Miss Jones & Mrs. Badman

Miss Jones & Mrs. Badman
Siapa?


__ADS_3

Pesawat SQ dengan nomor penerbangan SQ-123,mendarat di Bandar Udara Sultan Hasanuddin,pada pukul 05 : 00 WITA.


Terlihat seorang pria tegap berwajah datar keluar dari bandara.


Kacamata hitam berteger di hidung mancungnya. Karisma luar biasa terpancar kendati matanya tertutup.


"Tringg.."


Ponselnya berdering,sebuah panggilan suara masuk ke ponselnya.


Terlihat jemari yang terbungkus kaus tangan itu merogoh saku,mengeluarkan handphone berlambang apple kegigit dari dalam sana.


"Halo.." Suaranya menyapa dengan serak.


"Gue tunggu di depan bandara."


"Apartemen gue udah siap?"


"Sekalian sama fasilitasnya?"


"Sekolah gue?"


"Oke,thanks."


Ponsel berlambang apple itu kembali di masukkan ke dalam saku.


Laki-laki berwajah datar itu kembali berjalan beberapa meter ke seberang jalan,dan masuk ke halte bus.


Duduk di sana dalam diam,hingga setelah lima belas menit berlalu. Sebuah mobil Audi R8 berwarna merah berhenti tepat di depannya.


Laki-laki berdiri bersamaan dengan itu,sang pemilik mobil keluar dari sana.


Seorang pria dengan seragam basket yang memiliki tinggi hampir sama dengannya.


"Udah lama nunggu?"


"Lima belas menit. Lo tau kan seberapa bosannya nunggu selama itu?"


Laki-laki di depannya tercengir. "Ya elah,lima belas menit doang. Udah kayak pejabat aja lo."

__ADS_1


"Perhatikan ucapan teman. Nunggu lima menit aja masalah bagi gue,apalagi lima belas menit."


"Oke fine. Jadi lo marah nih?"


"Of course! Mulai besok,sampai tujuh hari ke depan. Lo harus jadi pelayan yang mencukupi seluruh kebutuhan gue. Tanpa upah."


Delikan sinis muncul dari sudut mata pria berseragam basket itu.


"Eh jamet! Tiap hari juga gue lu babu-in tanpa di bayar. Gak usah sok iye-iye ya lu!"


Memutar bola matanya dengan malas,laki-laki berwajah datar itu melepaskan kacamatanya dan masuk ke dalam mobil.


"Ralat. Tugas di mulai hari ini. Masukkin koper gue ke bagasi!"


"******!"


♡♡♡


Kegiatan di sekolah,memang selalu di mulai setelah bel pertama berbunyi.


Para siswa-siswi berseragam putih abu-abu itu terlihat simpang siur,berjalan menuju ke kelas mereka masing-masing.


Sementara itu,di kelas 11 IPS satu,Callista sedang berusaha melepaskan dirinya dari jeratan tuyul kolor pink yang sedari tadi menggelayuti lehernya.


Oh sh1**!! Rasanya Callista ingin menyerapahi sahabat barunya itu. Sudah puluhan kali ia mengulangi ajakan yang sama dan sudah puluhan kali juga Callista menolaknya,tapi anehnya cewek bernama Karamel itu belum juga menyerah.


Alhasil,beginilah keadaannya. Dari awal masuk ke kelas,Callista sudah di tempeli seperti indukan tuyul oleh teman sebangkunya itu.


"Lis,ayolah!"


Mendengus kesal,Callista lantas menarik kepala Karamel dan mendekatkan kupingnya ke dekat bibirnya.


"Gak mau jamet! Lu paham bahasa manusia kan?"


Menarik kepalanya dengan kasar. Karamel lantas memberenggut.


"Ishh,Kalis gak asik banget. Ayolah,biar aku ada tememnya buar nontonin..."


"AYANG!!"

__ADS_1


Ucapan Karamel berubah jadi teriakan tak kala wajah Tama menyembul dari balik pintu.


Laki-laki berseragam basket itu terlihat melambaikan tangannya yang mana di sela-sela jemari itu tertaut sekantong cemilan pedes dan satu kantong es buah.


"Awww,ayang cocwitt deh."


Si imut Karamel langsung kleper-kleper seperti ikan mujair begitu si pangeran kodok berjalan jumawa memasuki kelas.


"Ayang abis keluar ya?"


Karamel memicing curiga.


Tama meletakkan kresek berisi cemilan itu di meja Callista,lalu kemudian mengelus pucuk kepala Karamel.


"Baby jangan marah ya,tadi ayang ada urusan sekalian jemput seseorang."


Tama mengerlingkan mata penuh arti membuat Karamel memicing lagi.


"Siapa? R..r"


"Stt,ekhm."


Mata bulat Karamel terbelalak. "Seriusan? Dia balik?"


Tama tersenyum simpul. "Ckk,udah ya. Aku ke lapangan dulu,udah di tungguin sama tim aku."


Usai memberi usapan perpisahan. Kedua remaja bucin itu pun berpisah meninggalkan Karamel dan Callista yang mematung bengong.


"Kalian berdua bahas apaan sih barusan?"


Mengangkat bahunya dengan cuek,Karamel lantas menyedot minumannya.


"Bukan urusan kamu Callista. Nanti juga kamu bakalan tau."


Berdesir sudah jantung Callista,baru kali ini ia mendengar Karamel berucap dengan nada yang begitu dingin.


"Karamel kenapa?"


♡♡♡

__ADS_1


Hai guys hari ini aku double up,tapi sebelum lanjut scroll. Aku mau ngajak kalian buat baca2 dulu  sinopsis novel temenku di bawah ini,jika tertarik silahkan mampir dan tinggalkan jejak kalian...



__ADS_2