Mimpi Dan Harapan [POV : Andheera]

Mimpi Dan Harapan [POV : Andheera]
Episode 37


__ADS_3

Kelas X-2.


“Hay Andheera (sapa Yerim lengkap dengan senyum lebarnya)


kau mau roti, aku bawakan untukmu juga.” Lanjut Yerim sembari menyodorkan sebungkus roti hangat pada Andheera yang baru saja masuk ke kelas.


“hmm..” respon Andheera tak banyak berkata ia hanya melewati bangku Yerim seraya menyambar roti yang Yerim tawari tadi, sontak Yerim membelalakan kedua matanya karena terkejut Andheera akhirnya mau menerima roti yang Yerim buat.


Gadis mungil itu terus memandangi langkah Andheera yang berjalan ke belakang menuju bangkunya disudut, Ia masih tak percaya jika yang barusan lewat adalah Andheera yang kasar.


“waaah aku tak percaya Andheera mau menerima rotiku.” mendengar gumaman Yerim membuat Hanyoora yang duduk di bangku sebelahnya merasa terusik, ia melirik ke arah Yerim yang masih memandangi Andheera.


“jangan senang dulu siapa tahu dia menerima untuk dia buang hihihi..” goda Hanyoora kemudian menoleh ke belakang melihat apa yang Andheera lakukan terhadap roti buatan Yerim.


Pemandangan yang tak terduga pun terjadi membuat Yerim juga Yoora saling menatap satu sama lain, seakan masih tak percaya pada hal yang baru saja mereka lihat, benarkah dia Andheera yang ku kenal? begitulah kira-kira yang ada dalam benak Hanyoora maupun Yerim.


“dia memakannya.” Gumam Hanyoora masih melongo tak pecaya pada hal yang baru saja ia lihat.


“Yeaahh, Andheera teman ku sekarang hahaha.” Seru Yerim bahagia.


Melihat sikap Yerim yang berlebihan, Hanyoora malah mengernyitkan keningnya, lalu melanjutkan aktifitasnya kembali membaca buku.


Beberapa menit kemudian, setelah Anha kembali dari ruang guru ia berjalan ke tengah kelas seolah ada hal yang ingin ia sampaikan pada teman-temannya.


“teman-teman!! (seru Anha di depan kelas membuat teman-temannya menghentikan aktifitasnya sejenak, dan beralih mendengarkan pengumuman apa yang akan ketua kelas sampaikan)


karena Pak Alde tidak masuk hari ini sebagai gantinya kalian harus mengerjakan soal  Bab 5.” Belum sempat Anha menyelesaikan kalimatnya antusias teman-teman sekelas akan guru yang tidak masuk, membuat mereka tak bisa menahan rasa bahagia sehingga menyorakan kesenangannya.


“HUUUUU YEEAAAHHH !!” lagi-lagi sorakan bahagia itu menggema disetiap sudut ruangan.


“BEBAS YEAAAHHH!!” sahut yang lainnya, seakan mereka semua datang ke sekolah memang untuk bermain bukan untuk belajar.


Beberapa sorakan terdengar nyaring bahkan sampai ke kelas sebelah, sampai Anha harus memukul papan tulis untuk membuat teman-temannya berhenti bersorak, sebab masih ada yang harus ia sampaikan.


BUUKKK.. BUUKKK!!


“MOHON PERHATIANNYA AKU BELUM SELESAI TEMAN-TEMAN!!” teriakan nyaring Anha mampu membuat teman-temannya kembali tenang.


“latihan soal Bab 5 akan dikumpulkan hari ini bersama dengan PR matematika sebelumnya oke sekian.” Kalimat penutup Anha membuat teman-temannya mendengus kesal, ada juga yang membanting tempat pensilnya untuk mengekspresikan kekecewaannya.


Seperti itulah keadaan sekolah pada umumnya selalu bahagia disaat salah seorang guru tidak masuk, karena bisa bebas belajar apapun yang diinginkan atau hanya bermain-main dikelas.


Lebih seperti sekolah hanya untuk bermain dan belajar hanya bonus, bukan sekolah untuk belajar dan bermain hanya bonus hihihi.


