
♡♡♡
"Semisal gue ini bukan gue,apa suatu saat lo bakalan bisa bedain?"
Pertanyaannya aneh. Kedua alis Callista berkerut tak paham. "Maksud lo?"
"Lupain aja,gue becanda."
Reyno bangkit dari mejanya,kemudian berlalu pergi.
♡♡♡
Callista berguling ke kanan dan ke kiri,sudah dua jam ia berbaring,namun sialnya sang mata belum mau di ajak terpejam. Otaknya terus kepikiran ucapan Reyno di kedai martabak tadi.
"Semisalnya dia bukan dia. Maksudnya gimana sih?"
"Ucapan Reyno bikin mikir deh." Callista mendumel sebal.
Padahal jarum jam sudah menunjuk ke angka sepuluh,harusnya ia sudah tidur karena besok sudah hari senin dan ia harus sekolah,tapi sialnya,akibat ucapan Reyno yang penuh teka-teki tadi,ia jadi tidak bisa tidur.
"Ting."
Notifikasi di ponselnya berbunyi.
Callista bergeming. Otaknya baru ingat bahwa ia belum mematikan ponselnya.
Karena merasa belum mengantuk,Calista pun bangkit dari pembaringannya dan bergeser ke tepi kasur. Di raihnya benda pipih itu untuk melihat siapa si manusia kurang kerjaan yang mengiriminya pesan selarut ini.
Digo, barangkali. Batinnya menebak.
"Reyno?"
Ternyata tebakannya salah. Bukan Digo melainkan Reyno lah yang mengiriminya pesan.
From : Reyno
"Gak usah di pikirin."
Sebuah pesan singkat berisi hanya empat kata barusan,cukup membuat kerutan di kening Callista muncul.
"Dia tau?" Gumam Callista lirih,bertanya pada dirinya sendiri. "Apa Reyno peramal? Anak indigo? Gak mungkin kan?"
Membuang jauh rasa penasarannya yang terpendam. Kedua jemari Callista kini mulai mengetik untuk membalas pesan Reyno.
^^^To : Reyno^^^
^^^"kok lo tau?"^^^
^^^"Lo peramal?"^^^
Di seberang sana. Tanpa Callista ketahui,Reyno tengah terkekeh geli.
From : Reyno
"Bukan peramal. Tapi sebagian dari isi
__ADS_1
pikiran lo."
Calista memelototi layar ponselnya dengan raut tak santai. "Dia nge-gombal?"
"Garing banget!" Bulu kuduk Callista tiba-tiba saja merinding.
^^^To : Reyno^^^
^^^"Gak jelas,gombalan lo basi."^^^
Tak ada balasan dari Reyno. Callista menunggu selama beberapa saat,pesannya sudah di baca dan Reyno masih online. Lalu kenapa pesannya tidak di balas? Apa Reyno marah?
^^^To : Reyno^^^
^^^"Kok gak di bales? Lo marah?"^^^
Masih tak di balas. Callista nyaris mematikan data selulernya,saat sebuah telepon masuk ke ponselnya.
Reyno Calling.
Icon hijau di layar ponselnya Callista geser hingga panggilan tersebut terhubung.
"Sorry,tadi ke toilet."
Suara berat Reyno terdengar,suara yang membuat jantung Callista berdesir aneh.
"Panik,hm?"
^^^"Eh?"^^^
♡♡♡
Reyno baru akan tidur ketika ketukan di depan pintu terdengar,ia yang baru hendak menarik selimut untuk menutupi badan,mengurungkan niatnya.
Sebelum beranjak,ia menyempatkan dirinya untuk melirik jam weker di atas nakas.
"Pukul 23 : 05."
Reyno mengerutkan alisnya heran. Siapa gerangan orang yang berani menganggunya selarut ini? Orangtuanya kah? Bukannya mereka di rumah sakit?
"Abang,bisa buka pintu sebentar?"
Hilang sudah kerutan di kedua alis Reyno. Kini gantian keningnya yang berkerut. Namun sebelum lebih lanjurt otaknya menerka,Reyno memilih langsung turun dari kasur untuk membukakan pintu bagi wanita yang sudah melahirkannya itu.
