagi aku ini ganas, kak Adam please, nanti main nya pelan - pelan ya."


"Terserah gue donk." Adam mendorong tubuh Giska hingga jatuh keatas kasur.


"Astaga kak Adam." Giska menutup matanya ketika Adam mencium rakus bibirnya.


Kemudian tangan Adam menjalar kebagian tubuh tengah Giska, meremas dan membuka kain penutup bukit kembar itu. Kemudian Adam mencubit pucuk nya gemes.


'Gila sih ini, kak Adam cowok yang selama ini gue cari cari, sekarang berada diatas gue, nikmat mana lagi yang gue dustaka'. Gumam Giska sendiri didalam hati nya.


"Aaaww aahhh ssshh."


"Lu kenapa dah?."


"Gelii bambang."

__ADS_1


"Itu belum seberapa, coba lu rasain ini."


Adam menarik celana Giska, hanya meninggalkan kain segitiga itu, Giska karena malu menutup miliknya dengan kedua tangan. Adam menepis tangan Giska dan menggigit itu nya.


"Aarrgh . . .kak Adam. . .aah."


"Duh lu berisik banget, pelanin suara lu napa sih."


"Yaa namanya juga baru pertama kali coba, ish marah mulu."


"Akh gue gak mood lagi."


"So- sorry kak, gue janji gak berisik lagi kalau perlu gue lakban mulut gue sendiri."


Adam berjalan frustasi kearah jendela, dan menyalakan rokok nya, menatap keluar jendela,


"Napa tiba tiba kangen Kinara ya, argh wanita itu, bikin gue frustasi."


Lirih Adam sendiri dalam diam nya. Sementara Giska hanya menatap Adam tanpa bicara. Malam itu Adam tidak jadi bermain bersama Giska, karena Adam sudah badmood duluan, Adam memilih pulang ke rumah nya.


Sementara Giska hanya terdiam duduk ditepi kasur dan melihat kondisi baju kausnya yang telah terkoyak parah.


"Sial, mana gak bawa baju lagi, terus gue keluar dari kamar hotel ini terbang macam kunti, argh Adam sialan."


Ting Tong, bel kamar hotel Giska bunyi terus, Giska kelabakan, mau ditutup pakai apa tubuh bagian atasnya itu.


"Siapa yang datang sih, handuk, handuk mana handuk", Giska berjalan tergesa kedalam kamar mandi dan meraih handuk kemudian memakainya.


Ting tong, bel berbunyi lagi.


"Iyaa sabar, siapa sih."


Teriak Giska. Krek pintu kamar hotel sudah terbuka.


"Iya saya mas. Ada apa?."


"Ini ada paket buat mbak."


"Dari siapa mas?."


"Dari pangeran berkuda putih, permisi mbak."


"Ha ha ha, lucu beut tu kang paket. Ini paket apaan ya, jangan jangan bom atom, iueh."


Karena penasaran dibuka juga paket itu oleh Giska, rupa rupa nya hanya satu stelan baju.


"Hmm baju, gue kira emas batangan, ini pasti kiriman dari mas Adam, hah. . Hari yang aneh."


***


Adam sudah hampir sampai di rumah nya, tak lupa dia belikan anak anak nya donat, itu makanan kesukaan mereka.


Sudah masuk kedalam rumah, Adam hanya cuek tidak menyapa kedua orang tua nya, Adam mencari kedua anaknya kedalam kamar mereka, namun tidak ada.


"Kemana mereka ya."


"Den Adam sudah pulang, anak anak dikamar mami nya den."


"Oh, makasih mbok".


Adam melangkahkan kaki menuju kamarnya, dan benar mereka semua berada didalam kamar, mereka sedang memutar vidio ketika mereka masih bayi.

__ADS_1


"Papi. . . .adik kangen sama papi."


Si anak bungsu berlari menghampiri Adam, namun tidak dipeluk.


"Iya papi juga kangen sama Natan. Ini papi bawain donat."


"Mainan?."


"Yah, so sorry, gak ada, besok kita beli ya."


"Janji, ah malas janji sama papi. Nanti pasti gak ditepati." Celoteh Natan yang berusia genap delapan tahun itu.


Adam terdiam, dia memang sering ingkar janji dan itu membuat kedua anaknya kecewa, Queen Nada tidak mau melihat papi nya sama sekali.


"Mi, Nada dan Natan balik ke kamar dulu ya, good night mi, love you"


"Love you too kak Nada, muah."


"Adik gak mami cium juga."


"Ya adik sini dong dekat mami", Natan berhamburan kedalam dekapan maminya. "Love you King Natan, muah, jangan lupa gosok gigi nya sebelum tidur ya sayang."


"Siap mami, bye."


Kinara melihat sendu kepergian kedua belah hatinya dari kamar, Adam sudah pergi entah kemana. Dia tidak ikut mencium kedua anak nya seperti yang Kinara lakukan.


Kinara menarik nafas gusar, tumben sekali Mas Adam pulang disaat dia belum selesai melakukan tour konser.


Kinara menarik selimutnya dan berniat tidur saja, dia lelah seharian ini membersihkan kolam renang. Siapa lagi yang nyuruh kalau bukan Ibu Mertua nya.


Tiba - tiba saja kain selimut Kinara ditarik kasar oleh Adam.


"Mas. . .!!"


"Kenapa kaget gitu, saya baru pulang kamu malah tidur, saya lagi pengen"


"Saya capek mas, seharian saya bersihin kolam renang, disuruh . ."


"Disuruh mama, ya wajar aja, kamu berani membantah ya sekarang"


"Maaf mas, tunggu sebentar, saya bersih bersih dulu."


"Argh, gak usah, kelamaan."


Adam yang sudah tidak tahan, langsung menyibakkan daster Kinara keatas, menarik kasar dalaman Kinara dan langsung menghujamkan milik nya ke punya Kinara.


Tidak ada pemanasan sama sekali dalam permainan kali ini, walau hal ini sering dilakukan Adam pada Kinara, namun Kinara tidak pernah marah pada Adam.


Biarlah Kinara tidak merasakan nikmatnya main bersama sang suami, asal mas Adam sudah mencapai puncak nya dan merasa puas, Kinara tidak mempermasalahkan itu sama sekali.


"Aashh Clar. . Kamu nikmat banget, aaakkk."


Adam sudah mencapai pelepasan nya dan menyemburkan di atas perut Kinara.


Adam mengambil tisu dan menyerahkan pada Kinara, kemudian Adam hendak membersihkan diri kekamar mandi


"Tunggu mas."


"Apa?."


"Aku sebenarnya lagi hamil mas, sudah lima minggu."

__ADS_1


"Apa?, kok bisa". Adam kaget.


Bersambung.


__ADS_2