Begitu selesai Anha langsung berjalan menuju bangku Andheera, “Andheera..” panggil Anha membuat pandangan Andheera kini teralih.


“kulihat tadi kau bermain basket.” Ujarnya dengan wajah serius.


Andheera sedikit bingung dengan maksud perkataan Anha. “kau ikut berpartisipasi dalam kegiatan tahunan sekolah, kau akan bergabung dengan tim basket perempuan.” Sambungnya lagi namun terdengar seperti perintah.


Vivian yang mendengar percakapan kedua temannya itu, kemudian menoleh ke belakang dengan tatapan serius seolah ia tengah bergabung dalam percakapannya.


“gak mau tuh.” Respon Andheera lalu kembali melihat pemandangan diluar jendela yang mengarah ke lapang basket seraya mengunyah sisa roti yang ada dimulutnya.


“aku tidak sedang bertanya tapi memberitahumu kau tahu!” balas Anha tak mau kalah.


“kalau begitu aku hanya tak perlu datang saat acara tahunan kan.” Respon Andheera santai.


“kau ini..”


“sudah-sudah aku saja yang akan bergabung di tim basket.” Timbrung Vivian yang berjalan menghampiri meja Andheera.


“ya gak bisa begitu Vivian, semua teman-teman kita sudah berpartisipasi dalam perlombaan, hanya Andheera yang belum ikut berpartisipasi.” Anha terkekeh.


“amm, bagaimana kalau lomba vocal bukankah bisa duet? Biarkan Andheera duet dengan Jaehyun oke.” Ujar Vivian memberikan saran lain.

__ADS_1


“tidak mau!!” saut Jaehyun seraya menoleh ke belakang, tepat ke kerumunan antara Anha dan Vivian.


“lagipula siapa juga yang mau duet dengan mu.” Gumam Andheera masih belum bisa lepas dari pemandangan luar jendela juga rotinya yang tidak habis-habis.


Mendengar Andheera yang seolah meremehkan kemampuan vocal Jaehyun kedua bola mata Jaehyun tampak berapi-api.


“Heh!!” tak tahan lagi, Jaehyun bangkit seraya menatap tajam ke arah Andheera yang masih memalingkan wajahny keluar.


“kesombongan dan keangkuhanmu itu sudah diluar batas Andheera, apa kau sedang meremehkanku sekarang?!” tambah Jaehyun tak bisa lagi menahan kekesalannya.


 “hey.. hey ayolah kalian ini kenapa sih.” Anha mencoba untuk menengahi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, ia sendiri bingung kenapa perkara lomba basket bisa jadi sekacau ini.


“Hey Jaehyun baru kali ini aku lihat kau bersuara biasanya kau diam-diam saja, hehehe apa kau sedang menarik perhatian Andheera.” ditengah situasi ini masih saja ada yang membuat candaan garing, teman nongkrongnya yang bernama Lucas itu malah berceloteh yang tidak-tidak.


“aku suka padanya? Apa aku sudah tak waras!” ketus Jaehyun kemudian hendak pergi keluar meninggalkan kekacauan yang ada saat ini.


“YAKK!!” seru Hanyoora yang tiba-tiba ikut bergabung dalam kekisruhan yang ada, Jaehyun pun menghentikan langkahnya sejenak lalu berbalik, menatap ke arah sumber suara.


“kalau kau benar-benar suka pada Andheera, seharusnya bilang saja tak perlu ingin terlihat BAD BOY dihadapan nya, mungkin kau fikir itu keren tapi menurutku kau NORAK!!” seru Hanyoora malah membuat yang lainnya terkejut heran, apa yang sebenarnya Hanyoora ingin sampaikan.


“apa kau bilang aku norak?” sahut Jaehyun seraya menyunggingkan senyum smirk yang mematikan.


“IYA!! semua laki-laki yang beranggapan dengan bersikap kasar pada perempuan agar terlihat seperti bad boy itu keren, kau salah, karena lelaki bad boy itu..”


Jaehyun sudah bersiap untuk mendekati Hanyoora dengan langkah panjangnya, namun diluar dugaan Andheera berjalan cepat untuk menghentikan langkah Jaehyun, kemudian menendang bagian dada bidang Jaehyun hingga lelaki yang disebut bad boy itu pun tersungkur bersamaan dengan wajah syoknya.


