Miss Jones & Mrs. Badman

Miss Jones & Mrs. Badman
Keputusan Reyno


__ADS_3

Selang beberapa menit berlalu,setelah aksi dimana Reyno tadi menggoda Adinda. Kini,ruangan lab berukuran 4x8 m itu terasa sepi karena dari kedua belah pihak itu tak ada yang ingin memulai pembicaraan lagi.


Keduanya justru terlihat terlibat kecanggungan yang mendalam.


Sampai,di menit kesekiannya. Pintu lab di geser dan seseorang masuk ke dalam sana.


Refleks Adinda berdiri,diikuti oleh Reyno juga tentunya.


"Selamat pagi pak." Sapa keduanya secara sopan dan kompak.


"Pagi Adinda..,Reyno."


"Maaf ya,bapak agak telat datangnya. Tadi ada urusan sedikit urusan di kelas 11 IPA 4. Kalian udah nunggu lama?"


Adinda menggeleng dan lagi-lagi Reyno mengikutinya.


"Gak pak,baru lima belas menitan mungkin"


Adinda menyahut sesopan mungkin.


"Ah syukurlah,kalau begitu."


Pak Bambang lalu mendudukkan bokongnya di kursi yang berhadapan dengan kedua muridnya itu.


Adinda menatap guru paruh baya itu dengan menyelidik.


"Ada apa,pak? Tumben,sepagi ini sudah mengundang saya dan 'dia' untuk ke lab?"


Terlihat guru paruh baya itu membenarkan letak kacamatanya,lalu mengangkat tas yang ia bawa dan meletakkannya ke atas meja.


"Sebentar ya Adinda,kamu ini buru-buru sekali."

__ADS_1


Pak Bambang berkata sembari tangannya sibuk membuka reseleting tas berwarna hitam itu dan mengeluarkan sebuah map berwarna coklat dari dalam sana.


"Nah,ini. Bapak ingin,kamu dan Reyno membaca isi dokumen yang ada di dalam map ini."


Pak Bambang kemudian menyerahkan map tipis itu kepada kedua muridnya yang di sambut baik oleh Adinda.


Pelan-pelan Adinda membuka lilitan tali yang berfungsi untuk melindungi map tersebut,lalu mengeluarkan beberapa lembar kertas dari dalam sana.


Kedua alis Adinda terangkat. "Ini apa ya pak?"


"Baca dulu Adinda."


Adinda pun menuruti,begitupun dengan Reyno yang turut mendekat dengan mata memicing.


Proposal Kompetisi Sains Nasional Jenjang SMA/MA Tahun 2023


Lampiran A . Mengenai Mekanisme Pelaksaan Kompetisi Sains Tingkat Nasiaonal.


Mata Adinda sontak membulat sempurna,begitupun dengan Reyno.


"I..ini maksudnya apa ya pak?"


Pak Bambang memicing. "Ah kamu ini Adinda,masa kamu tidak mengerti juga. Itu proposal sekaligus undangan untuk Kompetisi Sains Nasional yang akan di adakan tahun ini."


Adinda mengangguk. "Ya,pak saya paham. Cuma pertanyaannya,kenapa berkas ini terlebih dahulu di perlihatkan kepada kami? Bukannya untuk mengikuti kompetisi tingkat nasional harus melalui beberapa seleksi dulu ya pak?"


"Memang Adinda,dan untuk seleksi tingkat sekolahnya akan di laksanakan minggu depan. Nah bapak berharap,baik kamu dan Reyno bisa mempersiapkan diri."


"Saya dan Reyno?" Adinda menatap guru di hadapannya itu dengan kaget.


Pak Bambang mengangguk lagi. "Iya,kamu dan Reyno nanti akan di seleksi juga bersama beberapa murid lain yang sudah guru-guru rekomendasikan. Nah dari hasil rekomendasi nanti,baik kamu Reyno atau siapapun nanti yang lulus seleksi akan di kirim ke tingkat kabupaten untuk mengikuti seleksi lanjutan."

__ADS_1


"Jika lulus di tingkat kabupaten maka kalian akan di kirim lagi untuk mengikuti seleksi tingkat provinsi,dan setelahnya,barulah masuk ke tingkat nasional. Bagaimana Reyno? Adinda?"


Di tanya begitu secara dadakan,tentu membuat Reyno gelagapan.


"A..a,saya.


Keburu di potong oleh Adinda.


"Selain saya dan Reyno,siapa-siapa lagi peserta yang akan di seleksi pak?"


"Kalian berlima,kamu,Reyno,Digo,Janeta,dan Fella. Kalian murid rekomendasi dari guru-guru. Jadi kami berharap kalian semua mau berpatisipasi."


Saling menatap satu sama lain,sebelum akhirnya Adinda mengangguk setuju.


"Baiklah pak,kalau memang di beri kepercayaan. Saya akan berusaha semaksimal mungkin. Itu jawaban dari saya,tidak tahu dengan Reyno?"


Adinda menoleh pada Reyno yang terlihat menunduk.


"Reyno,bagaimana dengan kamu? Tahun ini bapak berharap sekali loh pada kamu."


Pak Bambang menatap Reyno penuh harap.


Dengan kepala yang masih agak menunduk,Reyno akhirnya mengeluarkan suara.


"Akan saya usahakan juga pak. Nanti setelah saya konfirmasikan dengan orangtua saya,akan akan koordinasikan lagi ke pihak sekolah termasuk ke bapak."


Terlihat pak Bambang menghembukan napas lega. Ia berdiri dari duduknya,seraya menepuk pundak Reyno dengan raut senang.


"Terimakasih Reyno,akhirnya setelah setahun berlalu. Kamu mau ikut berpartisipasi dalam perlombaan,bapak turut senang mendengarnya. Bapak tunggu konfirmasi kamu dalam dua hari ke depan ya."


Memgangguk dengan lemah,Reyno hanya mampu meyakini dirinya sendiri bahwa keputusan yang ia ambil ini tidak salah dan ia akan berusaha bertanggung jawab atas apapun resiko yang akan ia hadapi kedepannya.

__ADS_1


♡♡♡


__ADS_2