![Mimpi Dan Harapan [POV : Andheera]](https://asset.asean.biz.id/mimpi-dan-harapan--pov---andheera-.webp)
Keesokan harinya, di kediaman Reza Alvarhez.
Reza khawatir sebab putri bungsunya tak kunjung turun untuk sarapan, padahal 5 menit lagi waktunya untuk berangkat sekolah. Jika tidak, ia akan terlambat di hari ujian pertamanya di sekolah.
“jam berapa adikmu pulang kemarin, meda?” tanya Reza pada putra sulungnya yang tengah menikmati sarapan paginya seraya menatap layar ponsel dalam genggamannya.
“amm.. aku tak ingat ayah, pulang dari agensi aku langsung masuk ke kamarku dan mengerjakan banyak hal sampai ketiduran.”sahutnya seraya meletakan ponselnya sejenak.
“seharusnya kau memperhatikan adikmu dengan baik Andromeda!” tegas ayahnya kemudian berniat untuk bangkit dari tempat duduknya.
Namun.. Andheera sudah lebih dulu muncul dan menuruni tangga dengan raut wajah yang tak seperti biasanya. Tanpa menyapa ayah dan kakaknya ia langsung duduk untuk meminum segelas susunya sampai habis tak tersisa.
“wajahmu sangat pucat kau yakin bisa sekolah Andheera?” tanya Reza khawatir.
“kau bisa ujian susulan kan, jangan memaksakan dirimu dek.” Tambahn Andromeda yang juga ikut khawatir melihat keadaan adiknya yang sangat memprihatinkan.
“aku hanya sedikit demam, aku baik-baik saja.” Sahut Andheera kemudian bangkit dari tempat duduknya.
“Kakak antar yaa.” Seru Andromeda yang juga ikut bangkit dari tempat duduknya.
“hmm..” sahut Andheera sembari berjalan pergi.
“oke tunggu Kakak di depan.” Sambungnya, ia langsung bergegas menuju kamarnya untuk mengambil ransel juga jaket tebalnya, tak lupa ia meraih ponselnya dimeja makan lalu memasukannya ke dalam saku celana jinsnya.
Dalam perjalanan menuju kamarnya tak sengaja ia berpas-pasan dengan bi dharma yang akan membereskan meja makan.
“bi.. tolong buatkan sup ayam untuk makan siang Andheera nanti ya, dan juga karena hari ini ujian jadi Andheera akan cepat pulang.” Pinta Andromeda lengkap dengan senyum ramahnya.
“oiya, dan juga pudding strawberry oke, terimakasih bi.” Tambahnya kemudian masuk ke dalam kamarnya setelah menerima respon anggukan dari bi Dharma.
Bi Dharma pun kembali melanjutkan langkahnya yang sempat tertunda, ia langsung membereskan semua piring dan gelas kotor yang ada di meja makan, beberapa menit setelah Reza pergi meninggalkan meja makan.
***
SMA Kirin school Jakarta.
Suasana tampak begitu sunyi dan sepi di koridor maupun di halaman sekolah, karena semua murid tengah melaksanakan ujian sekolah di hari pertama.
Dikenal dengan SMA yang cukup elit dan dan termasuk 3 besar sekolah terbaik se Indonesia, membuat SMA Kirin tak luput dari pengawasan yang super ketat, hingga para murid pun tak ada yang bisa berkutik, dan akhirnya hanya terfokus pada kertas ujian yang ada dihadapannya.
Sampai 15 menit berlalu..
Andheera bangkit dari tempat duduknya, kemudian berjalan perlahan menuju meja pengawas untuk menyerahkan lembar jawaban yang telah selesai ia isi.
Refleks semua murid dikelasnya terkejut dengan kecepatan Andheera menjawab semua pertanyaan yang begitu sulit, bahkan mungkin masih belum ada yang bisa menjawab 1 pertanyaan pun hingga sampai saat ini.
__ADS_1
Sebab yang mereka semua tahu, Andheera adalah gadis yang malas, tak pernah mendengarkan jika guru menjelaskan, bahkan tak pernah mendapat nilai diatas KKM. Lalu bagaimana mungkin ia bisa cepat menyelesaikan semua soal sulit hanya dalam kurun waktu 15 menit.
Sedangkan Hanyoora murid terpintar dalam kelasnya pun masih tampak tenang menyelesaikan soal-soalnya, namun seperti pada umumnya orang berasumsi, jika Andheera hanya menjawabnya asal-asalan agar bisa lekas selesai lalu pulang ke rumah.
“waaahh.. aku tak tahu ada yang lebih cepat menghitung kancing daripada aku.” Celetuk Lucas yang lalu disambut gelak tawa oleh teman-temannya yang lain.
“HAHAHAHAAA!!” tawa mereka serempak setelah mendengar gurauan Lucas yang seperti biasanya selalu bisa mencaikan suasana.
Disaat teman-temannya meributkan Andheera yang telah usai mengerjakan soal ujian, lain halnya dengan Vivian dan Hanyoora mereka berdua tatap tenang tak terpengaruh sama sekali.
“SUDAH SUDAH! Ayo kerjakan lagi!” seru pengawas tersebut seraya menghentakan bolpoin yang tengah digenggamnya ke meja.
Suasana pun kembali serius seketika setelah mendengar suara nyaring sang guru pengawas menegur semua murid yang menimbulkan suara gaduh.
Sementara itu diluar kelas X-2, dikarenakan masih belum waktunya pulang, Andheera pun memutuskan untuk melangkahkan kakinya menuju UKS untuk sekedar mengistirahatkan tubuhnya yang mulai melemah.
UKS.
