Miss Jones & Mrs. Badman

Miss Jones & Mrs. Badman
Kosong


__ADS_3

Sehari berlalu begitu cepat,begitupun dengan hari-hari berikutnya. Kekosongan demi kekosongan semakin hari semakin membuat Callista merasakan kehampaan.


Aneh,padahal di sampingnya ada Digo,Karamel,Alina, dan teman-temannya yang lain. Memang,semenjak Callista menang taruhan dengan Laura,orang-orang tidak lagi memandangnya sebelah mata dengan menggelarinya manusia ansos ataupun Miss. Jones. Makin ke sini,hidupnya keliatan makin normal.


Namun dari sekian banyak perubahan yang ada,hati Callista justru di buat kosong tanpa kehadiran Reyno. Sudah seminggu ini,cowok itu menghilang.


Pesan-pesannya bahkan sudah tidak pernah terlihat. Callista bahkan kemarin sempat ke rumah orangtua Reyno,tapi rumahnya malah kosong. Entah kemana perginya mereka,karena bahkan para pembantu ataupun penjaga gerbang tidak kelihatan di sana.


Pria itu betulan menghilang tanpa jejak.


Belum lagi Tama sahabat dekat Reyno ikut mengindarinya,tak hanya sampai di sana. Kabar terakhir yang Callista tau,Karamel dan Tama putus.


Kedengaran mengejutkan,tapi melihat Karamel yang terlihat biasa saja. Callista pun tak punya hak untuk menanyakan sebabnya.


Callista sungguh bingung,sebenarnya apa yang terjadi dengan kehidupannya beberapa minggu belakangan? Kenapa semuanya berlalu begitu cepat tanpa ada kesimpulan?


Semuanya masih seperti teka-teki yang herannya hanya ia yang dibuat mikir.


"Argg,pusinh-pusing!"


Callista memukul-mukul kepalanya sebal lantaran otaknya yang selalu terasa penuh belakangan ini.


Di depannya,Alina dan Karamel menatapnya heran. Posisi mereka saat ini ada di kantin dan kelakuan Callista sedikit banyak menganggu mood makan mereka.

__ADS_1


"Lo kenapa lagi sih Lis?" Alina bertanya terlebih dahulu.


Lalu di susul oleh Karamel yang juga keliatan penasaran. "Tau tuh,Callista satu minggu belakangan ini makin aneh deh. Kamu enggak apa-apa kan Lis? Hubungan kamu sama Digo baik-baik aja kan?"


Merasa di perhatikan dan di tanyai,Callista yang sedari awal sudah kehilangan mood makannya,tambah merasa muak sehingga ia menjauhkan mangkuk sotonya dan bertopang dagu dengan kedua tangan di atas meja.


"Menurut kalian,kalo ada seseorang yang sebelumnya gak baik-baik amat sama kalian,terus suatu saat orang itu mendadak perhatian banget,terus besoknya orang itu hilang. Gak tau tuh karena apa,menurut kalian ada yang aneh gak sih sama orang itu? Dan salah gak kalau gue kepikiran?


Alina dan Karamel kompak menghentikan kegiatan makannya dan menatap Callista dengan tatapan bingung.


"Lo bahas apa sih Cal?"


Alina bertanya tak mengerti.


Callista jadi kesel. "Tau ah. Otak kalian mah gak nyampe. Gue makin kesel,gak mood gue makan!"


Callista tau-tau berdiri dari duduknya dan pergi meninggalkan kedua sahabatnya yang hanya melongo kaku.


"Callista kenapa sih?"


Alina akhirnya buka suara,beberapa saat setelah kepergian Callista.


Karamel yang tidak tahu apa-apa,mengendikkan bahunya.

__ADS_1


"Aku gak tau Lin. Di kelas pun Callista keliatan aneh,kayak yang lagi banyak pikiran gitu. Suka ngelamun."


Kedua alis Alina mendadak saling bertaut. "Callista? Suka ngelamun? Aneh banget,lo udah nanya dia kenapa?"


Karamel mengangguk. "Udah sih. Tapi setiap aku tanya,dia gak pernah jawab. Ada aja pengalihannya,yang mendadak kebelet lah,atau yang paling paran dia sering izin ke UKS akhir-akhir ini,jangankan kamu,pacarnya Digo aja sering bingung terus nanya ke aku. Ya aku mana paham,mood Callista sekarang aneh."


Menggaruk tengkuknya yang tidak gatal,Alina lantas tercenung sejenak.


"Kira-kira Callista berubah kenapa ya?"


♡♡♡


Hai,segini dulu.


Senin aku up lagi,


sebelum kembali.


Mampir dulu yuk ke novel temenku,judul,nama pena dan sinopsisnya ada di bawah ini.


(Silahkan baca-baca dulu dan pastikan kalian mampir lebih jauh..)


__ADS_1


__ADS_2