
Sebuah mobil sport putih terlihat memasuki halaman rumah mewah bercat putih. Setelah mobil benar-benar berhenti,pemiliknya terlihat turun dari sana.
"Abang.." Seorang wanita paruh baya memekik senang begitu melihat kedatangan putra sulungnya yang tiba-tiba menghilang tadi pagi.
"Abang dari mana sih,Nano,mama sama papa nyariin abang tau. Pergi ke luar kok gak bilang-bilang,abang bikin khawatir deh."
Laki-laki itu memutar bola matanya dengan malas.
"Lebay." Gumamnya yang masih jelas terdengar.
Lalu ia kemudian menghampiri seseorang yang terlihat duduk di kursi roda.
"Udah siap buat liat dunia luar lagi?"
Manusia yang duduk di kursi roda itu menyahut dengan semangat. "Siap banget. Aku gak sabar buat nyelesain terapi Singapura,semoga aja dua minggu cukup untuk bikin aku normal lagi kayak dulu."
"Mulai terapinya aja belum,udah mikirin selesai. Belajar ngomong dulu yang bener. Stop aku-aku,ngomong pakai bahasa 'gue-elo' biar lo gak di katain cupu lagi. Paham?"
"Iya bang Ray." Laki-laki menunduk takut.
"Raynand,jangan bentak adik kamu."
Terdengar interupsi berat dari arah belakangnya,membuat ketiga orang yang ada di ruang yamu itu menoleh.
Si manusia yang di panggil Raynand tadi memutar bola matanya dengan malas,untuk yang kesekian kalinya.
"Stop manjain Reyno,kecuali kalian mau Reyno tetap jadi cowok culun yang manja."
"Gue rela home schooling selama hampir dua tahun cuma buat gantiin Reyno di Bina Bangsa,biar dia dapat pendidikan layak yang sama kayak gue,biar dia bisa ngerasain hidup bebas di sekolah tanpa takut di bully lagi,gue jalanin dua kehidupan sekaligus,demi Reyno,jadi 'tolong' jangan bikin usaha gue sia-sia dengan keegoisan kalian."
"Reyno itu cowok. Gak perlu kalian manjain kayak cewek,biarin dia jadi pemberani,gue tau kalian sama dia melebihi gue,tapi bukan gini juga caranya."
"Reyno punya insting,belajar percaya sama dia!"
Raynand kemudian berbalik untuk melihat si manja Reyno yang wajahnya kelihatan memerah karena di tegur secara terang-terangan olehnya.
Ia menghela napas pendek,kemudian berjongkok di depan kursi roda pria itu.
"Rey,lihat gue! Gue ngomong kayak gini bukan buat ngehina lo,tapi untuk ukuran remaja cowok yang umurnya udah tujuh belas tahun,apa masih wajar lo nempelin mama papa terus?"
Reyno menggeleng.
__ADS_1
"Bagus kalo lo paham. Terserah lo mau nilai gue jahat atau apapun itu,tapi yang pasti mulai saat ini gue gak mau lagi denger lo di bully di sekolah karena di anggap bencong dan cupu,paham lo?"
Reyno mengangguk tanpa berani menatap bola mata sang kakak. Raynand dengan segala intonasi dinginnya,mampu membuat siapa pun terintimidasi. Pertanyaan,mampukah Reyno jadi seperti yang Raynand banggakan? Bagaimana jika ia kembali di rundung seperti dulu?
"Hei.."
Sebuah tepukan ringan di bahunya,menyadarkan Reyno dari ketermenungannya. Ketika ia menoleh,Raynand sudah tak terlihat di depannya.
Hanya mamanya dan papanya yang masih berada di sana.
"Ayo berangkat. Pak Mamat sudah nunggu di mobil loh."
Nandita mengingatkan Reyno akan jadwal keberangkatan mereka ke Singapura.
"Abang,mana?"
Seperti biasa,Raynand si manusia kaku itu menjadi objek pertama yang ia cari keberadaanya.