Andheera membuat jejak kakinya terpampang jelas di seragam putih Jaehyun, karena saat itu Jaehyun melepas blazernya, melihat Jaehyun kesakitan sembari memegangi dadanya, semua teman laki-lakinya berhamburan menghampiri Jaehyun yang masih terduduk dilantai.


Dan untuk mengurangi rasa malu teman lelakinya itu, beberapa teman Jaehyun mencoba mengangkat Jaehyun secara bersamaan keluar kelas. Sebab Jaehyun masih tampak syok memandangi Andheera yang berdiri dihadapannya.


Sedangkan teman-temannya yang lain, yang masih duduk di bangku masing-masing kini terlihat kompak berdiri sesaat setelah Andheera menendang keras dada Jaehyun, namun situasi semakin tak terkendali kala Jaehyun telah sadar dari syoknya kemudian hendak menghampiri Andheera lagi ke dalam kelas.


Beruntung beberapa temannya berhasil menahan Jaehyun dan membawanya lagi keluar, disisi lain gadis yang sudah membuat keributan tersebut masih berdiri kokoh, seraya menatap tajam ke arah pintu yang baru saja dilalui Jaehyun dan teman-temannya.


***


Andromeda terlihat sangat sibuk dengan pekerjaannya di kantor, setelah ia menyelesaikan sesi pemotretan untuk MV terbaru yang akan rilis beberapa hari mendatang. Kini ia harus memilih dan mengedit foto yang akan di pakai nantinya.


Nada dering lagu Twice **, suara panggilan telfon membuat konsentrasi Andromeda buyar seketika, tanpa berlama-lama ia meraih ponsel yang berada tak jauh dari jangkauannya.


“hallo.” Sapa Andromeda yang langsung mendekatkan ponsel ke telinganya.


“Kakak!! jauhkan telingamu ini panggilan Video tahu.” Teriakan nyaring hampir membuat gendang telinganya pecah, buru-buru lelaki yang setengah sadar itu menjauhkan ponsel dari telinganya, kemudian memeriksa layar di ponselnya, ia melihat sesosok gadis mungil nan imut tengah memandanginya dari dalam layar ponsel.


“kau cantik sekali Tsuyu aku sangat merindukanmu.” Ungkapnya seraya menunjukan ekspresi wajah terimut yang ia miliki.


“hahaha benarkah?” sahut Tsuyu tak kalah manjanya.


“heemm, kau cantik dan juga imut seperti anjing kecil.” Kata Andromeda masih tak bisa lepas dari kecantikan gadis yang tengah membuatnya dimabuk cinta.


“Kakak samakan aku dengan anjing?” seru Tsuyu tak terima.


“bukan begitu maksudku.” Bantahnya.


“aah sudahlah, pokoknya aku juga sangat merindukanmu, aku jarang ngasih kabar padamu maafkan aku, tapi aku usahakan libur semester nanti aku akan sempatkan waktu untuk ke Indonesia, mari kita bertemu Kakak.” Ujar Tsuyu sebelum mengakhiri percakapan singkatnya.


“okayy ku tunggu anjing kecil.” 


“kau sedang bekerja apa aku mengganggumu?”


“tidak, aku senang kau akhirnya menghubungiku aku sudah lama menunggu.”


“benarkah hahaha apa sekarang Kakak jatuh cinta padaku?”


“mungkin.”

__ADS_1


“hahahaha..!!”


Begitulah akhirnya mereka menutup telfonnya setelah memberikan kabar masing-masing.


 


 


 


Kembali  ke SMA Kirin School Jakarta.


Setelah beberapa jam berlalu, akhirnya bel istirahat pun berbunyi, hingga membuat semua murid pun berhamburan keluar kelas dan berjalan bersama menuju kafetaria.


Suatu pemandangan yang tak pernah terjadi sebelumnya, iya Andheera akhirnya bergabung dalam kelompok 4 serangkai. Yerim sang maknae tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya, ia terus memandangi Andheera sembari menyantap makan siangnya, seolah tengah terserang virus bucin, Yerim tak bisa mengalihkan pandangannya dari Andheera yang memilih duduk di depan dirinya.