Pintu terbuka. Raut bersalah langsung terpancar dari wajah wanita paruh baya itu.
"Maaf ya,mama ganggu jam tidur abang." Ucapnya penuh sesal.
Reyno mengangguk singkat.
"Ada yang mau di bicarain?"
Seperti biasa. Mengambil langkah to the point adalah ciri khas Reyno.
Sang mama terlihat mengangguk,gesturnya terlihat ingin menyampaikan sesuatu yang lumayan penting untuk Reyno ketahui.
__ADS_1
"Tadi adek sempat siuman."
Tak ada reaksi berlebihan. Reyno masih menunggu apa inti dari pembicaraan mereka saat ini.
"Jadi?"
"Ya,kata dokter keadaan Nano makin stabil semenjak abang jenguk kemarin. Ketika sadar juga nama abang yang pertama kali dia sebut,dia nyari abang dan saat papa bilang kalau abang gak di rumah sakit. Nano tiba-tiba pusing lalu pingsan lagi."
"Sekarang mama bicara langsung pada intinya. Mama minta tolong sama abang,tolong abang ikut mama ke rumah ke sakit. Setidaknya berikan bantuan sebisa abang,dampingi Nano sampai keadaannya benar-benar pulih!"
"Nano begini juga kan gara-gara..."
"Gue!" Dengan cepat Reyno memotong ucapan sang mama. Senyum sinis terukir di wajah dinginnya. "Puas kan?"
Sang mama terdiam. Merasa bersalah karena sudah keceplosan dan keterlaluan dalam ucapannya.
"Udah mama tenang aja. Gak usah ngerasa bersalah gitu,yang harusnya ngerasa bersalah kan gue."
"Datang ke rumah sakit dan dampingin Nano emang KEWAJIBAN GUE. Itung-itung nyicil bayar utang nyawa sama saudara sendiri."
"Bang,maksud mama,"
Reyno mengangat sebelah tangannya ke atas,membuat ucapan sang mama mau tak mau terpotong.
"Gak usah di perjelas. Gue paham. Lo tunggu aja di luar,gue mau ambil jaket sama keperluan lainnya. Gampang kok."
Reyno akhirnya berlalu meninggalkan Nandita dengan raut muramnya.
"Huh,dunia kadang kidding." Guman Reyno sembari mengemasi beberapa buku ke dalam tas sekolahnya,di susul stelan seragam putih abu-abunya untuk nanti di bawa ke rumah sakit. Reyno sudah memutuskan untuk langsung berangkat ke sekolah dari rumah sakit,besoknya.
♡♡♡
Suara derai hujan yang mengguyur ibukota malam itu,agaknya justru membuat mata Reyno nyaris tak bisa terpejam. Di tambah aroma alkohol khas rumah sakit,makin mengantarkan laki-laki pada kilas balik kejadian dua tahun silam.
Serasa berada di dua waktu yang sama namun dengan situasi yang berbeda,Reyno ingat betul bahwasanya ia pernah berada di situasi yang sama dan ini yang kedua kalinya.
"Klek."
Bunyi daun pintu yang dibuka terdengar. Kepala laki-laki refleks menoleh,seseorang yang barusan masuk memberi senyum ringkas padanya.
"Abang kok gak tidur?"
Iringan pertanyaan bernada lembut terdengar memasuki gendang telinganya.
Reyno menegakkan badannya dengan cepat sebelum akhirnya mengatur raut wajahnya sedatar mungkin.
"Gak ngantuk." Jawabnya singkat.
Lagi pula jam sudah menunjukkan hampir pukul lima pagi,memangnya masih ada waktu untuk tidur? Toh sebentar lagi matahari muncul dan ia harus kembali menjalankan kehidupan palsunya mengikuti skenario yang sudah di buat.
♡♡♡
Oh ya guys,sambil nunggu kelanjutan update-an bab berikutnya,mampir dulu yuk,ke karya temanku yang satu ini,langsung ke profilnya ya....:
__ADS_1