Mimpi Dan Harapan [POV : Andheera]

Mimpi Dan Harapan [POV : Andheera]
Episode 55


__ADS_3

Aula Kirin school Jakarta, tempat diadakannya perlombaan vocal solo maupun duet.


Begitu Andheera memasuki aula, pencariannya langsung tertuju pada teman duetnya yang tak lain adalah Jaehyun, yang ternyata mengambil tempat duduk bagian depan yang tak jauh dari panggung.


Sedangkan Jaehyun yang saat itu tengah fokus mendengarkan para peserta lomba di hadapannya, sampai tidak menyadari jika Andheera kini sudah berada disampingnya.


“kau tak akan membuat kesalahankan?” ujar Andheera yang mengawali percakapan diantara mereka, sekaligus menyadarkan Jaehyun dari fokusnya.


“aku sudah sering bernyanyi setiap akhir pekan di gereja, bagaimana dengan dirimu yang bahkan tak pernah melakukan hal dengan benar.” Sahutnya yang masih memfokuskan pandangannya ke depan.


“cihh!!” Andheera hanya membalasnya dengan decakan eoh seraya melipat kedua tangan diatas dadanya.


10 menit berlalu, kini akhirnya giliran mereka yang harus tampil diatas panggung yang sudah dipersiapkan semegah mungkin khusus untuk acara tahunan.


[Andheera ] Weroumi gadeukhi..


pieoitneun i garden, gashituseongi..


i moraeseonge nan nal maeeosseo..


[Jaehyun] Neoye ireumeun mwonji..


gal goshi itgin hanji, Oh could you tell me?


i jeongwone sumeodeun neol bwasseo..


[Jaehyun] And I know..


neoye ongin modu da jinjjaran geol..


pureun kkocheul kkeokkneun son..


jabgo shipjiman..


[Andheera] Nae unmyeongin geol..


don’t smile on me, light on me..


neoege dagaseol su eopseunikka..


naegen bulleojul ireumi eopseo..


[Jaehyun] You know that I can’t


show you me, give you me..


chorahan moseub boyeojul sun eopseo..


tto gamyeoneul sseugo neol mannareo ga..


But I still want you..


Terjemahannya.


[Andheera] Dalam kesunyian..


taman bunga ini bermekaran..


dipenuhi duri..


aku berdiam diri di istana pasir ini..


[Jaehyun] Siapa namamu..?


apakah kau memiliki tujuan untuk pergi..


bisakah kau memberitahuku..


aku bersembunyi melihatmu ditaman ini..


[Jaehyun] Dan aku tahu..


semua kehangatan mu itu nyata..

__ADS_1


aku ingin menggenggam tanganmu..


dan memetik bunga Biru..


[Andheera] Ini adalah takdirku..


jangan tersenyum padaku..


jangan menyinari aku..


aku tak bisa datang menghampiri dirimu..


disana tidak ada nama yang bisa ku panggil selain aku..


[Jaehyun] Kau tahu..


bahwa aku tak bisa menunjukan diriku padamu..


memberikan diriku padamu..


aku tak bisa menunjukan bagian diriku yang lemah..


aku memakai topeng lagi dan pergi menemui dirimu..


Tapi aku masih menginginkan dirimu..


Sebuah cuplikan masa lalu muncul tak terduga dalam bayangan Andheera saat ini yang tengah fokus bernyanyi juga mamandang ke arah bangku penonton yang tak lain adalan temannya sendiri, Hanyoora dan Yerim yang sudah lebih dulu datang, kemudian disusul dengan Vivian sebab ia harus menuntaskan menonton pertandingan basket terlebih dahulu.


-Kilas balik 4 tahun yang lalu halaman belakang rumah Andheera.


“ANDHEERA SARANGHAEEEE (Aku mencintaimu) HUUUUU!!” sorakan Keenan terdengar begitu nyaring sembari bergoyang lebih heboh dari Andheera yang tengah bernyanyi dihadapannya.


Senyum hangat, tawa ceria juga wajah gemuk teman kecilnya mampu membuat Andheera benar-benar menghayati lagu yang tengah dibawakan saat ini, begitu pun dengan semua penonton yang hafal dengan lagu tersebut tanpa sadar malah ikut bernyanyi.