Mendapati ruang UKS yang kosong, Andheera langsung mengarahkan kakinya menuju salah satu ranjang, setelah melepas sepatunya ia pun tertidur di ranjang dengan menutup setengah wajahnya dengan siku lengannya, dan satu lengannya lagi ia letakan di atas perutnya.
Selang beberapa menit kemudian..
“kau sakit Andheera?” tanya Lyra yang baru saja datang lalu menghampiri ranjang Andheera.
“bagaimana dengan ujianmu, kau sudah menyelesaikannya?” tambah Lyra lagi yang kemudian duduk di ranjang Andheera seraya memandangi wajah gadis tersebut yang tampak sangat pucat.
“heemm..”
“kau yakin baik-baik saja, wajahmu sangat pucat, ku ambilkan obat ya.” Ucap Lyra yang khawatir pada murid yang sudah dianggap sebagai adiknya sendiri.
“tidak perlu, kak Lyra sudah kembali ke sekolah?” tanya Andheera yang masih menutup kedua matanya dengan siku lengannya.
“iya aku sudah lebih baik, terimakasih karena sudah menampungku selama 1 pekan.” Sahut Lyra.
“heemm.. bisakah kak Lyra pergi, aku hanya ingin istirahat.” Pintanya seraya membalikan tubuhnya ke sisi yang lain.
“oke baiklah, ku buatkan kau teh hangat saja ya.” Ujar Lyra sembari mengusap kaki Andheera lembut sebelum ia pergi untuk membuatkan Andheera teh hangat.
Selagi Lyra tengah membuatkan teh hangat, sementara itu Andheera yang masih terbaring di ranjang UKS, tengah bergulat dengan demamnya yang semakin tinggi seiring dengan rasa pusing yang terus membuat dirinya semakin tak bisa menahan rasa sakitnya lagi.
BRUKKK!!!! Mendengar suara hantaman keras, seolah ada yang terjatuh ke lantai membuat Lyra langsung menghentikan aktifitas mengaduk teh hangatnya, kemudian bergegas menghampiri Andheera kembali.
Benar saja, seperti dugaannya bunyi itu berasal dari Andheera yang terjatuh ke lantai, saking paniknya Lyra hanya memandangi Andheera yang terbaring dilantai untuk sesaat, sebelum akhirnya ia berlari kecil menuju mejanya kembali untuk menelfon satpam sekolahnya.
Di dalam mobil milik Lyra, setelah dirinya berhasil memnita bantuan dari salah seorang satpam yang bertugas siang itu, kini Andheera, Lyra juga seorang satpam tengah dalam perjalanan menuju rumah sakit terdekat, yang tak lain adalah rumah sakit Haneul Jakarta.
__ADS_1
“bagaimana mungkin kau bisa bertahan dengan demam setinggi ini Andheera, kau ini sangat keras kepala.” Ucap Lyra seraya mengusap kepala Andheera yang terbaring di atas kedua paha nya.
“apa dia masih belum sadar bu Lyra?” tanya satpam tersebut seraya melirik sesaat kebelakan.
“iyaa pak, bisa tolong sedikit lebih cepat.” Pinta Lyra agar sang satpam bisa lebih memacu kendaraannya.
“iyaa baik bu.” Sahut satpam lagi yang kemudian mempercepat laju kendaraannya.
***
Rumah sakit Haneul Jakarta.
Setelah beberapa jam Andheera mendapat suntikan infus, ia akhirnya tersadar, juga merasa merasa lebih baik sekarang.
“akhirnya kau sadar juga, aku sangat khawatir padamu Andheera.” ucap Lyra seraya bangkit dari tempat duduknya untuk melihat lebih jelas wajah Andheera yang kini sudah lebih baik dari tadi.
“kau mau minum?” tambah Lyra, Andheera pun mengangguk untuk meresponnya.
Lyra membukakan botol air mineral untuk Andheera minum, juga membantunya untuk bisa duduk tegak diranjangnya.
Dreeddd.. dreeddd.. ponsel Andheera bergetar dalam saku jas Lyra, karena sebelumnya saat Andheera terjatuh dari ranjang UKS, ponselnya pun ikut terjatuh keluar dari saku blezernya hingga Lyra yang memungut ponsel Andheera kemudian menaruhnya didalam saku jas putihnya.
“halo..” sapa Lyra pada sang penelfon.
“KAU SIAPA!!” seru seseorang di dalam telfon yang menyadari jika suara itu bukanlah suara adiknya.
“oh astaga!” sahut Lyra seraya menjauhkan sesaat telfonnya karena suara nyaring yang membuat telinganya sedikit terngiang.
“apa itu kakakku?” tanya Andheera yang selesai meminum air mineralnya kemudian menutupnya dan menaruh ke tempatnya kembali.
“entahlah..”
“HEY!! Apa yang kau lakukan pada adikku, KAU MENCULIKNYA?!!!” teriak seseorang lagi di dalam telfon, hingga suara nyaring nya sampai terdengar oleh pasien lainnya.
“tidak, bukan begitu, adikmu sekarang ada di rumah sakit Haneul jak..”
TUTT..TUTTT.. telfon pun terputus sebelum Lyra menyelesaikan kalimatnya.
“waaahhh.. apa kakakmu selalu bertindak berlebihan seperti ini?” gumamnya seraya menatap layar ponselnya kemudian melirik ke arah Andheera yang mencoba untuk kembali tertidur.
“waahhh kalian berdua sama-sama menyebalkan, aku sedang berbicara denganmu Andheera.” gerutu Lyra yang tak percaya jika Andheera mengabaikan dirinya.
***
Bersambung…
__ADS_1