#sebutan Maknae biasanya di pakai untuk seseorang yang paling muda dalam sebuah geng atau circle pertemanan, banyak digunakan pada Idol kpop korea.


“hey berhenti menatapnya matamu nanti jatuh.” Ujar Vivian seraya mengibaskan telapak tangannya di depan wajah Yerim, membuat Yerim akhirnya berhenti memandangi Andheera.


“hehehe aku hanya senang aja akhirnya Andheera mau gabung sama kita.” Ungkapnya dengan penuh rasa bahagia.


“iya nih aku juga, oia ngomong-ngomong makasih ya tadi kau sudah menyelamatkan aku dari amukan Jaehyun.” Timpal Hanyoora sembari mengunyah makanannya.


“tapi aku tak membenarkan perbuatanmu itu Andheera, bagaimana jika Jaehyun melaporkan ini pada Guru kau akan mendapat masalah.” Sanggah Vivian, ia hanya khawatir jika kejadian dulu akan terulang kembali.


“aah iya benar, aku tidak berfikir sampai kesana.” Sahut Yerim lagi.


“tenang saja ku yakin Jaehyun tak akan melakukannya.” Kata Hanyoora, seolah ia sudah mengenal dengan baik pribadi Jaehyun.


“kenapa?” tanya Yerim polos masih dengan mulut yang penuh dengan makanan yang belum ia kunyah.


“jika dia melaporkan ada seorang gadis yang menyeranganya, itu hanya akan melukai harga dirinya sebagai laki-laki, yang perlu dikhawatirkan sekarang apa Jaehyun masih mau mewakili kelas kita untuk lomba setelah apa yang Andheera lakukan padanya.” Jawab Hanyoora.


“mudah-mudahan Anha bisa membujuknya. (saut Vivian)


dan kau yang memiliki salah kenapa daritadi hanya diam, apa kau tak merasa bersalah sama sekali.” Tambah Vivian terlihat tak bersahabat ia terus menatap tajam wajah Andheera.


“aku tidak menendangnya, itu hanya sedikit dorongan.” Sahutnya dengan nada datar seperti biasanya.


“Andheera!” seru Vivian menaikan nada suaranya bersamaan dengan hentakan sendoknya ke atas meja makan.


“sudahlah Vivian, Andheera melakukan itu untuk melindungiku.” ujar Hanyoora mencoba menenangkan salah satu temannya.


“tapi gak harus ditendang juga Hanyoora.” Tegas Vivian dengan penuh tekanan dalam setiap kalimatnya.


“Hey kalian sudah selesai?” tanya Anha lalu duduk di sebelah Andheera seraya meletakan baki makanan nya.


“belum kita akan menemanimu makan.” saut Hanyoora sedangkan Yerim membalas sapaan Anha dengan senyum lebarnya.


“benarkah..” respon Anha kemudian memulai makan siangnya.


“aku duluan ya, pak Suho memintaku untuk mengambilkan beberapa buku di kelas musik.” Pamit Vivian kemudian pergi dengan membawa baki makanan yang sudah kosong.


“okay.. oiia kau terlihat baik-baik saja Anha, bagaimana dengan Jaehyun apa dia masih mau berpartisipasi dalam lomba?” tanya Hanyoora penasaran dengan apa yang terjadi.


“tentu dia malah menantang Andheera untuk duet dengannya.” Katanya sembari mengunyah makan siangnya.


“gak mau.” Gumam Andheera yang sudah selesai makan siang, kemudian beralih memainkan ponselnya.


“kalau begitu aku akan melaporkanmu atas penyerangan teman sekalasmu, mungkin kau harus memanggil ayahmu datang ke sekolah.” Balas Anha yang mampu membuat Andheera tak dapat berkata-kata akibat ancaman sang ketua kelas.


“shitt!!” umpat Andheera pelan selagi memainkan ponselnya, namun masih terdengar jelas oleh Anha karena ia berada disampingnya.


***

__ADS_1


Bersambung…


__ADS_2