Seolah mereka ikut tersihir dengan suara power full yang Andheera keluarkan, mereka sangat menikmatinya sampai merasa jika kompetisi ini adalah sebuah konser Andheera dan Jaehyun.


Suasana dalam aula pun kembali meriah kala Andheera dan Jaehyun menyelesaikan bait terakhirnya, tepuk tangan meriah yang tak hanya dari penonton juga dari para juri yang melakukan standing applause tanda mereka sangat mengagumi penampilan kedua peserta lomba tersebut.


***


Sore harinya di SMA Kirin school Jakarta, langit mulai redup bersamaan dengan beberapa pertandingan yang telah usai.


Kabur dari ketiga temannya yang terus menempelinya, Andheera lebih memilih berjalan-jalan sendiri, seraya mengedarkan pandangannya seolah tengah mencari sesuatu di tengah banyaknya stand makanan juga minuman.


Senyum lebar langsung terukir dibibir tipisnya kala ia berhasil menemukan minuman favoritenya.


“yogurt strawberry 5..” pinta Andheera pada sang penjaga stand.


Setelah mendapatkan minuman yang ia inginkan, gadis itu pun kembali berjalan sembari menyedot satu yogurtnya dan sisanya ia masukan ke dalam kantung plastic kecil.


Saat pandangannya ia lemparkan ke sembarang arah ia mendapati seseorang yang dikenalnya tengah nangkring di atas atap sekolah.


Andheera terdiam sejenak sebelum akhirnya ia pun memutuskan untuk kembali melanjutkan langkahnya, seraya mengayun-ayunkan jinjingan kantong plastic kecilnya.


*** 


Diatap.


Srekk.. srekk suara gesekan plastic kecil membuyarkan lamunan Brian seraya membalikan tubuhnya.


“apa yang kau lakukan disini?” tanya Andheera yang masih menyedot yogurt strawaberynya seraya berjalan menghampiri Brian.


“tidak ada, hanya..”


“apa kau baik-baik saja? ada sesuatu yang terjadi di agensimu?” tebak Andheera yang membuat Brian refleks memberikan senyum kotaknya.


“heyy! kenapa kau selalu tahu isi fikiranku, apa itu tandanya kita benar-benar jodoh.” Celetuk Brian diiringi dengan tawa lirihnya.


“cihhh! kalau kak Brian mau, kak Brian bisa mencoba audisi di agensi tempat kakakku bekerja.” ujar Andheera seraya ikut bersandar di dinding pembatas sama seperti yang tengah Brian lakukan.


“apa itu artinya aku menyerah?” lirihnya seraya menundukan kepalanya.


“kak Brian tahu kan..” Andheera mengeluarkan satu yogurt miliknya dari plastic untuk diberikan pada laki-laki malang disampingnya.

__ADS_1


“jalan menuju kesuksesan itu tidak mudah, kau harus melalui banyak kegagalan dan rasa sakit, kak Brian berhenti disana bukan berarti kak Brian menyerah pada mimpimu, hanya merubah prosesnya bukan merubah tujuan akhirnya.” Lanjut Andheera yang kini sama-sama tengah menyedot yogurt strawberry.


Mendengar kalimat panjang Andheera membuat Brian menghela nafasnya sejenak, sebelum ia merespon kembali ucapan Andheera.


“dari kalimat-kalimat bijak yang sering kau lontarkan, kau seperti orang dewasa yang sudah menjalani banyak kehidupan, kau tak seperti gadis remaja pada umumnya yang hanya tahu shopping, make up dan bermain-main.” Sahut Brian seraya melirik sesekali ke arah Andheera.


“kak Brian benar, terkadang aku juga lupa kalau umur ku masih 16 tahun hahaha!!”


Mereka berdua tertawa bersama menikmati suasana sore yang menyejukan ditemani yogurt strawberry dingin yang menyegarkan.


“kak Brian, apa kau benar-benar menyukai rasa strawberry atau karena aku menyukainya?” pertanyaan yang tiba-tiba terlontar dari mulut Andheera begitu ia memperhatikan Brian terus menyedot yogurtnya sampai habis tak tersisa.


“kau ini PD sekali! hahaha aku memang suka strawberry, kau tahu.. aku bahkan bisa menghabiskan 1 keranjang penuh strawberry.” Paparnya masih diakhiri dengan senyum box smilenya.


“begitu yaa..” sahut Andheera pelan.