"Sudah duluan ke mobil. Kita juga menyusul,okey?"
Anggukan setuju dari Reyno,membuat kursi roda yang di dudukinya mulai di dorong pelan oleh sang mama. Di belakangnya,papa Reyno menyusul sembari mendorong dua koper yang ukurannya cukup besar.
Sampai mobil sudah berjalan pun Raynand masih setia dengan posisinya,ia tidak tidur tapi tidak juga keliatan bangun,yang orang-orang pikirkan mungkin Reyno menghindari interaksi,walau sebenarnya itu benar. Namun tidak sepenuhnya benar,Reyno hanya sedang menenangkan pikirannya yang sedari tadi terbayang-bayang wajah Callista.
"Arrgg." Batinnya berteriak.
"Enggak-enggak! Gue gak bisa kayak gini,gue Raynand,gue gak pernah selemah ini. Gue harus susun rencana ulang,gue gak bisa biarin Callista buat Reyno,gak akan!"
Raynand tiba-tiba membuka matanya. Menegakkan posisi duduknya,lalu mengeluarkan ponsel dari saku hodienya.
To : Tama
"Tam,gue butuh bantuan lo."
♡♡♡
Dua jam empat puluh lima menit,sudah terasa seperti dua abad bagi Raynand,bahkan ketika pesawat pribadi milik kedua orangtuanya itu sudah mendarat pun tetap tidak bisa membuat mood nya bagus.
Sedari turun dari pesawat,sampai saat ini berada di dalam taxi,Raynand terlihat terus menerus memasang wajah suram.
"Abang.."
__ADS_1
"Abang kenapa? Kok kayak gak mood gitu? "
Seperti biasanya,Nandita selalu menjadi orang pertama yang akan kepo pada perubahan sekecil apapun yang terlihat pada Raynand.
"Abang kena jetlag?"
"Gak!!" Ray menjawab cepat. Enak saja,mau di taruh di mana harga dirinya,jika sampai ia mabuk perjalanan,apalagi saat ini ada Reyno adik kembarnya di sana. Ia harus selalu tampil keren di depan siapapun terutama adiknya dan menurutnya terkena mabuk perjalanan itu bisa menurunkan kadar kekerenannya.
"Jawabnya 'enggak',tapi mukanya kayak orang yang lagi nahan muntah gitu. Kamu kepikiran pacarmu di Indonesia?"
"Uhuk.."
Seketika Raynand tersedak air liurnya sendiri.
Wah,kurang ajar sekali mulut tuan Margantara satu itu. Bisa-bisanya menebak dengan benar tanpa meminta persetujuannya.
"Cih,pakai acara pura-pura batuk segala. Norak kamu,"
"Tapi..,ngomong-ngomong tebakan papa benar berati?"
"Diam!" Raynand membentak papanya dengan pelan.
"Abang beneran punya pacar?"
Sialnya sang adik malah ikut-ikutan meledeknya. Jika tidak ingat dirinya sekarang ada di dalam mobil,ia mungkin sudah pergi sejauh mungkin,untuk menghindari interaksi dengan keluarganya itu. Ia benar-benar canggung dan tidak suka.
"Dih bang Ray,sok-sok an. Pertanyaan Reyno gak di.."
"Rey! Jangan mulai! Gue udah bilang stop panggil diri lo pake nama lo. Ubah kosa kata lo. Kedengarannya enggak enak banget!"
Raynand menegur sang adik dengan gusar.
"Satu lagi! Gue gak punya pacar di Bina Bangsa! Karena kalaupun ada,mereka juga gak bakalan tahu karna selama ini mereka anggap gue Reyno,buka Raynand. Gue ingetin kalo-kalo kalian lupa."
♡♡♡
Hai guys...,seperti biasa aku up dua bab..
Oh ya,sebelum lanjut ke bab berikutnya,yuk baca-baca sebentar sinopsis novel temenku di bawah ini. Jika tertarik silahkan mampir dan beri dukungan kalian di sana...
__ADS_1