“memangnya kenapa..?”


“tidak.. hehehe..” balas Andheera.


-Kilas balik 4 tahun yang lalu dihalaman belakang rumah Andheera.


Baik Andheera maupun Keenan mereka tengah duduk diatas rerumputan dekat danau masih dengan seragam sekolah yang belum diganti, seraya menyedot yogurt strawberry yang dibelinya dalam perjalanan pulang tadi.


“kau yakin menyukai yogurt strawberry karena memang kau menyukainya, bukan karena mengikuti ku?” tanya Andheera seraya melirik ke arah Keenan.


“memangnya kenapa jika aku mengikutimu? gak boleh?” sahutnya dengan nada songongnya.


“hey! kau harus memiliki pendirian sendiri jangan selalu mengikuti diriku terus, bahkan sampai makanan dan minuman yang kusuka, apa tak ada yang benar-benar kau sukai sendiri?!”


“gak ada tuh.. lagipula yogurt strawberry memang enak sih..” jawabnya sembari terus menikmati segarnya yogurt strawberry yang dingin. “uuhhh.. segarnya!” tambahnya lagi dengan ekspresi yang benar-benar meyakinkan.


Sementara itu Andheera hanya tersenyum melihat tingkah so imut temannya.


***


Kompleks kediaman Andheera, gadis itu tampak tengah mengayuh sepedanya masih dengan seragam sekolah yang melekat dalam tubuhnya juga kantong kresek yang ia taruh di keranjang sepedanya, sebab ia mampir dulu sebentar di toserba untuk membeli cemilannya yang mulai habis.


“KAKAK!!” panggil Ben yang ternyata sudah nangkring di ayunan tepatnya ditaman bermain dekat kediaman Andheera, seraya mengemut permen lollipop ia pun melambaikan tangannya ke arah Andheera yang lewat didepannya.


“Ben.. sedang apa kau disini?!” tanya Andheera yang langsung menghentikan kayuhannya saat mendengar panggilan dari keponakannya.


“kenapa seharian ini aku sulit sekali menghubungimu Kaka.?” keluh Ben seraya menunjukan raut wajah ngambek layaknya bocah tengah merajuk pada kakaknya, Andheera pun memarkirkan sepedanya di pinggir kemudian berjalan menghampiri Ben dan ikut berayun disebelahnya.


“aahh seharian ini Kakak sibuk sekali disekolah, Ben, dan juga kayaknya ponsel Kakak mati sejak tadi siang, memangnya ada apa?” tanya Andheera seraya menoleh ke arah Ben.


“tidak, aku hanya merindukan Kakak, apa itu yang didalam keranjang sepeda Kakak..?” tanya Ben ketika pandangannya mendapati sesuatu didalam keranjang Andheera.


“cemilan, kau mau? ambil saja.” Ujar Andheera yang kemudian dibalas dengan anggukan antusias Ben serta berlari kecil untuk mengambil keresek yang ada didalam keranjang sepeda Andheera.


“waaahh ini banyak sekali, aku gak tahu mau pilih yang mana Kakak..” kata Ben seraya memandangi isi kantong kresek itu dengan penuh mata berbinar dan senyum yang merekah.


“kau bawa saja semuanya.” Sahut Andheera yang ikut senang melihat keponakannya bahagia.


“beneran?!! WAAHH.. hahaha.. hahaha!! Makasihhh kak Dheeraa.” seru Ben seraya memeluk Andheera erat.


“iyaa.. iyaa..”


Tak cukup dengan memberikan pelukan, Ben menambahkannya dengan kecupan di kedua pipi juga kening Andheera layaknya seorang bocah yang tengah bermanja-manja dengan tantenya.


“astaga Ben.. sudahlah makan saja cemilanmu.” Seru Andheera seraya menjauhkan tubuh Ben darinya.


“hehehe.. kenapa Kakak baru pulang jam segini?” tanya Ben sembari berjaln dan duduk kembali di tempatnya.


“ada pertandingan tahunan disekolah, makanya Kakak pulang telat.”


“begitu..” respon Ben yang mulai membuka salah satu cemilannya.


“ahhh iyaa Kakak, kemarin malam aku bermimpi aneh.” Ujarnya yang mulai menyemil chikinya.


***


Bersambung…

__ADS_1


__ADS_2